Golkar Jabar Gelar Pendidikan Politik Berbasis Data, Perkuat Dukungan Asta Cita dan Target Kemenangan 2029

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 14 Desember 2025 - 00:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Nusaharianmedia.com 13 Desember 2025 – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Jawa Barat menggelar Pendidikan Politik Berbasis Data sebagai bagian dari penguatan konsolidasi organisasi dan strategi pemenangan menuju Pemilu 2029. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si., Sekretaris DPD Golkar Jawa Barat Ir. MQ Iswara, serta sejumlah tokoh nasional dan daerah Partai Golkar.

 

Turut hadir Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Garut Dra. Hj. Euis Ida Wartiah, M.Si., Anggota DPR RI Ferdiansyah, S.E., M.M. dan H. Ade Ginanjar, S.Sos., serta Bupati Garut Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng., IPU. Kegiatan ini juga diikuti anggota DPR RI, DPRD Provinsi Jawa Barat, DPRD kabupaten/kota, serta para kepala daerah dari berbagai wilayah di Jawa Barat.

Ketua DPD Golkar Jabar TB Ace Hasan Syadzily menyampaikan bahwa pendidikan politik berbasis data ini diikuti peserta dari daerah pemilihan Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Garut, Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, hingga Kabupaten Bandung Barat.

 

“Tujuan utama kegiatan ini adalah agar seluruh kader Partai Golkar yang telah dipercaya rakyat, baik sebagai anggota legislatif maupun eksekutif, memahami secara utuh program Asta Cita Presiden Republik Indonesia,” ujar Ace.

 

Ace menegaskan, sebagai partai yang menjadi bagian dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Partai Golkar berkomitmen penuh untuk mendukung dan menyukseskan program Asta Cita, khususnya di Jawa Barat melalui kebijakan dan kerja nyata seluruh elemen partai.

 

“Dukungan tersebut merupakan penguatan doktrin karya-kekaryaan Partai Golkar. Siapa pun yang memimpin pemerintahan, selama tujuannya untuk kesejahteraan rakyat, Golkar akan berada di garis terdepan mendukungnya,” tegasnya.

Baca Juga :  Tembakan Kehormatan Iringi Kepergian Bripka Cecep Saepul Bahri: Polres Garut Gelar Upacara Pemakaman

 

Lebih lanjut, Ace menjelaskan bahwa pendidikan politik ini juga diarahkan untuk menjaga basis kemenangan Partai Golkar di setiap daerah pemilihan, sekaligus memetakan potensi suara baru di luar basis tradisional partai.

 

“Pendekatan yang digunakan saat ini adalah pendekatan berbasis data. Dengan data yang kuat, kita dapat menentukan wilayah dan segmen masyarakat yang menjadi sasaran penambahan suara dan kursi pada Pemilu 2029,” katanya.

 

Terkait keterlibatan pihak eksternal, Ace menyebut fokus utama kegiatan ini tetap pada penguatan internal kader. Namun, Golkar juga menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi dan pakar politik untuk memberikan gambaran tantangan politik ke depan serta masukan strategis bagi pemenangan partai.

 

Menanggapi wacana perubahan sistem pemilihan kepala daerah, Ace Hasan menyampaikan bahwa Partai Golkar mengusulkan opsi pemilihan kepala daerah melalui DPRD. Menurutnya, sistem pemilihan langsung selama ini masih dihadapkan pada persoalan politik uang dan tingginya biaya politik yang berpotensi mendorong terjadinya korupsi.

 

“Kami terus mengkaji sistem yang paling mencerminkan semangat demokrasi Pancasila dan membawa kemaslahatan bagi rakyat,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris DPD Partai Golkar Jawa Barat MQ Iswara menyampaikan bahwa Kabupaten Garut menjadi daerah terakhir dalam rangkaian konsolidasi yang telah menjangkau empat wilayah besar di Jawa Barat.

 

“Alhamdulillah, kami telah berkeliling ke empat wilayah dan Garut menjadi daerah terakhir yang dikunjungi. Total 27 kabupaten/kota sudah kami datangi untuk menyerap langsung masukan dari ketua PK, anggota Fraksi Partai Golkar DPRD, serta para pengurus,” ujarnya.

 

Menurut Iswara, konsolidasi tersebut menjadi langkah strategis dalam penyusunan peta jalan (roadmap) kemenangan Partai Golkar pada Pemilu 2029. Konsolidasi menyeluruh dilakukan untuk memperkuat struktur organisasi sekaligus mengoptimalkan kerja politik yang berbasis data dan kebutuhan riil masyarakat.

Baca Juga :  Ketika Sistem Gagal Menyapa yang Lemah: Mundurnya Siswa SMK Negeri 2 Garut Jadi Panggilan untuk Reformasi Pendidikan yang Berempati

 

Saat ini, Partai Golkar tercatat sebagai partai dengan perolehan kursi DPRD kabupaten/kota terbanyak di Jawa Barat, yakni 208 kursi. Sementara di DPRD Provinsi Jawa Barat, Golkar menempati posisi kedua dengan 19 kursi, di bawah Partai Gerindra yang meraih 20 kursi.

 

“Kami ingin mempertahankan capaian ini dan ke depan meningkatkan kembali perolehan kursi,” tegasnya.

 

Menanggapi dinamika politik daerah, termasuk isu figur kepala daerah, Iswara menegaskan bahwa Partai Golkar merupakan partai yang matang dan tidak bergantung pada satu tokoh tertentu.

 

“Golkar bukan partai yang sentralistik pada satu orang. Tidak ada pemilik Partai Golkar. Keberhasilan partai ditentukan oleh kerja kolektif seluruh kader, baik di tingkat DPRD kabupaten/kota, provinsi, maupun DPR RI,” jelasnya.

 

Ia menambahkan, mekanisme pencalonan kepala daerah di Partai Golkar dilakukan secara objektif melalui survei berjenjang. Penetapan calon didasarkan pada tren elektabilitas yang terukur dan diputuskan melalui mekanisme partai hingga tingkat ketua umum.

 

Menatap Pemilu 2029, Golkar Jawa Barat akan melanjutkan konsolidasi dengan fokus pada penguatan peran anggota legislatif terpilih. Seluruh anggota Fraksi Partai Golkar DPRD diminta untuk menjaga dan merawat basis pemilih di daerah pemilihan masing-masing.

 

“Anggota fraksi wajib merawat pemilihnya sekaligus menambah suara melalui kerja nyata untuk masyarakat, seperti bakti sosial, bantuan kepada warga yang membutuhkan, bazar murah, pembagian sembako, hingga pengobatan gratis,” pungkasnya.

 

Dengan konsolidasi yang berkelanjutan dan berbasis data, Partai Golkar Jawa Barat optimistis mampu memperkuat posisinya dan meraih hasil yang lebih baik pada Pemilu 2029 mendatang. (Hilman)

Berita Terkait

Regenerasi Golkar Jabar Daniel Mutaqien Syafiuddin Terpilih Jadi Ketua DPD Golkar Jabar, Momentum Kebangkitan Kader Muda
Pembina DKKG, H. Rudi Gunawan, S.H., M.H., M.P., Tekankan Penguatan Peran Budayawan dan Regulasi Kebudayaan
Cacan Cahyadi SH: Kepatuhan pada AD/ART Kunci Penguatan PPP Jelang Muscab Garut
Dirut PDAM Garut Dadan Hidayatulloh Buka Suara soal Kenaikan Biaya Admin, Siapkan Evaluasi Menyeluruh
HMI Garut Soroti Polemik Pernyataan Wakil Bupati: “Garut Butuh Kepemimpinan Selaras, Bukan Dualisme Di puncak Kekuasaan”
Jelang Purna Tugas, Sekda Garut Nurdin Yana Tegaskan Seleksi Terbuka Jabatan Sekda Digelar Juli 2026
Paripurna DPRD Garut Bahas LKPJ 2025, Ketua DPRD Tegaskan Evaluasi Kinerja Pemda dan Bentuk Pansus
MUSKERCAB I PCNU Garut Perkuat Konsolidasi, H. Aceng Malki Dorong Harlah NU 2026 Berdampak Sosial
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 20:07 WIB

Regenerasi Golkar Jabar Daniel Mutaqien Syafiuddin Terpilih Jadi Ketua DPD Golkar Jabar, Momentum Kebangkitan Kader Muda

Kamis, 2 April 2026 - 19:29 WIB

Pembina DKKG, H. Rudi Gunawan, S.H., M.H., M.P., Tekankan Penguatan Peran Budayawan dan Regulasi Kebudayaan

Selasa, 31 Maret 2026 - 21:49 WIB

Cacan Cahyadi SH: Kepatuhan pada AD/ART Kunci Penguatan PPP Jelang Muscab Garut

Selasa, 31 Maret 2026 - 19:34 WIB

Dirut PDAM Garut Dadan Hidayatulloh Buka Suara soal Kenaikan Biaya Admin, Siapkan Evaluasi Menyeluruh

Senin, 30 Maret 2026 - 23:40 WIB

HMI Garut Soroti Polemik Pernyataan Wakil Bupati: “Garut Butuh Kepemimpinan Selaras, Bukan Dualisme Di puncak Kekuasaan”

Berita Terbaru