Jurnalis Dianiaya, Ketua IWO Garut Desak Penegakan Hukum Tegas

- Jurnalis

Senin, 23 Maret 2026 - 17:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com 22 Maret 2026 – Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Garut, Raja Risnandi, mengecam keras aksi kekerasan yang dialami seorang jurnalis bernama Indra. Ia menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap hukum sekaligus ancaman nyata bagi kebebasan pers di Indonesia.

Menurut Raja, kekerasan terhadap jurnalis tidak hanya mencederai korban secara pribadi, tetapi juga merusak prinsip dasar demokrasi yang menjunjung tinggi keterbukaan informasi.

“Undang-undang sudah jelas melindungi kerja-kerja pers. Maka segala bentuk intimidasi dan kekerasan terhadap jurnalis tidak bisa ditoleransi,” tegasnya.

Baca Juga :  Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat H. Ahab Sihabudin Gelar “Sapa Warga Berbasis Budaya”, Ajak Seniman Perkuat Identitas Lokal

Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers yang menjamin kemerdekaan pers dalam menjalankan fungsi jurnalistik.

Raja menjelaskan, pers memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipercaya kepada masyarakat. Karena itu, keamanan jurnalis saat menjalankan tugas harus menjadi perhatian bersama.

“Jurnalis bekerja untuk kepentingan publik. Setiap upaya menghalangi atau menekan kerja jurnalistik merupakan ancaman terhadap hak masyarakat untuk memperoleh informasi,” tambahnya.

Baca Juga :  Kapolres Garut Tinjau Langsung Pelayanan Publik,Pastikan Kesiapan dan Kualitas Layanan untuk Masyarakat

Lebih lanjut, ia mendesak aparat penegak hukum agar segera mengusut tuntas kasus tersebut dan memberikan sanksi tegas kepada pelaku.

Menurutnya, penegakan hukum yang konsisten sangat penting untuk memberikan efek jera sekaligus menjaga marwah kebebasan pers di Indonesia.

Ia berharap peristiwa serupa tidak terulang dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga iklim demokrasi yang sehat dengan menghormati serta melindungi profesi jurnalis.

Berita Terkait

Dugaan Penipuan Dana Hibah Rp1,69 Miliar Dilaporkan ke Polres Garut, ASN Bapenda Jadi Terlapor
Empat Anak Menanti Tempat Tinggal Aman, Rumah Ibu An-An di Cibodas Butuh Perhatian Serius
Yudha Puja Turnawan Tinjau Kondisi Ibu An-An, Warga dengan Penghasilan 25 Ribu sehari Tinggal di Rumah Tak Layak Huni.
Purna Tugas Bukan Akhir Pengabdian, Terima Kasih Nurdin Yana atas Dedikasi untuk Garut
RDTR Garut: Ketika Kepastian Hukum Tata Ruang Terus Tertunda
Dugaan Kerugian hingga Rp3 Miliar, Kuasa Hukum Pelapor Lakukan Langkah di Polres Garut
Infrastruktur Jalan Jadi Prioritas, GAPENSI dan Pemkab Garut Bersinergi untuk Pembangunan Infrastruktur Daerah
Terpilih Jadi Anggota DPRD Garut, Fahad Fauzi Tak Kembali Mencalonkan Diri di Gapensi
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 23:22 WIB

Dugaan Penipuan Dana Hibah Rp1,69 Miliar Dilaporkan ke Polres Garut, ASN Bapenda Jadi Terlapor

Kamis, 5 November 2026 - 18:05 WIB

Empat Anak Menanti Tempat Tinggal Aman, Rumah Ibu An-An di Cibodas Butuh Perhatian Serius

Kamis, 5 November 2026 - 15:18 WIB

Yudha Puja Turnawan Tinjau Kondisi Ibu An-An, Warga dengan Penghasilan 25 Ribu sehari Tinggal di Rumah Tak Layak Huni.

Minggu, 1 November 2026 - 21:35 WIB

Purna Tugas Bukan Akhir Pengabdian, Terima Kasih Nurdin Yana atas Dedikasi untuk Garut

Minggu, 1 November 2026 - 18:48 WIB

RDTR Garut: Ketika Kepastian Hukum Tata Ruang Terus Tertunda

Berita Terbaru