Pemadaman Listrik Mendadak di Garut Kota Timbulkan Keresahan Warga: “Kami Butuh Kepastian dan Informasi!”

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 22 April 2025 - 18:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut,Nusaharianmedia.com – Dalam sepekan terakhir, aliran listrik di wilayah Garut Kota, khususnya di Kecamatan Tarogong Kidul, mengalami gangguan yang cukup meresahkan. Pemadaman listrik terjadi secara tiba-tiba dan berulang kali tanpa adanya pemberitahuan dari pihak terkait.

Fenomena ini menimbulkan keresahan luas di tengah masyarakat yang aktivitas hariannya sangat bergantung pada pasokan listrik.

Kondisi cuaca yang relatif cerah dan stabil dalam beberapa hari terakhir justru semakin menimbulkan pertanyaan besar di kalangan warga. Banyak yang bertanya-tanya, apakah pemadaman ini merupakan bagian dari pemeliharaan rutin, gangguan teknis, atau justru disebabkan oleh persoalan lain yang belum dijelaskan secara terbuka.

Salah satu warga yang terdampak langsung adalah Engkus (45), seorang tukang cukur yang sudah belasan tahun membuka usaha di Jalan Samarang. Dengan peralatan modern seperti mesin cukur listrik, lampu LED, dan kipas angin, listrik menjadi kebutuhan vital dalam menjalankan usahanya.

“Bayangkan saja, sedang potong rambut pelanggan, tiba-tiba listrik mati. Saya harus berhenti kerja dan pelanggan jadi kecewa. Beberapa bahkan memilih pergi dan tidak kembali. Saya jelas rugi waktu dan uang. Dan ini sudah terjadi beberapa kali dalam minggu ini,” keluh Engkus dengan nada kecewa.

Bukan hanya pelaku usaha kecil seperti Engkus yang terdampak. Sejumlah ibu rumah tangga pun mengaku kesulitan menjalankan aktivitas harian. Umi (37), warga perumahan di kawasan Sukajaya, mengaku sempat kehilangan stok makanan karena kulkas tidak menyala selama lebih dari lima jam.

“Ayam, daging, susu anak rusak semua karena kulkas mati lama. Padahal itu untuk persediaan beberapa hari. Kami merasa tidak dihargai, karena tidak ada informasi sebelumnya. Kalau diberi tahu, kan bisa diantisipasi,” kata Umi.

Ketiadaan pemberitahuan resmi dari pihak PLN membuat situasi semakin runyam. Masyarakat merasa kecewa karena seolah tidak dilibatkan dalam situasi yang seharusnya bisa dikomunikasikan.

Banyak yang berharap PLN lebih aktif memberikan informasi, baik melalui media sosial resmi, pesan WhatsApp, pengumuman dari RT/RW, maupun pengeras suara lingkungan.

Ketua RW 03 di kawasan Tarogong Kidul, Pak Dadang, mengungkapkan bahwa dirinya juga tidak mendapat informasi apa pun dari pihak PLN.

“Biasanya kalau ada pemeliharaan, kami dikabari. Tapi kali ini tidak ada sama sekali. Kami di tingkat bawah jadi bingung harus jawab apa ke warga. Ini harus jadi perhatian serius,” tegas Dadang.

Di sisi lain, sejumlah pelaku usaha skala menengah juga mulai mempertimbangkan untuk membeli genset atau inverter sebagai langkah darurat.

Namun, tidak semua warga memiliki kemampuan finansial untuk melakukan hal itu. Bagi sebagian besar masyarakat, listrik adalah kebutuhan dasar yang seharusnya dijamin kontinuitasnya oleh negara.

Kondisi ini lantas memunculkan desakan kepada Pemerintah Kabupaten Garut dan PLN wilayah setempat untuk segera angkat bicara dan memberikan penjelasan kepada publik.

Baca Juga :  Dipengaruhi Obat dan Alkohol, Pemuda di Samarang Tertangkap Coba Curi Gas dan Bawa Pisau

Terlebih lagi, dalam era keterbukaan informasi seperti saat ini, transparansi menjadi bagian dari tanggung jawab pelayanan publik.

“Pemerintah daerah tidak bisa diam saja. Harus ada koordinasi cepat dengan PLN dan solusi jangka pendek serta panjang. Jangan biarkan warga merasa terabaikan,” ujar Ali Yusup, seorang aktivis sosial yang peduli pada isu layanan publik di Garut. Selasa, (22/04/2025).

Menanggapi hal ini, sejumlah warga juga mulai menggalang petisi online sebagai bentuk protes terhadap pelayanan PLN yang dinilai buruk. Petisi tersebut menuntut adanya kejelasan informasi, kompensasi terhadap kerugian warga, serta rencana aksi konkret dari pihak PLN dalam menangani krisis pemadaman listrik.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari PLN maupun Pemerintah Kabupaten Garut mengenai penyebab pasti pemadaman listrik tersebut.

Sementara itu, masyarakat terus berharap agar situasi ini segera membaik. Mereka mendambakan pasokan listrik yang stabil, transparansi informasi, dan pelayanan yang profesional dari lembaga yang bertugas memenuhi kebutuhan dasar rakyat.

Karena pada akhirnya, listrik bukan hanya soal nyala lampu dan berputarnya mesin, tapi juga soal kelangsungan hidup, kenyamanan, dan kepercayaan masyarakat terhadap negara dan pelayanannya. (Eldy)

Berita Terkait

Momentum Hari Kartini, Ketua ARABI Garut Dorong Perempuan Berperan Aktif di Era Modern
Kejurda Voli U-18 Garut Sukses Digelar, Etalase Talenta Muda Jawa Barat Menuju Level Nasional
Regulasi Pusat Jadi Penghambat, Perubahan Status PPPK di Garut Belum Terwujud; FAGAR Desak Kesejahteraan Guru
Peringati Hari Kartini, DPC PDI Perjuangan Garut Resmikan Kantor Baru dan Perkuat Agenda Pemberdayaan Perempuan
Proyek Klinik Diduga Langgar Aturan dan Tata Ruang, Aktivis Desak Pemkab Garut Bertindak Tegas
Garut Siapkan Strategi Serius Menuju Porprov Jabar 2026, Robby Darwis Jadi Andalan
Pemdes Bojong Gelar Gotong Royong, Bukti Nyata Kebersamaan dan Kepedulian Lingkungan
Akselerasi Program Nasional, Hilman, S.E. Pimpin APPMBGI Garut Siapkan Ekosistem Dapur Makan Bergizi Gratis
Berita ini 61 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 13:27 WIB

Momentum Hari Kartini, Ketua ARABI Garut Dorong Perempuan Berperan Aktif di Era Modern

Selasa, 21 April 2026 - 07:09 WIB

Kejurda Voli U-18 Garut Sukses Digelar, Etalase Talenta Muda Jawa Barat Menuju Level Nasional

Senin, 20 April 2026 - 17:38 WIB

Regulasi Pusat Jadi Penghambat, Perubahan Status PPPK di Garut Belum Terwujud; FAGAR Desak Kesejahteraan Guru

Senin, 20 April 2026 - 16:06 WIB

Peringati Hari Kartini, DPC PDI Perjuangan Garut Resmikan Kantor Baru dan Perkuat Agenda Pemberdayaan Perempuan

Minggu, 19 April 2026 - 16:26 WIB

Proyek Klinik Diduga Langgar Aturan dan Tata Ruang, Aktivis Desak Pemkab Garut Bertindak Tegas

Berita Terbaru