KPK Gelar Operasi Senyap di Bekasi, 10 Orang Diamankan, Ruang Kerja Bupati Disegel

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 19 Desember 2025 - 08:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com 19 Desember 2025 Bekasi — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menunjukkan taringnya. Operasi senyap digelar di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dan langsung mengguncang pusat kekuasaan daerah. Dalam penyelidikan tertutup tersebut, sedikitnya 10 orang diamankan, menandai adanya dugaan serius praktik korupsi yang kini tengah dibongkar secara sistematis.

 

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan operasi tersebut dan menegaskan bahwa proses penindakan masih berlangsung. KPK, kata dia, tengah bekerja di lapangan dengan intensitas penuh dan tidak akan gegabah membuka detail perkara sebelum seluruh rangkaian pengamanan rampung.

 

“Benar, sedang ada kegiatan penyelidikan tertutup di lapangan. Masih berprogres. Sampai dengan saat ini, tim sudah mengamankan sekitar sepuluh orang,” ujar Budi, Kamis malam (18/12/2025).

 

Meski belum mengungkap konstruksi perkara, KPK menegaskan memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan. Batas waktu ini menjadi fase krusial yang akan menentukan apakah operasi senyap ini berujung pada penetapan tersangka atau pembongkaran jaringan yang lebih luas.

Baca Juga :  EkaRasa Strawbery, Berkat Binaan PNM Kini Neneng Marni Anggraeni Sukses Bawa Olahan Stroberi Garut ke Pasar Dunia

 

Di saat bersamaan, ruang kerja Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang resmi disegel. Berdasarkan informasi Antara, tiga penyidik KPK memasuki Gedung Bupati Bekasi sekitar pukul 19.00 WIB dengan menunjukkan identitas resmi. Penyegelan dilakukan terhadap dua akses pintu ruang kerja bupati, mempertegas bahwa penyelidikan telah menyentuh jantung kekuasaan daerah.

 

Seorang petugas keamanan mengungkapkan bahwa ketiga penyidik tersebut langsung menuju lantai dua dan berada di ruang kerja bupati selama sekitar 30 menit. Saat mereka keluar, ruang kerja itu telah dalam kondisi tersegel. Penyidik kemudian diduga meninggalkan gedung melalui jalur samping yang terhubung dengan bangunan lain, tanpa memberikan keterangan lebih lanjut kepada petugas setempat.

Baca Juga :  Solidaritas DPRD Garut: Yudha fuja Turnawan dan Aceng Latif Dorong Kolaborasi Pulihkan Rumah Korban Kebakaran

 

Langkah tegas KPK di Bekasi ini terjadi hanya sehari setelah OTT di wilayah Banten, Rabu (17/12/2025), yang mengamankan sembilan orang. Dalam operasi tersebut, KPK menyita uang tunai sekitar Rp900 juta, dan mengamankan aparat penegak hukum, penasihat hukum, serta pihak swasta—sebuah potret telanjang relasi kotor antara kekuasaan, hukum, dan uang.

 

Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto menegaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung terkait OTT di Banten dan akan menindaklanjuti hasilnya. Rangkaian operasi ini mengirim pesan keras: KPK sedang bergerak agresif, dan siapa pun yang terlibat tidak akan dilindungi oleh jabatan maupun institusi.

 

Publik kini menunggu satu hal—keberanian KPK membuka kasus ini secara terang-benderang. Penyegelan kantor bupati bukan sekadar prosedur, melainkan peringatan bahwa kekuasaan yang menyimpang akan selalu menemukan temboknya: hukum.

Berita Terkait

Regenerasi Golkar Jabar Daniel Mutaqien Syafiuddin Terpilih Jadi Ketua DPD Golkar Jabar, Momentum Kebangkitan Kader Muda
Pembina DKKG, H. Rudi Gunawan, S.H., M.H., M.P., Tekankan Penguatan Peran Budayawan dan Regulasi Kebudayaan
Cacan Cahyadi SH: Kepatuhan pada AD/ART Kunci Penguatan PPP Jelang Muscab Garut
Dirut PDAM Garut Dadan Hidayatulloh Buka Suara soal Kenaikan Biaya Admin, Siapkan Evaluasi Menyeluruh
HMI Garut Soroti Polemik Pernyataan Wakil Bupati: “Garut Butuh Kepemimpinan Selaras, Bukan Dualisme Di puncak Kekuasaan”
Jelang Purna Tugas, Sekda Garut Nurdin Yana Tegaskan Seleksi Terbuka Jabatan Sekda Digelar Juli 2026
Paripurna DPRD Garut Bahas LKPJ 2025, Ketua DPRD Tegaskan Evaluasi Kinerja Pemda dan Bentuk Pansus
MUSKERCAB I PCNU Garut Perkuat Konsolidasi, H. Aceng Malki Dorong Harlah NU 2026 Berdampak Sosial
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 20:07 WIB

Regenerasi Golkar Jabar Daniel Mutaqien Syafiuddin Terpilih Jadi Ketua DPD Golkar Jabar, Momentum Kebangkitan Kader Muda

Kamis, 2 April 2026 - 19:29 WIB

Pembina DKKG, H. Rudi Gunawan, S.H., M.H., M.P., Tekankan Penguatan Peran Budayawan dan Regulasi Kebudayaan

Selasa, 31 Maret 2026 - 21:49 WIB

Cacan Cahyadi SH: Kepatuhan pada AD/ART Kunci Penguatan PPP Jelang Muscab Garut

Selasa, 31 Maret 2026 - 19:34 WIB

Dirut PDAM Garut Dadan Hidayatulloh Buka Suara soal Kenaikan Biaya Admin, Siapkan Evaluasi Menyeluruh

Senin, 30 Maret 2026 - 23:40 WIB

HMI Garut Soroti Polemik Pernyataan Wakil Bupati: “Garut Butuh Kepemimpinan Selaras, Bukan Dualisme Di puncak Kekuasaan”

Berita Terbaru