Limbah Kulit Sukaregang Disulap Jadi Pupuk, Owner Mandraguna Jawab Keluhan Warga Sungai Garut

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 13 Januari 2026 - 16:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com 13 Januari 2026 — Persoalan pencemaran sungai di wilayah Kabupaten Garut kembali menjadi sorotan. PT Mandraguna Pusaka Indonesia mengambil langkah konkret dengan mengolah limbah kulit Sukaregang menjadi Pupuk Organik Cair (POC) Mandraguna sebagai upaya mengurangi dampak pencemaran lingkungan secara bertahap.

 

Owner POC Mandraguna, H. Muhamad Rian, menyatakan bahwa pencemaran sungai tidak bisa disikapi sebatas wacana. Menurutnya, diperlukan tindakan nyata yang melibatkan berbagai pihak untuk menghadirkan solusi berkelanjutan yang berdampak langsung bagi lingkungan dan masyarakat.

Sebagai bentuk kepedulian, H. Muhamad Rian bersama Adit Iskandar (Gus Bendot) melakukan kunjungan langsung ke sejumlah titik aliran sungai di wilayah Garut Kota. Kunjungan tersebut bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi limbah yang masuk ke sungai dan berdampak pada kualitas lingkungan.

Baca Juga :  GRIB Jaya Garut Tegas Tolak Radikalisme dalam Apel Kebangsaan

Selain meninjau lokasi, rombongan juga bersilaturahmi dan berdialog dengan warga bantaran sungai yang selama ini merasakan langsung dampak pencemaran.

 

Warga menyampaikan keluhan terkait kondisi air sungai serta harapan adanya solusi nyata yang berkelanjutan.

H. Muhamad Rian menegaskan bahwa limbah tidak selalu menjadi sumber masalah. Jika dikelola dengan benar, limbah justru dapat diolah menjadi produk bernilai guna yang memberi manfaat bagi lingkungan dan sektor pertanian.

Baca Juga :  Kerja Keras Polsek Karangpawitan dan Tim SAR Berbuah Hasil, Korban Hanyut di Sungai Cimanuk Ditemukan

 

Melalui inovasi POC Mandraguna, limbah kulit dukaregang yang sebelumnya berpotensi mencemari sungai kini diolah menjadi pupuk organik cair yang ramah lingkungan dan bermanfaat bagi petani.

 

PT Mandraguna Pusaka Indonesia menilai upaya ini tidak hanya berdampak pada pengurangan pencemaran, tetapi juga berkontribusi dalam mendorong praktik pertanian organik dan berkelanjutan di Kabupaten Garut.

 

Ke depan, PT Mandraguna Pusaka Indonesia membuka ruang kolaborasi dengan masyarakat, pemerintah, dan berbagai pihak terkait untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan serta mewujudkan pertanian yang mandiri, sehat, dan berdaya saing.

 

Berita Terkait

Cegah Cyberbullying, DPPKBPPPA Garut Gaungkan Bela Negara Digital dan Peran Orang Tua
Perkuat Perlindungan Anak, DPPKBPPPA Garut Edukasi Siswa SMP soal Bahaya Bullying dan Bijak Bermedia Sosial
Febbie A. Zam Zami Soroti Melemahnya Otoritas Kepakaran di Tengah Banjir Informasi Digital
Aliansi Mahasiswa Soroti Kekosongan Dirut PDAM Tirtawening, Desak Seleksi Transparan
Satkar Ulama Garut Resmi Dilantik, Tegaskan Komitmen Pengabdian dan Persatuan Umat
Alih Fungsi Lahan Tak Terkendali dan Minim RTH, Industri Leles Terancam Krisis Lingkungan
HMI Cabang Garut Serahkan Dua Policy Brief Strategis kepada Bupati, Soroti BUMD dan TJSLP
Paripurna LKPJ 2025, Fraksi Golkar Tekankan Pentingnya Pengelolaan Media Sosial dan Jaga Komunikasi 
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 21:33 WIB

Cegah Cyberbullying, DPPKBPPPA Garut Gaungkan Bela Negara Digital dan Peran Orang Tua

Kamis, 30 April 2026 - 21:23 WIB

Perkuat Perlindungan Anak, DPPKBPPPA Garut Edukasi Siswa SMP soal Bahaya Bullying dan Bijak Bermedia Sosial

Kamis, 30 April 2026 - 20:16 WIB

Febbie A. Zam Zami Soroti Melemahnya Otoritas Kepakaran di Tengah Banjir Informasi Digital

Kamis, 30 April 2026 - 00:04 WIB

Aliansi Mahasiswa Soroti Kekosongan Dirut PDAM Tirtawening, Desak Seleksi Transparan

Rabu, 29 April 2026 - 20:06 WIB

Satkar Ulama Garut Resmi Dilantik, Tegaskan Komitmen Pengabdian dan Persatuan Umat

Berita Terbaru