Nusaharianmedia.com — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Garut memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 PDI Perjuangan dengan menggelar doa bersama dan pemotongan tumpeng yang berlangsung di (PDC) PDI Perjuangan Garut, Rabu (14/1/2026). Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran struktur DPC, pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC), serta para simpatisan PDI Perjuangan se-Kabupaten Garut.
Momentum peringatan HUT PDI perjuangan ini dirangkaikan dengan pelaksanaan tes tertulis susulan bagi calon pengurus PAC PDI Perjuangan. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen partai dalam menegakkan sistem meritokrasi, memperkuat kaderisasi, serta meningkatkan kualitas kepemimpinan struktural di tingkat kecamatan.

Ketua DPC PDI Perjuangan Garut, Ilham Faturohman, S.M., menjelaskan bahwa tes tertulis susulan merupakan lanjutan dari seleksi tahap pertama yang telah dilaksanakan pada awal Januari 2026. Pada tahap awal, seleksi diikuti oleh 189 peserta, sementara pada tes susulan tercatat sebanyak 62 peserta hadir.
“Tes tertulis ini merupakan bagian dari mekanisme organisasi untuk membangun sistem meritokrasi di tubuh partai. Ke depan, kami ingin pengurus PAC diisi oleh kader-kader yang kompeten, berintegritas, dan mampu meningkatkan kinerja partai secara maksimal,” ujar Ilham.
Ia menegaskan, seluruh tahapan seleksi dilaksanakan secara objektif, transparan, dan profesional. Penilaian hasil tes sepenuhnya menjadi kewenangan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan dengan melibatkan tim ahli dari sejumlah perguruan tinggi, di antaranya Universitas Pasundan dan Universitas Padjadjaran.
“Ini untuk memastikan tidak ada praktik KKN maupun nepotisme. Apa pun hasilnya, DPC akan menerima karena tujuan utamanya adalah membangun budaya meritokrasi di internal partai,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ilham menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-53 PDI Perjuangan juga menjadi momentum refleksi atas hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDI Perjuangan yang digelar secara nasional di Ancol, Jakarta. Dalam Rakernas tersebut, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan menyoroti berbagai tantangan global, mulai dari krisis iklim, ketimpangan ekonomi, ketidakpastian masa depan dunia, hingga meningkatnya konflik bersenjata di berbagai kawasan.
PDI Perjuangan, kata Ilham, menegaskan sikap ideologisnya terhadap isu-isu global dengan menolak agresi militer dan penculikan tokoh-tokoh politik dunia, serta terus memperjuangkan perdamaian dan kesetaraan antarbangsa sesuai nilai Pancasila dan ajaran Bung Karno.
Selain isu geopolitik, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri juga menaruh perhatian serius pada persoalan bencana ekologis. Partai menyampaikan belasungkawa atas bencana alam yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, serta mendorong pemerintah agar lebih serius dalam kebijakan tata ruang, pengendalian alih fungsi lahan, dan penghentian deforestasi.
“Bagi PDI Perjuangan, keselamatan rakyat dan kelestarian lingkungan hidup adalah sikap ideologis yang menyangkut masa depan anak cucu bangsa,” ujar Ilham.
Dalam konteks politik nasional maupun daerah, PDI Perjuangan menegaskan posisinya sebagai kekuatan politik penyeimbang, bukan oposisi. Dalam sistem presidensial, fungsi check and balances dipandang sebagai kebutuhan demokrasi yang sehat.
“Sikap politik penyeimbang ini juga kami terapkan di Kabupaten Garut. Kami akan mengawasi, mengamati, dan menganalisis setiap kebijakan Pemerintah Kabupaten Garut, mana yang berpihak pada kesejahteraan rakyat dan mana yang perlu diberikan masukan,” katanya.
PDI Perjuangan Garut, lanjut Ilham, siap bersikap kritis secara konstruktif, memberikan solusi, serta bermitra dengan pemerintah daerah, Forkopimda, dan seluruh elemen masyarakat demi terwujudnya keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat.
Sementara itu, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Garut, Dedi Hasan, S.E., menegaskan bahwa hasil Rakernas memberikan penekanan kuat agar seluruh kader bersikap pro-konservasi dan aktif dalam pelestarian lingkungan hidup. Menurutnya, Kabupaten Garut yang memiliki sekitar 70 persen kawasan hutan lindung harus dijaga sebagai daerah resapan air dan penyangga ekologis.
“Kami akan mendorong seluruh level organisasi partai untuk terlibat aktif dalam upaya perbaikan lingkungan hidup, menjaga keseimbangan antara alam dan manusia, antara pembangunan dan keadilan,” ujarnya.
Terkait evaluasi satu tahun kepemimpinan Bupati Garut Abdusy Syakur Amin dan Wakil Bupati Putri Karlina, PDI Perjuangan memilih bersikap objektif dan berbasis data. Evaluasi akan mengacu pada dokumen perencanaan dan penganggaran, seperti RPJMD, RKPD, APBD, hingga laporan pertanggungjawaban pemerintah daerah.
“Kami akan melihat sejauh mana program-program pembangunan yang dijanjikan dalam kampanye benar-benar didukung oleh anggaran dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Ukurannya jelas dan dapat dievaluasi secara terbuka,” pungkasnya. (Hil)









