Nusaharianmedia.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Garut menggelar kegiatan buka puasa bersama yang dirangkaikan dengan konsolidasi organisasi serta pendidikan politik bagi para kader dan simpatisan partai, Jumat (13/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor DPC Partai Demokrat Garut, Jalan Proklamasi, tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Badan Pembinaan Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (BPOKK) DPD Partai Demokrat Jawa Barat, Ahmad Bajuri, serta anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi Partai Demokrat. Turut hadir jajaran pengurus DPC, DPAC, hingga pengurus ranting dari berbagai wilayah di Kabupaten Garut.
Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Garut, Aman Nurjaman, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat soliditas internal partai sekaligus meningkatkan pemahaman politik kader di tingkat daerah.

Menurutnya, konsolidasi organisasi menjadi langkah penting agar seluruh struktur partai tetap kompak dan mampu menjalankan peran politik secara optimal di tengah masyarakat.
“Melalui momentum buka bersama dan konsolidasi ini, kami ingin memperkuat kebersamaan sekaligus mempertegas komitmen seluruh kader untuk terus hadir dan bekerja bagi masyarakat. Partai Demokrat di Garut harus tetap solid, kompak, dan terus membangun kepercayaan publik,” ujar Aman.
Ia menegaskan bahwa selama empat tahun kepemimpinannya, fondasi organisasi Partai Demokrat di Kabupaten Garut telah dibangun cukup kuat. Meski demikian, seluruh kader diingatkan agar tidak terlena dalam zona nyaman.
Menurut Aman, selain menjaga basis massa yang sudah ada, kader juga harus mampu memperluas pengaruh partai di tengah masyarakat.
“Soliditas dari DPC hingga ranting adalah modal utama. Namun ekspansi juga menjadi keharusan. Kita tidak hanya menjaga basis yang ada, tetapi juga harus mampu merebut ruang-ruang baru di setiap pelosok Garut,” tegasnya.
Sementara itu, dalam sesi pendidikan politik, Ahmad Bajuri menekankan pentingnya kerja nyata kader di lapangan serta penguatan organisasi hingga ke tingkat akar rumput.
Ia menyebut bahwa konsolidasi organisasi dan pendidikan politik merupakan langkah strategis untuk memastikan seluruh struktur partai berjalan searah dengan visi perjuangan Partai Demokrat.
Menurutnya, perjuangan politik harus selalu berorientasi pada kepentingan masyarakat. Karena itu, kader Demokrat harus berada di garis depan dalam memperjuangkan kebutuhan rakyat.
“Kita berjuang melihat apa yang dibutuhkan masyarakat. Jika ada hal yang baik, kita dorong agar segera diberikan kepada masyarakat. Pemerintah yang baik harus kita dukung dan kita perjuangkan lebih dulu,” ujarnya.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa Partai Demokrat juga memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan antara pemerintah dan masyarakat.
“Kalau ada kebijakan yang kurang pro-rakyat, kita harus berani memberikan masukan. Inilah fungsi keseimbangan kita dalam politik, agar pemerintah mendapatkan dukungan sekaligus kritik yang membangun,” katanya.
Bajuri juga menekankan bahwa tujuan akhir dari aktivitas politik adalah memperjuangkan kepentingan masyarakat. Oleh karena itu, seorang politisi harus memiliki kepekaan terhadap aspirasi rakyat.
“Ending dari politik itu adalah kepentingan masyarakat. Maka seorang politisi harus memiliki telinga yang lebar untuk mendengar keluhan masyarakat,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan pentingnya peran anggota dewan dalam memberikan masukan konstruktif kepada pemerintah daerah serta menjaga soliditas partai di tengah dinamika politik yang semakin kompetitif.
Selain itu, Bajuri menyinggung pengalaman Partai Demokrat ketika menghadapi upaya pengambilalihan partai oleh pihak luar beberapa waktu lalu. Menurutnya, peristiwa tersebut harus menjadi pelajaran penting agar kader semakin memperkuat kebersamaan dan loyalitas terhadap partai.
Ia menegaskan bahwa kekuatan partai ke depan akan sangat ditentukan oleh kerja nyata kader di lapangan, termasuk dalam meningkatkan jumlah keanggotaan melalui program Kartu Tanda Anggota (KTA).
“Partai ini adalah mesin yang harus terus bergerak. Jangan ada pengurus yang hanya menempel nama di SK tanpa kerja nyata. Kita membutuhkan kader yang benar-benar bekerja di lapangan, termasuk dalam mendorong peningkatan KTA secara masif,” tegasnya.
Sementara itu, Aman Nurjaman juga mengingatkan seluruh kader mengenai arahan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, serta Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat, Anton Sukartono Suratto.
Ia menegaskan bahwa seluruh jajaran partai, termasuk Fraksi Partai Demokrat di legislatif serta organisasi sayap seperti Srikandi Demokrat, harus terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian dari perjuangan politik yang berpihak kepada rakyat.
Kegiatan tersebut kemudian ditutup dengan tausiyah Ramadan yang disampaikan oleh Ahmad Taufan Zein serta pemberian bingkisan Lebaran kepada para kader sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam memperkuat Partai Demokrat di Kabupaten Garut.
Melalui kegiatan ini, DPC Partai Demokrat Kabupaten Garut berharap dapat terus memperkuat struktur organisasi sekaligus meningkatkan peran partai dalam menyerap serta memperjuangkan aspirasi masyarakat. (Hilman)









