Nusaharianmedia.com 24 Maret 2026 – Pelayanan kesehatan di Puskesmas Tarogong menuai sorotan publik setelah terjadi pemadaman listrik saat aktivitas medis berlangsung. Insiden tersebut diduga bukan akibat gangguan teknis, melainkan karena kelalaian dalam pengisian token listrik.
Peristiwa ini mencuat setelah seorang warga, Agi Singgit, mengunggah pengalaman tersebut melalui akun Instagram pribadinya pada Senin malam (23/3/2026). Dalam unggahannya, ia mengungkapkan bahwa listrik di puskesmas tiba-tiba padam ketika tenaga medis tengah menangani pasien, termasuk keluarganya yang akan menjalani proses persalinan.
Pemadaman itu berdampak langsung pada layanan medis. Ruangan pelayanan mendadak gelap, sementara sejumlah peralatan yang bergantung pada listrik dilaporkan ikut terdampak, termasuk pasokan oksigen. Situasi tersebut memicu kepanikan, terutama bagi pasien dan keluarga yang membutuhkan penanganan segera.
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan kondisi ruangan dengan pencahayaan minim. Dalam rekaman itu juga tampak meteran listrik yang diduga menunjukkan saldo token telah habis. Meski dalam keterbatasan, tenaga medis tetap berupaya memberikan pelayanan kepada pasien.
“Ini bukan sekadar soal kenyamanan, tapi menyangkut keselamatan pasien. Bagaimana bisa fasilitas kesehatan kehabisan token listrik?” tulis Agi dalam unggahannya yang kemudian viral dan memicu beragam reaksi dari warganet.
Listrik dilaporkan padam selama kurang lebih 30 menit sebelum akhirnya kembali menyala setelah dilakukan pengisian ulang token oleh pihak internal puskesmas.
Sejumlah warga menilai kejadian ini tidak seharusnya terjadi, mengingat puskesmas merupakan fasilitas layanan publik yang vital. Selain dibiayai oleh pemerintah, operasional layanan kesehatan juga ditopang oleh kontribusi masyarakat melalui iuran BPJS maupun pembayaran mandiri.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Puskesmas Tarogong maupun Dinas Kesehatan Kabupaten Garut terkait penyebab pasti insiden tersebut.
Peristiwa ini memicu desakan publik agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap manajemen operasional puskesmas, terutama dalam menjamin ketersediaan listrik, kesiapan peralatan medis, serta prosedur penanganan kondisi darurat demi keselamatan pasien.
Penulis : Hilman
Editor : Tim Nusaharianmedia









