“Arogan dan Tidak Etis” — Rudy Gunawan Kritik Keras Langkah Pemkab di Polemik Teras Cimanuk

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 9 Desember 2025 - 14:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com 09 Desember 2025 — Polemik rencana pengambilalihan kawasan Teras Cimanuk oleh Pemerintah Kabupaten Garut kembali menuai sorotan. Mantan Bupati Garut, Drs. H. Rudy Gunawan, SH., MH., MP, angkat bicara dengan mengungkap kronologi lengkap status lahan yang dahulu merupakan kawasan militer dan tidak tercatat sebagai aset daerah hingga akhirnya resmi bersertifikat atas nama Pemkab Garut.

 

Dalam keterangannya, Rudy menegaskan bahwa blok Lapang Paris, kawasan yang kini dikenal sebagai Teras Cimanuk, tidak pernah tercatat sebagai aset Pemkab Garut hingga dilakukan penataan aset besar-besaran pada tahun 2015.

 

Awal Mula: Aset Tidak Tercatat dan Banyak Entitas Pengguna

Menurut Rudy, pada 2015 Pemkab Garut melakukan inventarisasi menyusul kebijakan pengalihan kewenangan SLTA ke pemerintah provinsi.

 

“Waktu itu kami menelusuri, ada 12 aset yang tidak tercatat baik di provinsi maupun di kabupaten. Salah satunya Lapang Paris ini. Di sana ada SLB milik provinsi, Rumah Sakit Paru milik Kemenkes, hingga asrama Korem. Makanya tidak jelas pencatatannya,” ujar Rudy.

 

 

Sejumlah aset kemudian diusulkan untuk dihibahkan dari Provinsi Jawa Barat ke Pemkab Garut. Pada tahap berikutnya, Pemkab Garut melakukan pembahasan bersama BPN dan menemukan bahwa lahan Lapang Paris dapat disertifikatkan karena tidak tercatat dalam aset provinsi.

 

Ditetapkan Jadi Aset Pemkab Garut Tahun 2022–2023

Penelusuran tersebut berlanjut hingga penerbitan sertifikat.

“Tahun 2022 kami ajukan sertifikasi besar-besaran, termasuk Teras Cimanuk. Sertifikat keluar sekitar 2023, saat saya masih menjabat Bupati,” jelasnya.

Baca Juga :  Tanamkan Nilai Kebangsaan, Anggota DPR RI Mohammad Khoerudin Amin Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di Garut

 

 

Bencana Banjir Bandang 2016 dan Awal Kerja Sama dengan Pihak Ketiga

Rudy juga memaparkan kondisi kawasan sebelum menjadi ruang publik seperti sekarang. Pada banjir bandang 2016, kawasan itu dipenuhi bangunan liar dan menjadi salah satu titik lokasi korban meninggal.

 

“Ada 27 sampai 28 orang meninggal, sebagian dari bangunan liar di sana. Setelah itu jelas bahwa kawasan itu tidak terkelola dengan baik,” katanya.

 

 

Di situlah kemudian muncul kerja sama dengan pengelola, Anton Heryanto.

“Pak Anton itu dulu suka nge-parkir. Saya bilang coba kelola dulu. Saat itu asetnya belum bersertifikat tapi dikuasai Pemda. Kami sewakan berdasarkan Permendagri 19/2016,” jelasnya.

 

 

Investasi Diperbolehkan, Bangunan Permanen Dilarang

Rudy menegaskan, setiap rencana pembangunan saat itu diawasi ketat. Warung permanen tidak diizinkan, namun investasi seperti pemasangan paving block, area publik, hingga hotel kontainer disetujui sebagai bentuk mitigasi dan tidak permanen.

 

“Saya tegaskan waktu itu tidak boleh bangunan permanen. Hotel pun bentuknya kontainer. Dan itu ada proposal dan izin resmi,” katanya.

 

Covid-19: Sewa Diberikan Keringanan

Saat pandemi Covid-19, Pemkab Garut memberi keringanan kepada pengelola.

“Dua tahun tidak diberi kewajiban bayar sewa karena Covid. Itu disposisi saya. Karena memang tempat usaha sepi,” ujar Rudy.

 

Polemik Hari Ini: Pemkab Dianggap Tak Menunjukkan Etika Pemerintahan

Baca Juga :  Reses Yudha Puja Turnawan Hadirkan Solusi Nyata bagi Warga: Layanan Publik, Bantuan Korban Kebakaran, dan Advokasi BPJS

Rudy menyoroti munculnya rencana pengambilalihan kawasan oleh Pemkab Garut untuk mendukung areal RSUD.

Menurutnya, persoalan bukan pada tujuan penataan, tetapi pada prosedur dan etika pemerintahan yang dinilainya tidak dijalankan.

 

“Permendagri 19/2016 itu jelas. Sewa bisa diperpanjang lima tahun. Pengajuan perpanjangan maksimal empat bulan sebelum habis. Pak Anton katanya sudah enam bulan sebelumnya mengajukan tapi tidak dibalas. Itu tidak etis,” tegas Rudy.

 

Ia juga menekankan bahwa historis, investasi, dan hubungan baik pengelola dengan Korem harus menjadi bahan pertimbangan.

 

“Investor itu punya rekam jejak: menyelesaikan dengan Korem, menata kawasan yang dulu penuh bangunan liar, berinvestasi, lalu dihantam Covid tiga tahun. Itu harus dilihat,” tegasnya.

 

Jika Untuk Penguatan RSUD, Rudy Meminta Pemda Jujur dan Terbuka

Rudy mengatakan bahwa jika tujuan pengambilalihan benar untuk penguatan RSUD, maka mestinya Pemkab melakukan komunikasi terbuka.

 

“Kalau untuk area parkir RSUD, boleh saja. Tetapi harus dikomunikasikan. Jangan arogan. Ini pemerintah, bukan perusahaan pribadi,” ujarnya.

 

Rudy Tegaskan: Bukan Alasan Cukup untuk ‘Tiba-Tiba Mengambil Alih’

Di akhir pernyataannya, Rudy menegaskan bahwa langkah Pemkab Garut hari ini tidak cukup alasan secara regulasi maupun etika.

 

“Tidak ada cukup alasan untuk tiba-tiba mengambil alih. Lihat aturan, lihat sejarahnya, baca Permendagri dengan benar. Ini tanah Lapang Paris, orang Garut semua tahu sejarahnya,” tegasnya.

 

 

 

 

Berita Terkait

ORADO Lapas Garut Meriahkan HUT RI ke-81, Adu Strategi Domino Jadi Jembatan Silaturahmi dengan Masyarakat
DPRD Garut Ikuti Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo, Aris Munandar Serukan Kerja Nyata dan Pengabdian kepada Rakyat
Pidato Kenegaraan Presiden: Tambang Ilegal Merugikan Negara, Prabowo Perintahkan Panglima TNI-Polri Usut dan Tindak Oknum yang Terlibat
Rp296 Miliar Anggaran Jalan Disorot, Diduga Terkonsentrasi di Wilayah Asal Kadis PUPR, Gerindra Murka
Jangan Main Mata! HMI Garut Warning Pansel BAZNAS: Amanah Umat Bukan Ajang Kepentingan
Lindungi Generasi Muda, Pemkab-Forkopimda Garut Terbitkan SE Obat Terlarang dan Perkuat Patroli Anak Mulai 21.00 WIB
Bupati Garut Dukung GUNTARA-GEMAS, Ketua BKPRMI Jabar Komitmen Bentuk Generasi Berakhlak Berbasis Masjid
Generasi Muda Terancam, Sekjen ABAG Tedi Sutardi Pertanyakan Keseriusan APH, Soroti Ketidakhadiran Kapolres Garut: “Kami Tidak Akan Diam!”
Berita ini 169 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 07:24 WIB

ORADO Lapas Garut Meriahkan HUT RI ke-81, Adu Strategi Domino Jadi Jembatan Silaturahmi dengan Masyarakat

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 09:08 WIB

DPRD Garut Ikuti Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo, Aris Munandar Serukan Kerja Nyata dan Pengabdian kepada Rakyat

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 01:53 WIB

Pidato Kenegaraan Presiden: Tambang Ilegal Merugikan Negara, Prabowo Perintahkan Panglima TNI-Polri Usut dan Tindak Oknum yang Terlibat

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:07 WIB

Rp296 Miliar Anggaran Jalan Disorot, Diduga Terkonsentrasi di Wilayah Asal Kadis PUPR, Gerindra Murka

Selasa, 11 Agustus 2026 - 23:47 WIB

Lindungi Generasi Muda, Pemkab-Forkopimda Garut Terbitkan SE Obat Terlarang dan Perkuat Patroli Anak Mulai 21.00 WIB

Berita Terbaru