PT Mandraguna Pusaka Indonesia dan Pemkab Toli-Toli Kerja Sama Strategis untuk Wujudkan Ketahanan Pangan Berkelanjutan

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 19 Mei 2025 - 07:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut, Nusaharianmedia.com – Upaya membangun ketahanan pangan nasional tak cukup hanya dengan wacana dan kebijakan di atas kertas. Diperlukan aksi konkret yang menyentuh langsung lapisan masyarakat, terutama petani sebagai garda terdepan sektor pangan. Kesadaran inilah yang mendorong PT Mandraguna Pusaka Indonesia menjalin kerja sama strategis dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toli-Toli, Sulawesi Tengah.

Kerja sama yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman pada Sabtu, 17 Mei 2025 ini, menitikberatkan pada pembangunan pertanian terpadu, pemberdayaan petani lokal, penyediaan pupuk organik berkualitas, serta pengembangan infrastruktur dan teknologi pertanian berkelanjutan.

Sementara, H.Muhammad Rian, owner PT Mandraguna Pusaka Indonesia, menjelaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mengambil peran nyata dalam mendukung ketahanan pangan, khususnya di daerah-daerah yang memiliki potensi pertanian besar seperti Toli-Toli.

“Alhamdulillah, saat ini kami tengah membangun kemitraan strategis dan resmi dengan Pemkab Toli-Toli. Ini bukan sekadar kerja sama bisnis, melainkan wujud dari visi besar kami untuk membangun ketahanan pangan dari akar rumput, yaitu desa-desa pertanian,” ujar H. Muhammad Rian kepada awak media. Senin,(19/05/2025).

Kerja sama ini melibatkan berbagai aspek penting yang saling terintegrasi. Salah satunya adalah penyediaan pupuk organik unggulan yang dikembangkan Mandraguna, yang dinilai lebih ramah lingkungan dan berpotensi meningkatkan produktivitas tanah serta hasil pertanian secara signifikan.

Hal inipun disambut baik oleh para pemangku kepentingan di daerah, termasuk Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Toli-Toli.

Ketua APDESI Kabupaten Toli-Toli, H. Irwan, yang turut hadir mewakili Bupati Toli-Toli dalam acara tersebut, menyampaikan apresiasi atas terobosan PT Mandraguna yang dinilainya sangat relevan dengan kondisi dan kebutuhan pertanian di wilayahnya.

“Kami melihat Mandraguna membawa inovasi besar bagi pertanian kami. Terutama dalam hal penggunaan pupuk organik berkualitas tinggi yang bisa menjadi solusi atas menurunnya produktivitas lahan akibat penggunaan pupuk kimia selama bertahun-tahun. Ini sangat kami butuhkan,” ujar H. Irwan.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kerja sama seperti ini sangat dibutuhkan oleh pemerintah daerah yang tengah berjuang memperkuat kedaulatan pangan di tengah tantangan global seperti perubahan iklim, krisis pangan, hingga fluktuasi harga kebutuhan pokok.

Dari pihak pemerintah, sinergi dengan dunia usaha juga dinilai sebagai langkah progresif untuk mempercepat pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal. Selain membuka lapangan kerja, model pertanian terpadu yang ditawarkan PT Mandraguna juga diyakini dapat meningkatkan nilai tambah bagi komoditas pertanian di Toli-Toli.

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kami butuh kolaborasi dengan sektor swasta yang memiliki visi dan kepedulian terhadap ketahanan pangan. Kami percaya, langkah bersama ini akan menghasilkan dampak positif yang berkelanjutan,” ujar Irwan.

Dalam skema kerja sama ini, PT Mandraguna juga akan melakukan pelatihan teknis kepada petani setempat, termasuk pengenalan teknologi baru, manajemen lahan, dan penggunaan pupuk organik yang efektif.

Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian para petani, agar mereka tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi juga pelaku utama pembangunan pangan daerah.

Langkah strategis antara PT Mandraguna Pusaka Indonesia dan Pemkab Toli-Toli ini menjadi contoh sinergi nyata antara sektor publik dan swasta dalam menghadapi tantangan pangan ke depan.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, kerja sama semacam ini menjadi harapan baru untuk mewujudkan Indonesia yang lebih mandiri dan tahan terhadap krisis pangan.

“Ketahanan pangan bukan hanya soal swasembada, tapi juga soal bagaimana seluruh elemen bangsa bergerak bersama membangun ekosistem yang sehat, produktif, dan berkelanjutan. Inilah misi kami,” tutup H. Muhammad Rian. (DIX)
Baca Juga :  Sat Samapta Polres Garut Gelar Patroli di Pasar Ciawitali untuk Jaga Keamanan Warga

Berita Terkait

Sekjen PDI Perjuangan Ingatkan Pemkab Garut: Hindari Penempatan Jabatan Berdasarkan Selera dalam Reformasi Birokrasi
Dies Natalis ke-72 GMNI di Garut, Ketua PA Alumni Dedi Hasan Bachtiar Dorong Penguatan Ideologi dan Ekonomi Kerakyatan
Dies Natalis ke-72 GMNI di Garut Jadi Momentum Refleksi, Konsolidasi, dan Penguatan Perjuangan Rakyat
Cipta Kondisi Pasca Ketupat Lodaya 2026, Satlantas Polres Garut Jaring 150 Pelanggar di Bundaran Tarogong
Kader PPP Garut Diduga Langgar Keputusan DPP, Dinilai sebagai Bentuk Pengkhianatan Partai
Regenerasi Golkar Jabar Daniel Mutaqien Syafiuddin Terpilih Jadi Ketua DPD Golkar Jabar, Momentum Kebangkitan Kader Muda
Pembina DKKG, H. Rudi Gunawan, S.H., M.H., M.P., Tekankan Penguatan Peran Budayawan dan Regulasi Kebudayaan
Cacan Cahyadi SH: Kepatuhan pada AD/ART Kunci Penguatan PPP Jelang Muscab Garut
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 4 April 2026 - 22:57 WIB

Sekjen PDI Perjuangan Ingatkan Pemkab Garut: Hindari Penempatan Jabatan Berdasarkan Selera dalam Reformasi Birokrasi

Sabtu, 4 April 2026 - 18:58 WIB

Dies Natalis ke-72 GMNI di Garut, Ketua PA Alumni Dedi Hasan Bachtiar Dorong Penguatan Ideologi dan Ekonomi Kerakyatan

Sabtu, 4 April 2026 - 17:58 WIB

Dies Natalis ke-72 GMNI di Garut Jadi Momentum Refleksi, Konsolidasi, dan Penguatan Perjuangan Rakyat

Sabtu, 4 April 2026 - 12:59 WIB

Cipta Kondisi Pasca Ketupat Lodaya 2026, Satlantas Polres Garut Jaring 150 Pelanggar di Bundaran Tarogong

Sabtu, 4 April 2026 - 09:03 WIB

Kader PPP Garut Diduga Langgar Keputusan DPP, Dinilai sebagai Bentuk Pengkhianatan Partai

Berita Terbaru