Kesbangpol Garut Dorong Kemandirian Perempuan di Musda Pemudi PERSIS Ke-VII: Perempuan Berdaya, Organisasi Maju

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 6 Mei 2025 - 11:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut,Nusaharianmedia.com – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Garut, Nurrodhin, hadir sekaligus menjadi narasumber dalam Musyawarah Daerah (Musda) ke-VII Pimpinan Daerah (PD) Pemudi Persatuan Islam (PERSIS) Garut. Acara ini digelar di Aula PD PERSIS Garut, Jalan Guntur Melati, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, pada Minggu (04/05/2025).

Dengan mengusung tema “Menguatkan Peran Pemudi PERSIS Sebagai Al-Mar’atu Ash Sholihah yang Berkhidmat pada Jamiyyah”, kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi kaum perempuan muslimah di Garut untuk memperkuat kiprah dan kontribusinya dalam masyarakat.

Dalam sambutannya, Nurrodhin menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Musda yang menjadi ruang bagi kader-kader muda perempuan untuk berorganisasi, beraktualisasi, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan zaman. Ia mengingatkan bahwa perempuan memiliki peran signifikan dalam pembangunan bangsa, baik di sektor sosial, ekonomi, budaya, maupun politik.

Salah satu isu penting yang disoroti Nurrodhin adalah kesetaraan gender. Ia menegaskan bahwa kesetaraan antara laki-laki dan perempuan perlu dipahami secara utuh, tidak hanya sekadar persamaan hak, tetapi juga pengakuan atas kodrat dan perbedaan hakikat penciptaan.

“Allah menciptakan manusia dengan dua jenis, laki-laki dan perempuan, masing-masing punya kodrat dan peran. Tidak semua situasi bisa disamaratakan, karena ada perbedaan mendasar yang harus kita pahami,” ujar Nurrodhin di hadapan peserta Musda.

Ia melanjutkan, kesetaraan gender yang dimaksud adalah pemberian kesempatan yang sama dalam berbagai aspek kehidupan. Menurutnya, sejarah mencatat bahwa dahulu perempuan mengalami diskriminasi, termasuk dalam akses pendidikan. Namun saat ini, perempuan memiliki peluang yang sama untuk mengenyam pendidikan setinggi mungkin.

“Dulu perempuan tidak diperbolehkan sekolah tinggi, sekarang perempuan bisa sekolah setinggi-tingginya sesuai kemampuan. Itu bentuk kesetaraan dalam kesempatan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Nurrodhin mengingatkan peserta Musda tentang tantangan zaman berupa disrupsi di berbagai bidang, mulai dari teknologi, ekonomi, hingga budaya. Ia menekankan pentingnya kaum perempuan untuk terus belajar, beradaptasi, dan meningkatkan kapasitas diri agar tidak tertinggal.

“Kejar cita-cita setinggi-tingginya, raih ilmu sebanyak-banyaknya, tapi jangan lupa hakikat kita sebagai makhluk ciptaan Allah. Tetap pegang nilai-nilai agama, akhlak, dan peran perempuan yang sesuai dengan syariat,” pesannya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua PD Pemudi PERSIS Kabupaten Garut, Anggi Rahmayani, menyampaikan bahwa Musda ke-VII ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tiga tahun sekali. Musda menjadi ajang evaluasi program kerja sekaligus pemilihan kepemimpinan baru.

“Tahun ini kami mengusung tema Al-Mar’atu Ash Sholihah yang Berkhidmat pada Jamiyyah, agar setiap kader Pemudi PERSIS tidak hanya menjadi anggota organisasi, tetapi juga menjadi perempuan sholehah yang mengabdi untuk kemajuan Jamiyyah,” ungkap Anggi.

Ia juga mengapresiasi kehadiran dan materi yang disampaikan Kepala Kesbangpol Garut, khususnya terkait penguatan ekonomi perempuan. Menurut Anggi, perempuan perlu mandiri secara ekonomi untuk mendukung peran dan kontribusinya dalam keluarga, masyarakat, dan organisasi.

“Pak Nurrodhin menyampaikan pentingnya perempuan mandiri secara ekonomi. Ini menjadi motivasi bagi kami semua untuk terus meningkatkan keterampilan, keahlian, dan memberdayakan diri dalam berbagai sektor,” tambahnya.

Anggi berharap Musda ke-VII ini dapat menghasilkan kepengurusan yang lebih solid, program kerja yang lebih inovatif, serta memperkuat kerja sama antara Pemudi PERSIS dengan pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat.

“Semoga ketua yang terpilih nanti bisa membawa Pemudi PERSIS lebih maju, lebih aktif, dan lebih bermanfaat bagi masyarakat, sesuai dengan visi organisasi dan tuntutan zaman,” harapnya.

Selain pembahasan isu strategis, Musda ke-VII ini juga menjadi ajang konsolidasi kader dan penyusunan program kerja yang berorientasi pada penguatan peran perempuan dalam berbagai bidang, termasuk dakwah, sosial, pendidikan, dan ekonomi. Para peserta yang hadir berasal dari berbagai cabang Pemudi PERSIS se-Kabupaten Garut, dengan semangat kebersamaan dan keinginan kuat untuk berkontribusi lebih luas.

Musyawarah Daerah ke-VII PD Pemudi PERSIS Garut ini diharapkan tidak hanya melahirkan kepemimpinan baru yang visioner, tetapi juga menguatkan jaringan organisasi dalam mendukung peran perempuan muslimah yang berdaya, berilmu, dan berakhlak mulia, sesuai dengan ajaran Islam dan dinamika masyarakat modern. (Eldy)
Baca Juga :  Perempuan Berdaya, Keluarga Sejahtera: Catatan Hari Ibu dari WBI Garut tentang Penguatan Peran Perempuan dalam Mendorong UMKM

Berita Terkait

Keselamatan Warga Jadi Prioritas, Camat Karangpawitan dan BPBD Gerak Cepat Respon Aduan Tinjau Situ Cidahu
“Ada Apa dengan Dinsos Garut?” Sengketa Lahan Sekolah Rakyat di Samarang Tak Kunjung Tuntas
Warga Cidahu Dilanda Kekhawatiran, Amblesan Tanah dan Dugaan Kebocoran Situ Mengancam Permukiman Desak Pemkab Garut Bertindak Cepat
Warga Resah, Dugaan Peredaran Obat Terlarang Terjadi Tak Jauh dari Polres Garut
“On The Track” atau Sekadar Retorika? Aktivis Bongkar Klaim Investasi yang Dinilai Tak Sejahterakan Rakyat
Ingin Kerja ke Jepang? LPK Bogakabisa Siapkan Beasiswa Kaigo dan Pelatihan Skill Worker, Solusi Karier Internasional bagi Generasi Muda Garut
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Dilaporkan Meninggal Dunia
Komitmen Program KB Berbuah Manis, DPPKBPPPA Garut Ukir Prestasi, Raih Penghargaan di Rakorda Bangga Kencana 2026
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 18:48 WIB

Keselamatan Warga Jadi Prioritas, Camat Karangpawitan dan BPBD Gerak Cepat Respon Aduan Tinjau Situ Cidahu

Rabu, 4 Maret 2026 - 13:21 WIB

“Ada Apa dengan Dinsos Garut?” Sengketa Lahan Sekolah Rakyat di Samarang Tak Kunjung Tuntas

Selasa, 3 Maret 2026 - 18:31 WIB

Warga Cidahu Dilanda Kekhawatiran, Amblesan Tanah dan Dugaan Kebocoran Situ Mengancam Permukiman Desak Pemkab Garut Bertindak Cepat

Selasa, 3 Maret 2026 - 14:52 WIB

Warga Resah, Dugaan Peredaran Obat Terlarang Terjadi Tak Jauh dari Polres Garut

Senin, 2 Maret 2026 - 21:13 WIB

“On The Track” atau Sekadar Retorika? Aktivis Bongkar Klaim Investasi yang Dinilai Tak Sejahterakan Rakyat

Berita Terbaru