Gebyar Mandraguna Grow Indonesia, Letkol Inf Sihono Tekankan Pertanian sebagai Kekuatan Bangsa

- Jurnalis

Kamis, 15 Januari 2026 - 22:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com Garut, 15 Januari 2026 — Gebyar Eksklusif Mandraguna Grow Indonesia menjadi momentum penting dalam memperkuat kesadaran kolektif tentang peran strategis sektor pertanian sebagai fondasi ketahanan pangan, kesejahteraan masyarakat, sekaligus bagian tak terpisahkan dari ketahanan nasional. Kegiatan ini tidak hanya menyoroti inovasi pertanian ramah lingkungan, tetapi juga menyatukan nilai spiritual, kebangsaan, dan visi pembangunan nasional.

 

Dalam sambutannya, Letkol Inf Sihono menegaskan bahwa aktivitas menumbuhkan pertanian bukan sekadar kegiatan ekonomi, melainkan sebuah ikhtiar mulia di hadapan Tuhan Yang Maha Esa.

 

“Menumbuhkan itu bisa menciptakan tersedianya pangan, dan itu merupakan kemuliaan di hadapan Tuhan Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ujarnya.

 

Ia menekankan bahwa sektor pertanian sejalan dengan visi dan misi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, khususnya dalam mewujudkan swasembada pangan serta pertanian berkelanjutan demi kesejahteraan petani. Menurutnya, ketika petani mampu mengelola lahan dengan metode yang benar, nutrisi yang tepat, serta menghasilkan produk berkualitas, maka secara langsung mereka telah berkontribusi dalam menyukseskan program strategis pemerintah.

Baca Juga :  DPP PPRG INDONESIA Dukung Kepemimpinan Baru Bupati dan Wakil Bupati Garut 2025-2030

 

“Dengan hasil yang baik, alam yang terjaga, dan produksi yang berkelanjutan, itu sudah membantu program pemerintah. Pertanian yang sehat akan melahirkan kesejahteraan,” katanya.

 

Lebih lanjut, Letkol Inf Sihono menegaskan bahwa pertanian memiliki keterkaitan erat dengan pertahanan nasional. Ia menilai bahwa isu pertahanan tidak dapat dipisahkan dari ketersediaan pangan dan kesejahteraan rakyat. Dalam konteks tersebut, ia turut menyinggung rencana penguatan institusi TNI yang kerap disalahpahami oleh sebagian masyarakat.

 

“Jangan salah persepsi. Penguatan TNI bukan semata soal jumlah personel, tetapi untuk memastikan negara ini kuat dan rakyatnya sejahtera. Ketahanan pangan adalah bagian dari ketahanan nasional,” tegasnya.

 

Selain itu, ia juga menyampaikan besarnya peluang bagi generasi muda untuk berkarier dan mengabdi melalui TNI. Ia mengajak masyarakat agar mempersiapkan anak-anaknya sejak dini, baik secara fisik, mental, maupun moral, serta memandang kesempatan tersebut sebagai bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara.

Baca Juga :  KPK Tetapkan Eks Menag RI Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Kuota Haji

 

Menutup pernyataannya, Letkol Inf Sihono berharap inovasi pertanian melalui Mandraguna Grow Indonesia dapat menjadi jalan kesejahteraan bagi masyarakat Garut dan sekitarnya, serta mampu menginspirasi daerah lain di Indonesia.

 

“Kita harus bertekad, upaya melalui Mandraguna Grow ini bisa mensejahterakan masyarakat Garut dan masyarakat Indonesia. Semoga negeri ini semakin sejahtera, dan para pemimpin kita diberi keselamatan serta keberhasilan dalam mewujudkan cita-cita bangsa,” pungkasnya.

 

Gebyar Eksklusif Mandraguna Grow Indonesia pun menjadi simbol sinergi antara pertanian, lingkungan, spiritualitas, dan nasionalisme—sebuah ikhtiar bersama menuju Indonesia yang mandiri, sejahtera, dan berdaulat. (Hil)

Berita Terkait

Efisiensi Sekadar Slogan, Perjalanan Dinas Pejabat Mengabaikan Krisis Pendidikan
Pabrik Ciomy Berdiri di Lahan Sawah, Warga Mekargalih Desak Pemerintah Bertindak
Perizinan Kacau, Ritel Modern Tumbuh di Atas Jeritan Pedagang Kecil yang Diabaikan: Pemkab Garut Dinilai Tutup Mata
Menolak Lupa Tragedi Pesta Rakyat Garut: Tiga Nyawa Melayang, Tujuh Bulan Tanpa Kepastian Hukum
Menjaga Amanat Reformasi, GMNI Garut Tolak Pilkada Tidak Langsung
Gebyar Eksklusif Mandraguna Grow Indonesia, Komitmen Dorong Pertanian Berkelanjutan
HUT ke-53 PDI Perjuangan di Garut: Doa Bersama, Potong Tumpeng, dan Penegasan Arah Politik Penyeimbang
Anak Sekolah Jadi Korban Keterlambatan Berulang, Dapur SPPG Bojong Banjarwangi Didesak Dievaluasi
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 20:21 WIB

Efisiensi Sekadar Slogan, Perjalanan Dinas Pejabat Mengabaikan Krisis Pendidikan

Jumat, 16 Januari 2026 - 14:53 WIB

Pabrik Ciomy Berdiri di Lahan Sawah, Warga Mekargalih Desak Pemerintah Bertindak

Jumat, 16 Januari 2026 - 14:08 WIB

Perizinan Kacau, Ritel Modern Tumbuh di Atas Jeritan Pedagang Kecil yang Diabaikan: Pemkab Garut Dinilai Tutup Mata

Jumat, 16 Januari 2026 - 05:21 WIB

Menolak Lupa Tragedi Pesta Rakyat Garut: Tiga Nyawa Melayang, Tujuh Bulan Tanpa Kepastian Hukum

Kamis, 15 Januari 2026 - 22:52 WIB

Gebyar Mandraguna Grow Indonesia, Letkol Inf Sihono Tekankan Pertanian sebagai Kekuatan Bangsa

Berita Terbaru