Hampir Setahun Berjalan, Rotasi-Mutasi ASN Dinilai Belum Optimal, DPRD Garut Soroti Reformasi Birokrasi

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 21 Januari 2026 - 19:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com 21 Januari 2026 – Hampir satu tahun masa pemerintahan berjalan, pelaksanaan rotasi dan mutasi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut kembali menjadi sorotan. Anggota DPRD Kabupaten Garut Komisi I dari Fraksi Partai Golkar, H. Iman Alirahman, menilai reformasi birokrasi yang dijalankan belum sepenuhnya optimal.

 

Menurut Iman, pemerintahan daerah dituntut berjalan efektif, produktif, dan akuntabel. Untuk itu, organisasi pemerintahan harus diisi oleh sumber daya manusia yang memiliki kompetensi, kualifikasi pendidikan, serta kepangkatan dan jabatan yang sesuai.

 

“Organisasi pemerintahan tidak bisa dijalankan oleh siapa saja. Harus oleh orang-orang yang memenuhi syarat jabatan dan kompetensi. Ini merupakan kunci utama reformasi birokrasi,” ujarnya.

 

Ia mengakui, Bupati Garut pada prinsipnya telah berupaya melakukan pengisian jabatan dan rotasi-mutasi ASN. Namun, proses tersebut tidak sesederhana yang dibayangkan publik karena adanya keterlibatan pemerintah pusat melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN).

 

“Untuk jabatan tertentu, termasuk Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama atau eselon II, harus melalui pertimbangan teknis BKN. Mekanismenya diajukan ke Jakarta, sementara BKN menangani seluruh Indonesia. Wajar jika prosesnya memerlukan waktu,” jelasnya.

 

Meski demikian, Iman menilai ikhtiar pemerintah daerah sudah berjalan. Namun di sisi lain, masih banyak jabatan strategis yang hingga kini belum terisi secara definitif. Salah satunya adalah sektor pendidikan, di mana banyak sekolah masih dipimpin oleh pelaksana tugas (PLT) kepala sekolah, bahkan ada yang berlangsung lebih dari dua tahun.

Baca Juga :  Buron Kasus Pengeroyokan di Cibatu Akhirnya Ditangkap Polisi

 

“Kondisi ini tentu berpotensi mengganggu efektivitas manajemen pendidikan. Sekolah-sekolah yang belum memiliki kepala sekolah definitif harus segera dituntaskan, dan ini perlu percepatan,” tegasnya.

 

Selain pendidikan, ia juga menyoroti kekosongan jabatan struktural di tingkat kecamatan. Berdasarkan data Badan Kepegawaian Daerah (BKD), terdapat sekitar 100 hingga 130 jabatan struktural kecamatan yang belum terisi.

 

Ia menjelaskan, kondisi tersebut dipengaruhi kebijakan kelembagaan kecamatan yang tidak lagi menggunakan tipologi kecamatan. Akibatnya, seluruh kecamatan diperlakukan dengan struktur maksimal tanpa mempertimbangkan jumlah penduduk dan beban kerja.

 

“Seksi di Kecamatan Talegong disamakan dengan kecamatan di wilayah perkotaan. Dampaknya, banyak jabatan kosong karena keterbatasan SDM,” ungkapnya.

 

Atas kondisi tersebut, DPRD Garut, khususnya Fraksi Partai Golkar, mendorong Bupati Garut untuk melakukan evaluasi kelembagaan secara menyeluruh. Evaluasi tersebut mencakup struktur kecamatan, Dinas Pendidikan, hingga kebijakan pembebastugasan koordinator wilayah (korwil) yang sebelumnya sempat menimbulkan polemik.

Baca Juga :  Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat, Kegiatan Sosial di Desa Pakenjeng Libatkan PKK, UMKM hingga Pesantren

 

“Ketika pemerintah menyebut evaluasi, pertanyaannya sejauh mana evaluasi itu dilakukan, siapa timnya, dan apa hasilnya. Ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRD,” katanya.

 

Dalam kesempatan tersebut, Iman juga menyampaikan kritik terbuka terhadap pelaksanaan rotasi dan mutasi jabatan yang dinilai belum berjalan secara menyeluruh dan adil. Ia menyoroti masih adanya sejumlah instansi strategis yang selama bertahun-tahun tidak tersentuh rotasi, sehingga berpotensi menimbulkan stagnasi kinerja birokrasi.

 

Menurutnya, rotasi dan mutasi ASN seharusnya dilakukan secara objektif, terukur, dan berbasis evaluasi kinerja, bukan semata-mata pertimbangan non-teknis.

 

“Jika ada instansi yang terlalu lama tidak mengalami penyegaran, dikhawatirkan akan berdampak pada rendahnya inovasi pelayanan publik dan menurunnya kepercayaan masyarakat,” ujarnya.

 

Ia menegaskan bahwa pengawasan DPRD bukan untuk menghambat kinerja pemerintah, melainkan memastikan reformasi birokrasi benar-benar menghasilkan tata kelola pemerintahan yang profesional, efektif, dan bertanggung jawab.

 

“Reformasi birokrasi bukan sekadar rotasi dan mutasi jabatan, tetapi bagaimana memastikan organisasi pemerintah berjalan optimal dan mampu melayani masyarakat dengan lebih baik,” pungkasnya. (Red)

Berita Terkait

Perumda Tirta Intan Garut Pastikan Pelayanan Optimal Selama Libur Idul Fitri 1447 H
Nyaris Tabrak Polisi, Ambulans Ugal-ugalan Tanpa Pasien Dikejar dan Dihentikan di Malangbong
Imbauan Tak Digubris, Pelat Merah Ikut Mudik? Kendaraan Dinas Terpantau Antre di Jalur Selatan Garut
Anggota DPRD Garut Yudha Puja Turnawan Inisiasi Donor Darah, Dorong Kesadaran Generasi Muda di Tengah Kebutuhan Mendesak
Jurnalis Dianiaya, Ketua IWO Garut Desak Penegakan Hukum Tegas
PPRG Cup 7 Resmi Digelar, Ajang Nasional Perkuat Kekompakan Organisasi
Idul Fitri 1447 H, Ketua DPC PPKHI Garut Tekankan Persaudaraan dan Kepedulian Sosial
Aceng Malki Ajak Perkuat Silaturahmi di Momentum Idul Fitri 1447 H
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 24 Maret 2026 - 13:57 WIB

Perumda Tirta Intan Garut Pastikan Pelayanan Optimal Selama Libur Idul Fitri 1447 H

Selasa, 24 Maret 2026 - 11:42 WIB

Nyaris Tabrak Polisi, Ambulans Ugal-ugalan Tanpa Pasien Dikejar dan Dihentikan di Malangbong

Senin, 23 Maret 2026 - 17:52 WIB

Imbauan Tak Digubris, Pelat Merah Ikut Mudik? Kendaraan Dinas Terpantau Antre di Jalur Selatan Garut

Senin, 23 Maret 2026 - 17:33 WIB

Anggota DPRD Garut Yudha Puja Turnawan Inisiasi Donor Darah, Dorong Kesadaran Generasi Muda di Tengah Kebutuhan Mendesak

Senin, 23 Maret 2026 - 17:17 WIB

Jurnalis Dianiaya, Ketua IWO Garut Desak Penegakan Hukum Tegas

Berita Terbaru

Hukum & Kriminal

Jurnalis Dianiaya, Ketua IWO Garut Desak Penegakan Hukum Tegas

Senin, 23 Mar 2026 - 17:17 WIB