Diduga Edarkan Obat Terlarang Berkedok Konter Pulsa, Warga Guntur Desak Aparat Bertindak

- Jurnalis

Kamis, 26 Februari 2026 - 16:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131106

Oplus_131106

Nusaharianmedia.com  — Dugaan peredaran obat-obatan terlarang dengan modus berkedok konter handphone di wilayah Kecamatan Guntur memicu kemarahan warga.  Aktivitas yang dinilai merusak generasi muda itu disebut berlangsung terbuka namun luput dari penindakan tegas.

 

Sejumlah warga menilai praktik tersebut bukan lagi sekadar isu, melainkan persoalan serius yang membutuhkan langkah cepat aparat. Konter yang seharusnya menjual perangkat komunikasi diduga menjadi titik transaksi obat keras tanpa resep, dengan pola penjualan tersembunyi dan menyasar remaja.

Warga mengungkapkan, pergerakan pembeli terlihat tidak wajar. Banyak pengunjung datang singkat, melakukan transaksi cepat, lalu pergi. Situasi ini memunculkan dugaan kuat adanya penyalahgunaan izin usaha sebagai kedok peredaran obat terlarang.

Tokoh masyarakat setempat menilai pembiaran terhadap praktik semacam ini sama saja memberi ruang bagi jaringan peredaran obat ilegal berkembang. Mereka menegaskan bahwa pengawasan tidak boleh hanya bersifat seremonial, tetapi harus diikuti razia dan penindakan nyata.

Baca Juga :  Pemkab Garut Tetapkan dan Serahkan SK Kepala UPT Puskesmas se-Kabupaten Garut

Fenomena tersebut terjadi di kawasan perkotaan Garut yang memiliki mobilitas tinggi, sehingga dinilai rawan dimanfaatkan pelaku. Warga mempertanyakan efektivitas pengawasan terhadap usaha ritel kecil yang berpotensi disalahgunakan.

Desakan pun menguat agar aparat kepolisian, pemerintah daerah, serta dinas terkait turun langsung ke lapangan.

Selain penindakan, warga meminta adanya penelusuran jaringan pemasok agar persoalan tidak berhenti pada pelaku lapangan.

Sejumlah perwakilan warga bahkan menyatakan akan mengawal persoalan ini hingga ada tindakan konkret dari aparat. Mereka menilai, jika dugaan tersebut dibiarkan berlarut-larut tanpa penindakan, maka hal itu dapat memicu ketidakpercayaan publik terhadap komitmen pemberantasan obat ilegal di wilayah tersebut.

Baca Juga :  KAMMI Garut Soroti Lemahnya Pengawasan Peredaran Miras di Kabupaten Garut

“Jangan tunggu korban berjatuhan baru bergerak. Aparat harus hadir dan menunjukkan ketegasan,” ujar salah seorang tokoh masyarakat.

Warga juga mendesak agar dilakukan inspeksi mendadak serta pemeriksaan menyeluruh terhadap izin usaha dan aktivitas transaksi di lokasi yang diduga menjadi titik peredaran. Mereka menegaskan bahwa perlindungan terhadap generasi muda harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar wacana.

Masyarakat menegaskan, peredaran obat terlarang bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi ancaman sosial yang bisa menghancurkan masa depan anak muda. Tanpa langkah tegas dan transparan, kepercayaan publik terhadap upaya pemberantasan narkotika dan obat ilegal dikhawatirkan semakin menurun.

Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang terkait dugaan tersebut. Warga berharap laporan yang telah disampaikan tidak berhenti sebagai keluhan, melainkan menjadi dasar tindakan nyata di lapangan.

Berita Terkait

Operasi Pekat Selama Ramadan, Aparat Gabungan Tertibkan Tempat Hiburan dan Sita Puluhan Botol Miras
KAMMI Garut Soroti Lemahnya Pengawasan Peredaran Miras di Kabupaten Garut
Kajian Ramadhan DPD KNPI Garut Angkat Fikih Era Digital, Cetak Generasi Muda Berintegritas
Dana Desa Mekarjaya Disorot, Warga Pertanyakan Transparansi dan Dugaan Pemotongan Anggaran
PB PII Kecam Dugaan Penganiayaan Siswa di Maluku, Desak Listyo Sigit Prabowo Evaluasi Polda
Audiensi Bersama GAPERMAS, Komisi II DPRD Kabupaten Garut Akan Kawal Ketat Distribusi Pupuk Bersubsidi
Kolaborasi Lintas Sektor, Anggota DPRD Garut Yudha Puja Turnawan Pastikan CSR Bank BJB dan BPR Garut Siap Bangun Rumah Layak bagi Hani,
Dugaan Penipuan Sepeda Motor di Lingkungan Kerja, Dilaporkan Tidak Kembali Setelah Meminjam Kendaraan
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 02:29 WIB

Operasi Pekat Selama Ramadan, Aparat Gabungan Tertibkan Tempat Hiburan dan Sita Puluhan Botol Miras

Kamis, 26 Februari 2026 - 16:57 WIB

Diduga Edarkan Obat Terlarang Berkedok Konter Pulsa, Warga Guntur Desak Aparat Bertindak

Rabu, 25 Februari 2026 - 12:59 WIB

KAMMI Garut Soroti Lemahnya Pengawasan Peredaran Miras di Kabupaten Garut

Selasa, 24 Februari 2026 - 20:16 WIB

Kajian Ramadhan DPD KNPI Garut Angkat Fikih Era Digital, Cetak Generasi Muda Berintegritas

Senin, 23 Februari 2026 - 16:25 WIB

PB PII Kecam Dugaan Penganiayaan Siswa di Maluku, Desak Listyo Sigit Prabowo Evaluasi Polda

Berita Terbaru