Gebyar Eksklusif Mandraguna Grow Indonesia, Komitmen Dorong Pertanian Berkelanjutan

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 15 Januari 2026 - 19:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com — Kegiatan Gebyar Mandraguna Eksklusif Kabupaten Garut berlangsung meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari para petani serta mitra pertanian, Kamis (15/1/2026). Acara yang digelar di EFTILU, Jalan Cikajang, Kabupaten Garut ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus penguatan kemitraan antara PT Mandraguna Pusaka Indonesia dengan petani di berbagai wilayah Garut.

 

Ratusan peserta hadir dalam kegiatan tersebut, terdiri dari petani, distributor, serta mitra usaha Mandraguna. Acara dikemas menarik melalui pemaparan produk unggulan, motivasi pertanian, serta pembagian berbagai hadiah sebagai bentuk apresiasi atas loyalitas petani.

 

Sejumlah hadiah utama turut disiapkan panitia, di antaranya dua unit sepeda motor Honda Beat, dua unit motor listrik, dua unit televisi LCD 32 inci, dua kulkas, dua mesin cuci, sepuluh rice cooker, dispenser, setrika, kompor, tungku, serta ratusan hadiah hiburan lainnya seperti tangki semprot dan peralatan pertanian. Deretan hadiah tersebut menjadi daya tarik tersendiri dan menambah semarak suasana acara.

Founder PT Mandraguna Pusaka Indonesia, H. Rian, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Gebyar Mandraguna Eksklusif merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian sekaligus kesejahteraan petani.

 

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan semangat dan penghargaan kepada para petani yang selama ini menjadi garda terdepan ketahanan pangan. Mandraguna hadir bukan hanya sebagai produk, tetapi sebagai mitra strategis petani,” ujarnya.

Baca Juga :  Rumah Reyot Terabaikan, Data Dipertanyakan: Ada Apa dengan Dinas Sosial Garut?

 

Lebih lanjut, H. Rian menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti 100 peserta terpilih yang merupakan perwakilan ketua kelompok tani dan petani dari berbagai kecamatan di Kabupaten Garut.

Pembatasan peserta dilakukan secara sengaja agar kegiatan ini berfungsi sebagai training of trainers (ToT), sehingga para peserta dapat menjadi penggerak dan penyambung edukasi bagi petani lainnya di wilayah masing-masing.

 

Peserta berasal dari sejumlah sentra pertanian, seperti Cikajang, Cisurupan, Garut Selatan, Singajaya, hingga Bungbulang. Mereka dikenal sebagai petani binaan yang dinilai konsisten dan militan dalam menerapkan pertanian ramah lingkungan melalui penggunaan pupuk organik cair Mandraguna Grow.

 

Menurutnya, kegiatan ini mencerminkan simbiosis mutualisme antara perusahaan dan petani. Perusahaan memberikan pendampingan dan inovasi produk, sementara petani berkontribusi nyata dalam menjaga keberlanjutan lingkungan, terutama di Kabupaten Garut yang juga menghadapi tekanan lingkungan dari sektor industri.

 

“Gebyar ini bukan sekadar seremoni, tetapi bentuk saling menghargai. Kami menghargai petani, dan petani pun menghargai inovasi yang kami hadirkan,” kata H. Rian.

Baca Juga :  Eks Ketua PBVSI Jabar MQ. Iswara Kagumi Langkah Bupati Garut Bangun Olahraga

 

Ke depan, PT Mandraguna Pusaka Indonesia menargetkan Mandraguna Grow menjadi pupuk organik unggulan asal Kabupaten Garut. Produk ini diklaim lahir dari pemanfaatan potensi lingkungan lokal dan dirancang untuk menjawab persoalan degradasi lahan pertanian yang kian kehilangan unsur hara.

 

“Tanah pertanian saat ini banyak mengalami kerusakan mikroorganisme. Mandraguna Grow hadir sebagai solusi nutrisi tanah. Bahkan, produk kami merupakan pupuk dengan pola nutrisi berbasis asam lemak hewani pertama dan satu-satunya di Indonesia,” jelasnya.

 

Terkait harga, pihak perusahaan menegaskan bahwa Mandraguna Grow ditawarkan secara ekonomis, namun tetap mengedepankan kualitas sebagai faktor utama.

 

“Petani tidak hanya melihat harga, tetapi manfaat dan hasil di lapangan. Ketika kualitas terbukti, petani akan menggunakan produk itu dengan sendirinya,” pungkasnya.

 

Para peserta menyambut positif kegiatan tersebut. Mereka menilai Gebyar Mandraguna Eksklusif tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga menambah wawasan, motivasi, serta semangat untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan. Kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut dan memberikan dampak nyata bagi kemajuan sektor pertanian di Kabupaten Garut. (Hil)

 

Berita Terkait

“Ada Apa dengan Dinsos Garut?” Sengketa Lahan Sekolah Rakyat di Samarang Tak Kunjung Tuntas
Warga Cidahu Dilanda Kekhawatiran, Amblesan Tanah dan Dugaan Kebocoran Situ Mengancam Permukiman Desak Pemkab Garut Bertindak Cepat
Warga Resah, Dugaan Peredaran Obat Terlarang Terjadi Tak Jauh dari Polres Garut
“On The Track” atau Sekadar Retorika? Aktivis Bongkar Klaim Investasi yang Dinilai Tak Sejahterakan Rakyat
Ingin Kerja ke Jepang? LPK Bogakabisa Siapkan Beasiswa Kaigo dan Pelatihan Skill Worker, Solusi Karier Internasional bagi Generasi Muda Garut
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Dilaporkan Meninggal Dunia
Komitmen Program KB Berbuah Manis, DPPKBPPPA Garut Ukir Prestasi, Raih Penghargaan di Rakorda Bangga Kencana 2026
Program PTSL 2026 Dikebut, GMNI Garut: Jangan Tutupi Masalah Lama dengan Target 23 Ribu Sertifikat
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 13:21 WIB

“Ada Apa dengan Dinsos Garut?” Sengketa Lahan Sekolah Rakyat di Samarang Tak Kunjung Tuntas

Selasa, 3 Maret 2026 - 18:31 WIB

Warga Cidahu Dilanda Kekhawatiran, Amblesan Tanah dan Dugaan Kebocoran Situ Mengancam Permukiman Desak Pemkab Garut Bertindak Cepat

Selasa, 3 Maret 2026 - 14:52 WIB

Warga Resah, Dugaan Peredaran Obat Terlarang Terjadi Tak Jauh dari Polres Garut

Senin, 2 Maret 2026 - 21:13 WIB

“On The Track” atau Sekadar Retorika? Aktivis Bongkar Klaim Investasi yang Dinilai Tak Sejahterakan Rakyat

Senin, 2 Maret 2026 - 20:02 WIB

Ingin Kerja ke Jepang? LPK Bogakabisa Siapkan Beasiswa Kaigo dan Pelatihan Skill Worker, Solusi Karier Internasional bagi Generasi Muda Garut

Berita Terbaru