Andres Rakyat Garut Peduli. Soroti ketidaktransparanan Dana KORPRI Garut

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 4 Agustus 2025 - 19:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com 04/08/25 — Aktivis sosial dari gerakan Rakyat Garut Peduli, Andres, menyoroti dugaan ketidaktransparanan dalam pengelolaan dana KORPRI Kabupaten Garut. Ia mempertanyakan kejelasan aliran dana hasil pemotongan gaji aparatur sipil negara (ASN) yang selama ini berlangsung tanpa laporan terbuka dan minim partisipasi dari para anggota.

 

“Setiap bulan dana dipotong dari gaji ASN atas nama KORPRI, tapi ke mana uang itu digunakan? Siapa yang mengelola? Di mana laporannya?” tegas Andres.

 

Baca Juga :  Rakerda DPD PKS Garut: Rumuskan Arah Baru Kaderisasi, Ahab Syihabuddin Hadir dengan Buku Kepemimpinan

Menurutnya, ketidakjelasan ini sangat rawan disalahgunakan karena tak ada sistem akuntabilitas yang terbuka dan tidak pernah dilakukan audit publik secara menyeluruh.

 

> “Kalau ini terus dibiarkan, KORPRI bukan lagi simbol profesionalisme ASN, tapi bisa berubah menjadi lembaga pungutan liar yang legal secara struktur, namun melanggar secara etika,” tambahnya.

 

Andres pun mendesak agar pengurus KORPRI Garut segera membuka laporan keuangan secara terbuka kepada seluruh anggota dan publik, serta meminta Inspektorat dan BPK melakukan audit khusus terhadap arus kas dan penggunaan dana tersebut.

Baca Juga :  Satresnarkoba Polres Garut Kembali Ungkap Kasus Peredaran Obat Keras

 

“Keterbukaan itu mutlak. Jika KORPRI memang bersih dan profesional, tak ada alasan untuk takut membuka datanya ke publik,” ujarnya.

 

Ia juga menyoroti kondisi fisik gedung KORPRI yang terbengkalai, sebagai simbol dari lemahnya manajemen organisasi.

 

“Mau transparansi seperti apa? Gedungnya saja kosong, terbengkalai, seperti tidak ada penghuninya. Ini cermin dari ketidakhadiran lembaga di tengah anggotanya sendiri,” tutup Andres. (Red)

Berita Terkait

Kajian Hukum Pencalonan Ketua DPD Golkar Garut: Diskresi Dinilai Konstitusional, Namun Picu Perdebatan Internal
35 PAC PPP Kabupaten Garut Minta Muscab Diulang, Dinilai Tidak Sah dan Langgar AD/ART
Satkar Ulama Garut Resmi Dilantik, Tegaskan Komitmen Pengabdian dan Persatuan Umat
Paripurna LKPJ 2025, Fraksi Golkar Tekankan Pentingnya Pengelolaan Media Sosial dan Jaga Komunikasi 
Puluhan PAC PPP Garut Tegaskan Tak Tolak Muscab, Soroti Ketidaknetralan Lokasi
Rapat Paripurna DPRD Garut Bahas LKPJ 2025, Fraksi Gerindra Soroti Kualitas Data hingga Arah Kebijakan
Muscab PPP Garut Tuai Sorotan, Panitia Dinilai Abaikan Prinsip Keadilan dan Keterbukaan
Berita ini 63 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 15:12 WIB

Kajian Hukum Pencalonan Ketua DPD Golkar Garut: Diskresi Dinilai Konstitusional, Namun Picu Perdebatan Internal

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:09 WIB

35 PAC PPP Kabupaten Garut Minta Muscab Diulang, Dinilai Tidak Sah dan Langgar AD/ART

Rabu, 29 April 2026 - 20:06 WIB

Satkar Ulama Garut Resmi Dilantik, Tegaskan Komitmen Pengabdian dan Persatuan Umat

Selasa, 28 April 2026 - 18:38 WIB

Paripurna LKPJ 2025, Fraksi Golkar Tekankan Pentingnya Pengelolaan Media Sosial dan Jaga Komunikasi 

Selasa, 28 April 2026 - 14:43 WIB

Puluhan PAC PPP Garut Tegaskan Tak Tolak Muscab, Soroti Ketidaknetralan Lokasi

Berita Terbaru