Kemenkes Resmikan RSP Dr. H. A. Rotinsulu, Pemerintah Pusat–Daerah Satukan Langkah Perkuat Kesehatan Garut

- Jurnalis

Kamis, 4 Desember 2025 - 15:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com 04 Desember 2025 — Rumah Sakit Paru (RSP) Dr. H. A. Rotinsulu resmi diresmikan pada Kamis siang dalam sebuah acara yang digelar di halaman parkir rumah sakit. Peresmian ini dihadiri langsung oleh perwakilan Kementerian Kesehatan RI, dr. Azhar Jaya, S.H., SKM, MARS, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Drs. H. Nurdin Yana, MH, yang hadir mewakili Bupati Garut. Turut hadir pula Kepala Dinas Kesehatan Garut, dr. Hj. Lely Yuliani, M.M., dan perwakilan RSUD dr. Slamet Garut.

 

Kemenkes: Penguatan Layanan Dasar dan Evaluasi Bertahap

Dalam sambutannya, dr. Azhar Jaya menegaskan bahwa pembangunan fasilitas kesehatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat memperkuat pelayanan kesehatan daerah. Kemenkes, kata dia, siap memberikan dukungan baik dari sisi kebijakan, fasilitas, hingga peralatan kesehatan.

 

“Jika ke depan kebutuhan meningkat dan kunjungan masyarakat bertambah, bukan tidak mungkin klinik ini naik kelas menjadi rumah sakit. Tentu dengan catatan melalui evaluasi bertahap,” ujar dr. Azhar.

Sekda Garut: Harus Jadi Pusat Layanan dan Edukasi Masyarakat

Sekda Garut, Drs. H. Nurdin Yana, MH, menyampaikan apresiasinya atas hadirnya fasilitas layanan kesehatan baru tersebut. Ia menilai kehadiran klinik utama ini merupakan langkah penting dalam memperluas akses dan memperkuat kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Garut.

 

“Kami berharap klinik ini tidak hanya menjadi tempat berobat, tetapi juga menjadi pusat edukasi dan pencegahan penyakit. Kehadirannya harus mampu memperkuat ekosistem layanan dasar sekaligus mengurangi beban rujukan ke rumah sakit daerah,” tegasnya.

 

Nurdin juga mengingatkan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar manfaat pelayanan kesehatan dapat dirasakan merata, terutama bagi masyarakat di wilayah pinggiran.

Baca Juga :  Generasi Muda Terancam, Sekjen ABAG Tedi Sutardi Pertanyakan Keseriusan APH, Soroti Ketidakhadiran Kapolres Garut: “Kami Tidak Akan Diam!”

 

Dinkes Garut: Momentum Penguatan Jejaring Layanan Primer

Kepala Dinas Kesehatan Garut, dr. Hj. Lely Yuliani, M.M., menyampaikan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan di seluruh fasilitas milik pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa hadirnya klinik utama ini menjadi momentum dalam memperkuat jejaring pelayanan primer.

 

“Ini langkah konkret memperluas akses layanan. Kami siap memberikan pendampingan, pembinaan, dan pengawasan agar klinik ini berjalan sesuai standar, termasuk memastikan tenaga kesehatan memiliki kompetensi yang dibutuhkan,” ungkapnya.

 

Sorotan Serius: Kematian Ibu dan Anak di Garut

Dr. Lely juga menanggapi tingginya angka kematian ibu dan anak di Garut. Menurutnya, persoalan tersebut masih membutuhkan pembenahan menyeluruh, terutama dalam sistem rujukan dan kemampuan deteksi dini di tingkat puskesmas.

 

“Kami sedang memperbaiki alur rujukan dan memastikan puskesmas memiliki kemampuan deteksi dini yang lebih baik. Ini bukan hanya soal fasilitas, tapi juga soal ketepatan waktu dan kesiapan tenaga kesehatan,” tegasnya.

 

Pada kesempatan yang sama, dr. Azhar Jaya menambahkan bahwa persoalan kematian ibu dan anak tidak boleh dianggap sepele.

 

“Kalau ibu melahirkan meninggal kurang dari 24 jam setelah tiba di rumah sakit, itu menandakan ada masalah pada proses rujukan—bisa terlambat, jalan macet, atau keputusan keluarga terlambat. Tapi kalau meninggal setelah lebih dari 48 jam, berarti ada mutu layanan yang perlu diperbaiki,” jelasnya.

 

Tambahan Peralatan PICU–NICU: RSUD dr. Slamet Dapat Dukungan Pusat

Baca Juga :  Kapolsek Banjarwangi Gelar Kegiatan Jum'at Curhat dan Bagi-Bagi Al Qur'an di Masjid Jami Al-Ikhlas

Kemenkes juga memastikan penambahan peralatan PICU dan NICU untuk RSUD dr. Slamet Garut. Seluruh alat itu akan mendapatkan pemeliharaan selama delapan tahun oleh pemerintah pusat.

 

“Selama delapan tahun perawatannya ditanggung pusat, tapi setelah itu daerah harus mandiri untuk pengadaan alat baru,” terang dr. Azhar.

 

Penanganan TB: Pentingnya Edukasi dan Kepatuhan Pengobatan

Masalah tuberkulosis (TBC) juga disorot dr. Azhar. Ia menekankan bahwa masyarakat tidak boleh menjauhi pasien TB karena setelah dua minggu minum obat, pasien sudah tidak menularkan lagi.

 

“Yang penting itu kepatuhan minum obat sampai tuntas. Jadi masyarakat harus mendukung, bukan menjauhi,” katanya.

 

Penguatan Puskesmas: Dari USG hingga MRI Mini

Kemenkes juga tengah memperkuat fasilitas puskesmas di seluruh Indonesia, termasuk di Garut. Setiap puskesmas diwajibkan memiliki USG untuk pemeriksaan ibu hamil, disertai EKG, serta rencana penyediaan MRI mini 0,5 Tesla untuk deteksi dini stroke.

 

“Puskesmas adalah garda terdepan. Sebagus apa pun rumah sakit, yang lebih penting adalah bagaimana kita menjaga masyarakat tetap sehat melalui pelayanan dasar dan edukasi,” tutup dr. Azhar.

 

Peresmian RSP Dr. H. A. Rotinsulu ini menjadi tonggak baru bagi penguatan sistem kesehatan di Kabupaten Garut, sekaligus menghadirkan harapan baru bagi peningkatan kualitas layanan dasar, penanganan TBC, pengurangan angka kematian ibu dan anak, serta penguatan jejaring puskesmas sebagai fondasi kesehatan masyarakat.

 

Jika Anda ingin ditambahkan kutipan tambahan, angle berbeda, atau versi yang lebih pendek untuk rilis media, tinggal beri tahu saja. (Hil)

Berita Terkait

Keluhan Asap Berujung Penutupan Akses TPA Pasirbajing, Pemkab Garut Diminta Turun Tangan
inDrive Ajak Mahasiswa Bangun Budaya Berkendara Aman
Uus Saripudin Siap Membawa Perubahan Baru untuk Desa Mekarjaya pada Pilkades 2027
Komisi II DPRD Bandung Barat Pelajari Digitalisasi Pajak Daerah di Garut
Suyudi Ario Seto Resmi Jadi Kapolri, Estafet Kepemimpinan Polri Berganti
Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar
DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita
ABAG Desak Tramadol Ditangani Serius, Ayi Suryana Tegaskan DPRD Kawal Lewat Fungsi Pengawasan dan Telusuri Pemasok
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Keluhan Asap Berujung Penutupan Akses TPA Pasirbajing, Pemkab Garut Diminta Turun Tangan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:51 WIB

inDrive Ajak Mahasiswa Bangun Budaya Berkendara Aman

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:50 WIB

Uus Saripudin Siap Membawa Perubahan Baru untuk Desa Mekarjaya pada Pilkades 2027

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:50 WIB

Suyudi Ario Seto Resmi Jadi Kapolri, Estafet Kepemimpinan Polri Berganti

Senin, 21 September 2026 - 22:39 WIB

Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar

Berita Terbaru

Umum

inDrive Ajak Mahasiswa Bangun Budaya Berkendara Aman

Kamis, 8 Okt 2026 - 13:51 WIB