PB HMI Soroti Pertambangan Emas Garut, Kejelasan Peran PT Antam Dipertanyakan

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 1 Februari 2026 - 12:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com Jum’at, 30 Januari 2024, Taofik Rofi Nugraha selaku Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) PB HMI menghimpun pemuda dan mahasiswa Kabupaten Garut dalam sebuah forum dialog publik yang diinisiasi melalui Gerakan Pemuda Mahasiswa Peduli Bangsa (GPMPB).

 

Dialog tersebut mengangkat tema “Tantangan dan Peluang Pertambangan Emas di Kabupaten Garut: Siapa Untung, Siapa Buntung”, sebagai bentuk respons kritis atas aktivitas pertambangan emas yang dikaitkan dengan PT Aneka Tambang Tbk (PT Antam) di wilayah Kabupaten Garut.

 

Taofik menyampaikan bahwa forum ini lahir dari kegelisahan dan kegamangan informasi yang selama ini beredar di ruang publik. Berdasarkan informasi yang ia terima saat melakukan audiensi dengan Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba), disebutkan bahwa PT Antam di Garut sudah beroperasi. Namun, informasi tersebut justru berbanding terbalik dengan klarifikasi yang disampaikan oleh Direktur PT Antam yang sebelumnya menjabat, yang menyatakan bahwa PT Antam di Garut belum beroperasi.

Baca Juga :  Sambut Camat Baru, APDESI Dorong Kolaborasi Harmonis Demi Percepatan Pembangunan

 

Tidak berhenti di situ, Taofik juga menyoroti pernyataan seorang pegawai PT Antam yang menjadi narasumber di ruang publik, yang menyebutkan bahwa kadar emas di Garut sulit diekstraksi dan memerlukan teknologi yang sangat canggih. Pernyataan ini kembali menimbulkan pertanyaan besar: jika eksploitasi sulit dan belum berjalan, lalu aktivitas apa yang sebenarnya sedang atau telah dilakukan?

 

“Dari informasi yang saling bertentangan ini, tentu menjadi perhatian serius bagi kami, khususnya sebagai putra daerah. Sebetulnya PT Antam melakukan apa di Garut? Mana informasi yang benar? Jangan sampai publik, khususnya masyarakat Garut, dibiarkan berada dalam ketidakjelasan,” tegas Taofik.

 

Ia menegaskan bahwa masyarakat Garut berhak mengetahui secara transparan status eksplorasi maupun eksploitasi emas di wilayahnya. Jangan sampai kekayaan emas Garut seolah-olah disembunyikan, diangkut ke pusat, namun kontribusi nyata bagi daerah justru nihil, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun pembangunan.

Baca Juga :  Prihatin Kondisi Guru Honorer Disabilitas, Yudha Puja Turnawan Bersama Baznas Bawa Bantuan dan Harapan Baru

 

Sebagai bentuk sikap tegas, Taofik menyampaikan beberapa tuntutan. Pertama, apabila PT Antam benar melakukan eksplorasi dan/atau eksploitasi emas di Garut, maka PT Antam wajib menghadirkan kantor resmi di Kabupaten Garut sebagai bentuk tanggung jawab, keterbukaan, dan komitmen terhadap daerah.

 

Kedua, apabila PT Antam tidak mampu memberikan kepastian, transparansi, dan manfaat nyata bagi masyarakat lokal, maka lebih baik aktivitas pertambangan emas di Garut dihentikan. Garut memiliki kekayaan alam dan bentang alam yang indah, yang tidak boleh dikorbankan atas nama pertambangan yang tidak jelas arah dan dampaknya.

 

“Kami tidak ingin alam Garut rusak, masyarakat hanya menjadi penonton, sementara keuntungan dibawa ke luar daerah. Keadilan ekologis dan keadilan ekonomi harus berjalan beriringan,” pungkas Taofik.

 

Gerakan ini, menurutnya, akan terus berlanjut sebagai bentuk kontrol sosial pemuda dan mahasiswa, demi memastikan pengelolaan sumber daya alam di Garut berjalan secara adil, transparan, dan berpihak pada rakyat.

Berita Terkait

Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar
DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita
ABAG Desak Tramadol Ditangani Serius, Ayi Suryana Tegaskan DPRD Kawal Lewat Fungsi Pengawasan dan Telusuri Pemasok
Ketua PA GMNI Bung Kalam Ucapkan Selamat kepada Abdusy Syakur Amin, Dorong Golkar Garut Jadi Partai Modern dan Transformatif
Strategi Baru Dongkrak PAD, Bapenda Garut Hadirkan Split Payment dan Libatkan Konsumen Lewat Inovasi UAS
Dorong Pertumbuhan CASA, BRI BO Cibadak Beri Penghargaan kepada Dua Agen BRILink
Gerilya Para Pemburu Kursi Sekda Garut: Manuver Senyap Kandidat Pengganti Nurdin Yana Mulai Terendus
Inovasi Garut Mulai Dilirik Daerah Lain, Split Payment Bapenda Jadi Perhatian Komisi III DPRD Kota Tangerang
Berita ini 97 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:39 WIB

Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar

Senin, 21 September 2026 - 22:34 WIB

DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita

Senin, 21 September 2026 - 22:04 WIB

ABAG Desak Tramadol Ditangani Serius, Ayi Suryana Tegaskan DPRD Kawal Lewat Fungsi Pengawasan dan Telusuri Pemasok

Senin, 21 September 2026 - 18:33 WIB

Ketua PA GMNI Bung Kalam Ucapkan Selamat kepada Abdusy Syakur Amin, Dorong Golkar Garut Jadi Partai Modern dan Transformatif

Jumat, 18 September 2026 - 20:49 WIB

Strategi Baru Dongkrak PAD, Bapenda Garut Hadirkan Split Payment dan Libatkan Konsumen Lewat Inovasi UAS

Berita Terbaru