Syam Yousef Djojo: Bupati Harus Segera Evaluasi Disdik di Tengah Isu Mahar Korwil

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 24 Mei 2026 - 05:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com 23 Mei 2026 – Mencuatnya isu dugaan “mahar jabatan” dalam pengangkatan Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan di Kabupaten Garut terus menuai sorotan. Di tengah polemik tersebut, desakan agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap Dinas Pendidikan (Disdik) semakin menguat.

Tokoh hukum Garut, Syam Yousef Djojo, menegaskan bahwa Bupati Garut harus segera mengambil langkah tegas dan tidak membiarkan isu ini berlarut tanpa kejelasan.

 

“Bupati harus segera melakukan evaluasi menyeluruh di tubuh Disdik. Jangan sampai isu ini terus berkembang tanpa penanganan yang jelas,” ujarnya.

Menurutnya, dugaan adanya praktik “mahar” dalam jabatan, jika benar terjadi, merupakan persoalan serius yang berpotensi mencederai integritas birokrasi, khususnya di sektor pendidikan.

Baca Juga :  Ketua KNPI Garut Resmi Dilantik, Haji Aten Munajat Harapkan Pemuda Jadi Motor Perubahan Berlandaskan Iman

 

Ia menekankan bahwa dunia pendidikan seharusnya menjadi ruang yang bersih dari praktik transaksional. Karena itu, setiap proses pengangkatan jabatan harus dilakukan secara transparan, profesional, dan sesuai aturan.

“Kalau benar ada praktik seperti itu, tentu harus diusut. Tapi kalau tidak benar, pemerintah juga wajib membuka secara terang agar tidak menimbulkan fitnah,” tegasnya.

 

Syam juga mendorong agar dilakukan audit internal maupun eksternal guna memastikan seluruh proses pengangkatan korwil berjalan sesuai ketentuan.

Baca Juga :  Harapan Insan Pers Garut di Hari Pers Nasional : Menanti Perubahan,Harapan dan Profesionalisme

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya peran pengawasan dari legislatif serta aparat penegak hukum untuk menjaga akuntabilitas di lingkungan pemerintahan.

 

“Pengawasan harus berjalan. Ini penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah,” katanya.

Hingga saat ini, polemik pengangkatan korwil dan isu yang menyertainya masih menunggu klarifikasi resmi dari pihak terkait.

 

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Garut segera memberikan penjelasan terbuka serta mengambil langkah konkret agar polemik ini tidak berkembang menjadi krisis kepercayaan yang lebih luas.

Editor : Redaksi nusharianmedia

Berita Terkait

Pemkab Garut Sambut Positif Perluasan Klinik Rotinsulu, Dinilai Jadi Langkah Strategis Tingkatkan Layanan Kesehatan Garut
Reses DPRD Garut 2026, H. Yusuf Musyaffa Dorong Kemandirian Ekonomi Pemuda Lewat Pelatihan Medsos Jadi Peluang Usaha
Hadiri “Perempuan Berbicara”, Kepala DPPKBPPPA Garut Dorong Keterlibatan Aktif Perempuan dan Tekankan Kolaborasi untuk Pemberdayaan Perempuan
KAMMI Garut Serukan Penguatan Moralitas, Ketahanan Sosial, dan Perlindungan Generasi Muda
Reses H. Iden Sambas di Sukakarya, Hadirkan Dinsos Beri Solusi Desil dan BPJS Nonaktif, Infrastruktur serta Pemberdayaan Ekonomi Jadi Prioritas Aspirasi
DPPKBPPPA Garut Beri Pendampingan Intensif Korban Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Ustad di Samarang 
Reses Masa Sidang III, Fahadz Fauzi Pastikan Aspirasi Warga Diperjuangkan hingga Terealisasi
Dinkes Garut Apresiasi 41 Apoteker Baru Lulusan Uniga, Angin Segar bagi Sektor Kesehatan Daerah
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 05:46 WIB

Syam Yousef Djojo: Bupati Harus Segera Evaluasi Disdik di Tengah Isu Mahar Korwil

Jumat, 22 Mei 2026 - 15:26 WIB

Pemkab Garut Sambut Positif Perluasan Klinik Rotinsulu, Dinilai Jadi Langkah Strategis Tingkatkan Layanan Kesehatan Garut

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:32 WIB

Hadiri “Perempuan Berbicara”, Kepala DPPKBPPPA Garut Dorong Keterlibatan Aktif Perempuan dan Tekankan Kolaborasi untuk Pemberdayaan Perempuan

Rabu, 20 Mei 2026 - 21:25 WIB

KAMMI Garut Serukan Penguatan Moralitas, Ketahanan Sosial, dan Perlindungan Generasi Muda

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:15 WIB

Reses H. Iden Sambas di Sukakarya, Hadirkan Dinsos Beri Solusi Desil dan BPJS Nonaktif, Infrastruktur serta Pemberdayaan Ekonomi Jadi Prioritas Aspirasi

Berita Terbaru