Nusaharianmedia.com 23 februari 2026– Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan, menunjukkan kepeduliannya terhadap warga membutuhkan dengan mengunjungi kediaman Ananda Hani Nurmulyani di Kecamatan Selaawi, Jumat (20/9/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan bersama perwakilan Kecamatan Selaawi, pendamping jaminan sosial (jamsos), serta pemerintah desa setempat. Hani merupakan siswi kelas III sekolah dasar yang tengah menghadapi cobaan berat setelah kehilangan kedua orang tuanya. Sang ayah meninggal dunia saat ia masih bayi, sementara ibunya wafat beberapa bulan lalu.
Sejak itu, Hani hidup dalam keterbatasan. Ia tinggal di rumah yang kondisinya tidak layak huni dan jauh dari standar keamanan serta kenyamanan bagi anak seusianya.
Dalam kunjungan tersebut, Yudha menyerahkan bantuan berupa paket sembako dan uang tunai untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar Hani. Bantuan itu diharapkan dapat meringankan beban hidup sehari-hari sekaligus memberikan dukungan moral agar ia tetap semangat melanjutkan pendidikan.
“Kita tidak boleh membiarkan anak-anak yang kehilangan orang tua berjuang sendirian tanpa perhatian dan dukungan. Negara dan seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab untuk memastikan mereka mendapatkan hak atas kehidupan yang layak, pendidikan yang baik, serta perlindungan sosial,” ujar Yudha.
Tak berhenti pada bantuan awal, Yudha juga mendorong solusi jangka panjang dengan memperjuangkan perbaikan rumah Hani. Ia telah bertemu dengan Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Nurdin Yana, guna membahas langkah konkret terkait pembangunan rumah layak huni.
Pertemuan tersebut menghasilkan komitmen Pemerintah Kabupaten Garut untuk mengoptimalkan pendanaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), terutama dari Bank BJB dan BPR Garut. Dana tanggung jawab sosial itu direncanakan dialokasikan untuk membantu pembangunan rumah yang lebih layak bagi Hani.
“Insya Allah, Bapak Sekda akan mengoptimalkan kolaborasi pendanaan dari dana CSR, terutama dari Bank BJB dan BPR Garut, untuk perbaikan rumah Ananda Hani,” ungkapnya.
Yudha menegaskan, kolaborasi lintas sektor ini diharapkan menjadi solusi konkret sekaligus memperkuat semangat gotong royong di tingkat desa. Ia juga mendorong pemerintah desa dan masyarakat setempat untuk turut berpartisipasi dalam proses pembangunan.
Menurutnya, langkah cepat dan responsif dari birokrasi sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan seperti lansia dhuafa dan anak yatim piatu. Kepedulian sosial, kata dia, harus menjadi etos kerja bersama, baik bagi wakil rakyat maupun jajaran pemerintahan.
Upaya kolaboratif ini diharapkan segera terealisasi agar Hani dapat tinggal di hunian yang aman dan layak. Sinergi antara legislatif, birokrasi, dunia perbankan, dan masyarakat menjadi bukti bahwa kehadiran pemerintah harus benar-benar dirasakan hingga ke pelosok desa. (Hil)









