Kerja Kolektif Polres Garut Berbuah Penghargaan Presiden RI di Program Swasembada Pangan

- Jurnalis

Rabu, 7 Januari 2026 - 17:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com – Kapolres Garut AKBP Yugi Bayu Hendarto, S.I.K., M.A.P., meraih penghargaan Satyalencana Wira Karya dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto atas dedikasi dan kontribusinya dalam mendukung pencapaian program swasembada pangan nasional tahun 2025.

 

Penghargaan tersebut tidak terlepas dari dukungan, arahan, dan atensi Kapolda Jawa Barat dalam mendorong jajaran kepolisian untuk aktif berperan dalam program ketahanan pangan.

 

Penghargaan ini diserahkan dalam rangkaian kegiatan Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan yang dilaksanakan di Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang. Rabu (7/1/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bentuk apresiasi pemerintah pusat kepada pihak-pihak yang berkontribusi nyata dalam mendukung kemandirian pangan nasional.

Baca Juga :  Ditinggalkan Tanpa Nafkah, JJ Suarakan Luka Batin Tak Terlihat : "Kami Tak Butuh Dikasiani, Kami Butuh Keadilan

 

Dalam pelaksanaannya, Kapolres Garut AKBP Yugi Bayu Hendarto, S.I.K., M.A.P., menindaklanjuti arahan Kapolda Jawa Barat dengan mengoptimalkan peran Polres Garut dalam program pertanian, khususnya penanaman jagung, melalui sinergi bersama pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat.

 

Sebagai bentuk dukungan langsung, pada tanggal 27 September 2025, Kapolda Jawa Barat melaksanakan kegiatan panen jagung di Kabupaten Garut, yang menjadi motivasi dan penguat semangat bagi jajaran Polres Garut dalam menjalankan program ketahanan pangan secara berkelanjutan.

 

Pada tahun 2025 kuartal III, Polres Garut berhasil melakukan penanaman jagung dengan total luas lahan 616,680 hektare, terdiri dari lahan LBS seluas 327,520 hektare dan lahan non LBS seluas 289,160 hektare. Sementara pada kuartal IV, luas lahan tanam mencapai 497,370 hektare, dengan rincian lahan LBS 2,540 hektare dan lahan non LBS 494,830 hektare.

Baca Juga :  Kabel Internet Semrawut di Kelurahan Jayawaras RW 03 Dinilai Membahayakan Warga

 

Hasil panen jagung dari program tersebut telah disalurkan ke Bulog Cabang Ciamis sebanyak 112,476 ton, sebagai kontribusi nyata Polres Garut dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas pangan nasional.

 

AKBP Yugi Bayu Hendarto menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh personel Polres Garut yang didukung penuh oleh arahan pimpinan, khususnya Kapolda Jawa Barat, serta dukungan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan terkait.

Berita Terkait

Di Tengah Krisis Pendidikan, Video Karaoke Diduga ASN Disdik Viral, GMNI Garut Desak Bupati Bertindak Tegas
Efisiensi Sekadar Slogan, Perjalanan Dinas Pejabat Mengabaikan Krisis Pendidikan
Pabrik Ciomy Berdiri di Lahan Sawah, Warga Mekargalih Desak Pemerintah Bertindak
Perizinan Kacau, Ritel Modern Tumbuh di Atas Jeritan Pedagang Kecil yang Diabaikan: Pemkab Garut Dinilai Tutup Mata
Menolak Lupa Tragedi Pesta Rakyat Garut: Tiga Nyawa Melayang, Tujuh Bulan Tanpa Kepastian Hukum
Gebyar Mandraguna Grow Indonesia, Letkol Inf Sihono Tekankan Pertanian sebagai Kekuatan Bangsa
Menjaga Amanat Reformasi, GMNI Garut Tolak Pilkada Tidak Langsung
Gebyar Eksklusif Mandraguna Grow Indonesia, Komitmen Dorong Pertanian Berkelanjutan
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 23:38 WIB

Di Tengah Krisis Pendidikan, Video Karaoke Diduga ASN Disdik Viral, GMNI Garut Desak Bupati Bertindak Tegas

Jumat, 16 Januari 2026 - 20:21 WIB

Efisiensi Sekadar Slogan, Perjalanan Dinas Pejabat Mengabaikan Krisis Pendidikan

Jumat, 16 Januari 2026 - 14:53 WIB

Pabrik Ciomy Berdiri di Lahan Sawah, Warga Mekargalih Desak Pemerintah Bertindak

Jumat, 16 Januari 2026 - 14:08 WIB

Perizinan Kacau, Ritel Modern Tumbuh di Atas Jeritan Pedagang Kecil yang Diabaikan: Pemkab Garut Dinilai Tutup Mata

Jumat, 16 Januari 2026 - 05:21 WIB

Menolak Lupa Tragedi Pesta Rakyat Garut: Tiga Nyawa Melayang, Tujuh Bulan Tanpa Kepastian Hukum

Berita Terbaru