Rp296 Miliar Anggaran Jalan Disorot, Diduga Terkonsentrasi di Wilayah Asal Kadis PUPR, Gerindra Murka

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com 14 Agustus 2026 – Alokasi anggaran perbaikan infrastruktur jalan sebesar Rp296 miliar di Kabupaten Garut menuai sorotan tajam. Sejumlah anggota DPRD mempertanyakan distribusi anggaran yang dinilai tidak merata dan diduga terkonsentrasi di wilayah tertentu, yang disebut-sebut merupakan tanah kelahiran pejabat di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

 

Sorotan tersebut mencuat dalam pembahasan internal Badan Anggaran (Banggar) DPRD Garut. Anggota Fraksi Gerindra, Agus Sutarman, secara terbuka menyampaikan kekecewaannya terhadap kebijakan alokasi anggaran tersebut.

 

Dalam forum itu, Agus menilai terdapat ketimpangan signifikan dalam pembagian anggaran. Ia menyoroti adanya indikasi bahwa sebagian besar anggaran justru terfokus pada satu daerah pemilihan (dapil) yang dikaitkan dengan wilayah asal pejabat PUPR.

 

“Anggaran sebesar ini seharusnya menyentuh kebutuhan masyarakat secara merata, bukan hanya terpusat di wilayah tertentu,” tegasnya.

Baca Juga :  Ketua Komite SMKN 12 Garut Bantah Ada Permintaan Ganti Wastafel, Tegaskan Kerusakan Menjadi Tanggung Jawab Sekolah

 

Berdasarkan informasi yang berkembang, dari total Rp296 miliar tersebut, sekitar Rp160 miliar diduga dialokasikan pada satu wilayah tertentu. Sementara itu, sejumlah daerah lain yang telah lama mengusulkan perbaikan jalan justru tidak masuk dalam prioritas pembangunan tahun anggaran berjalan.

 

Wilayah selatan Garut, termasuk Kecamatan Banjarwangi, menjadi salah satu contoh yang disorot. Kondisi jalan di kawasan tersebut dinilai memprihatinkan, namun belum mendapatkan perhatian serius dalam alokasi anggaran. Padahal, usulan perbaikan telah berulang kali diajukan melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

 

Situasi ini memicu kekecewaan sekaligus menimbulkan pertanyaan terkait dasar penentuan prioritas pembangunan oleh Dinas PUPR. Sejumlah anggota dewan menduga adanya ketidakseimbangan dalam proses perencanaan yang berpotensi mengabaikan prinsip pemerataan pembangunan.

 

Selain itu, dalam pembahasan juga muncul kekhawatiran terkait mekanisme pelaksanaan proyek. Beberapa anggota DPRD menyinggung kemungkinan penggunaan skema penunjukan langsung (PL) dalam sejumlah paket pekerjaan, yang dinilai perlu diawasi ketat agar tetap sesuai regulasi dan tidak membuka celah penyimpangan.

Baca Juga :  Ketua DPRD Garut Hadiri Upacara Hari Santri, Ajak Santri Jadi Karya Terdepan untuk Kemajuan Daerah

 

Menanggapi polemik tersebut, Fraksi Gerindra menyatakan sikap tegas dan mendesak pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan anggaran infrastruktur. Mereka menekankan pentingnya pembangunan yang adil, transparan, dan berbasis kebutuhan riil masyarakat di seluruh wilayah Garut.

 

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas PUPR Kabupaten Garut belum memberikan keterangan resmi terkait isu tersebut. Klarifikasi dari pihak terkait dinilai penting guna menjawab berbagai spekulasi yang berkembang di tengah publik.

 

Polemik ini menjadi pengingat bahwa pengelolaan anggaran publik harus dilakukan secara transparan dan berkeadilan, terutama dalam sektor infrastruktur yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

Editor : Redaksi Nusaharianmedia

Berita Terkait

Suyudi Ario Seto Resmi Jadi Kapolri, Estafet Kepemimpinan Polri Berganti
Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar
DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita
ABAG Desak Tramadol Ditangani Serius, Ayi Suryana Tegaskan DPRD Kawal Lewat Fungsi Pengawasan dan Telusuri Pemasok
Ketua PA GMNI Bung Kalam Ucapkan Selamat kepada Abdusy Syakur Amin, Dorong Golkar Garut Jadi Partai Modern dan Transformatif
Strategi Baru Dongkrak PAD, Bapenda Garut Hadirkan Split Payment dan Libatkan Konsumen Lewat Inovasi UAS
Dorong Pertumbuhan CASA, BRI BO Cibadak Beri Penghargaan kepada Dua Agen BRILink
Gerilya Para Pemburu Kursi Sekda Garut: Manuver Senyap Kandidat Pengganti Nurdin Yana Mulai Terendus
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:50 WIB

Suyudi Ario Seto Resmi Jadi Kapolri, Estafet Kepemimpinan Polri Berganti

Senin, 21 September 2026 - 22:39 WIB

Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar

Senin, 21 September 2026 - 22:34 WIB

DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita

Senin, 21 September 2026 - 22:04 WIB

ABAG Desak Tramadol Ditangani Serius, Ayi Suryana Tegaskan DPRD Kawal Lewat Fungsi Pengawasan dan Telusuri Pemasok

Jumat, 18 September 2026 - 20:49 WIB

Strategi Baru Dongkrak PAD, Bapenda Garut Hadirkan Split Payment dan Libatkan Konsumen Lewat Inovasi UAS

Berita Terbaru