Nusaharianmedia.com — Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), H. Aten Munajat, menggelar kegiatan Sapa Warga Berbasis Budaya di Desa Karangsari, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Minggu (6/9/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Mengikat Silaturahmi, Melestarikan Budaya Sunda” tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus momentum untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap seni dan budaya Sunda.
Kegiatan turut dihadiri Camat Karangpawitan Anas Aolia Malik bersama jajaran Forkopimcam Karangpawitan, serta masyarakat dan para pelaku seni budaya. Nuansa budaya Sunda begitu terasa melalui sejumlah pertunjukan seni, di antaranya pagelaran Wayang golek
H. Aten Munajat menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan bagian dari upaya menjaga hubungan dengan masyarakat sekaligus memperkuat komitmen terhadap pelestarian budaya daerah.
Menurutnya, sebagai wakil rakyat, dirinya memiliki tanggung jawab untuk tetap turun ke tengah masyarakat dan mendengarkan berbagai persoalan yang dihadapi warga, termasuk para pelaku seni dan budaya.
“Saya sudah terbiasa berbaur dengan masyarakat. Saya ini cuma lima tahun, setelah itu kita akan kembali lagi ke masyarakat seperti biasa. Jadi jangan mentang-mentang sudah menjadi anggota DPRD kemudian menjauh dari masyarakat,” ujar H. Aten Munajat.
Budaya Sunda Bagian dari Jati Diri Masyarakat
H. Aten Munajat menilai budaya Sunda memiliki posisi penting dalam kehidupan masyarakat Jawa Barat. Budaya bukan hanya peninggalan leluhur yang harus dipertahankan, tetapi juga menjadi bagian dari jati diri dan karakter masyarakat Sunda.
Karena itu, menurutnya, pelestarian budaya harus dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda.
“Jati diri masyarakat, karakter masyarakat itu tentang budaya. Kalau budaya kita hilang, kita juga akan kehilangan salah satu identitas kita sebagai masyarakat Jawa Barat,” katanya.
Ia mengingatkan bahwa perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup generasi muda merupakan tantangan tersendiri dalam menjaga keberlangsungan seni dan budaya tradisional.
Menurutnya, kemajuan teknologi tidak harus dipertentangkan dengan budaya. Justru teknologi dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk memperkenalkan seni dan budaya Sunda kepada generasi muda dengan cara yang lebih kreatif dan sesuai perkembangan zaman.
Dorong Kebijakan yang Berpihak kepada Seniman
Selain mendorong pelestarian budaya, H. Aten Munajat juga menyatakan komitmennya untuk mendorong kebijakan yang dapat meningkatkan kesejahteraan para seniman dan pelaku budaya Sunda.
Ia menilai para seniman merupakan bagian penting dalam menjaga keberlangsungan budaya. Tanpa adanya pelaku seni yang terus berlatih, berkarya dan mengajarkan kesenian kepada generasi berikutnya, berbagai warisan budaya dikhawatirkan semakin terpinggirkan.
“Jangan sampai kita hanya berbicara tentang melestarikan budaya, tetapi orang yang menjaga dan menjalankan budaya itu sendiri kesejahteraannya tidak diperhatikan,” tegasnya.
Menurut H. Aten Munajat, perhatian terhadap seniman dapat diwujudkan melalui kebijakan yang memberikan ruang lebih luas bagi para pelaku seni untuk berkarya, pengembangan kegiatan seni budaya, fasilitasi kelompok-kelompok kesenian, hingga penguatan ekonomi kreatif berbasis budaya.
Ia juga mendorong agar keberadaan para seniman tidak hanya dipandang sebagai pengisi acara dalam kegiatan pemerintahan maupun masyarakat, tetapi sebagai pelaku kebudayaan yang memiliki kontribusi terhadap pembangunan daerah.
“Kita harus memikirkan bagaimana seniman ini bisa hidup dari karya dan budayanya. Pemerintah harus hadir, DPRD juga harus mendorong kebijakan yang memberikan ruang dan perhatian kepada mereka,” ujarnya.
Pansus Budaya Diharapkan Perkuat Kebijakan
H. Aten Munajat juga menyinggung keberadaan Panitia Khusus (Pansus) Budaya di DPRD Jawa Barat. Ia berharap pembahasan mengenai kebudayaan tidak berhenti pada aspek pelestarian, tetapi juga menyentuh aspek perlindungan, pengembangan dan kesejahteraan para pelaku budaya.
Ia mendorong agar kebijakan kebudayaan Jawa Barat ke depan mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, termasuk seniman, budayawan, komunitas seni, serta generasi muda.
“Mudah-mudahan adanya Pansus Budaya ini bisa mengembalikan dan menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap budaya yang ada di Jawa Barat. Tetapi kita juga harus memikirkan para pelakunya, bagaimana seniman dan budayawan bisa mendapatkan perhatian dan kesejahteraan,” tuturnya.
Budaya Sekaligus Penggerak Ekonomi
Menurutnya, pelestarian budaya juga memiliki hubungan erat dengan penguatan ekonomi masyarakat. Kegiatan seni budaya yang digelar di berbagai daerah dapat menarik perhatian masyarakat, wisatawan, serta membuka peluang bagi pelaku UMKM dan pedagang kecil.
“Kalau kita mengadakan acara seperti ini, pedagang-pedagang kecil juga ikut bergerak. Efek dominonya ada, korelasinya pasti ada,” katanya.
Ia berharap kegiatan berbasis budaya dapat terus dikembangkan di Kabupaten Garut, mengingat daerah tersebut memiliki potensi besar dari sisi seni, budaya, kuliner dan pariwisata.
Dengan demikian, pelestarian budaya tidak hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga dapat menjadi bagian dari strategi pembangunan ekonomi masyarakat.
Komitmen Berkelanjutan
H. Aten Munajat berharap Sapa Warga Berbasis Budaya tidak menjadi kegiatan seremonial semata. Ia ingin kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat, pemerintah, seniman, budayawan dan generasi muda.
Ia menegaskan komitmennya untuk terus turun ke masyarakat, menyerap aspirasi, serta mendorong agar kebijakan pemerintah Jawa Barat semakin memberikan perhatian terhadap kebudayaan dan kesejahteraan para pelakunya.
“Mudah-mudahan kegiatan seperti ini terus dilakukan. Kita ingin masyarakat kembali mencintai budaya Sunda, anak-anak muda mengenal budayanya, dan para seniman juga mendapatkan perhatian serta kesejahteraan yang layak. Karena budaya Sunda bukan sekadar kesenian, tetapi bagian dari jati diri kita,” pungkas H. Aten Munajat. (Hilman)
Penulis : Hilman
Editor : Redaksi Nusaharianmedia










