Nusaharianmedia.com 13 Agustus 2016 — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Garut melontarkan peringatan tegas kepada Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Garut periode 2026–2031 agar tidak main mata dalam menjalankan proses seleksi.
Menjelang pengumuman hasil seleksi administrasi, HMI mendesak Pansel memastikan seluruh tahapan berjalan objektif, independen, transparan, dan akuntabel. Bagi HMI, seleksi pimpinan BAZNAS bukan sekadar urusan administratif, melainkan menyangkut masa depan lembaga yang mengelola amanah dan kepercayaan umat.
Sekretaris Umum HMI Cabang Garut, Purwa Burhanudin, M.Pd., Gr., MCE, menegaskan bahwa posisi pimpinan BAZNAS memiliki tanggung jawab besar karena berkaitan langsung dengan pengelolaan dana masyarakat.
«“Jabatan pimpinan BAZNAS bukan sekadar jabatan struktural. Di dalamnya terdapat amanah umat dan kepercayaan publik. Karena itu, kami mendorong Pansel agar bekerja secara objektif, independen, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Purwa.»
Amanah Umat Jangan Dipermainkan
HMI menilai posisi strategis BAZNAS harus diikuti dengan proses rekrutmen kepemimpinan yang benar-benar menjunjung tinggi integritas dan profesionalitas.
BAZNAS memiliki mandat dalam pengelolaan zakat sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Peran tersebut mencakup perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, hingga pelaporan dalam penghimpunan dan pendistribusian zakat.
Di Kabupaten Garut, keberadaan BAZNAS memiliki peran penting dalam mendukung penanggulangan kemiskinan, pelayanan sosial, hingga penanganan kebencanaan.
Karena itu, HMI menilai semakin besar amanah yang dikelola, semakin tinggi pula standar integritas, profesionalitas, dan akuntabilitas yang harus dimiliki lembaga tersebut.
«“Semakin besar amanah yang dikelola, semakin tinggi pula standar integritas dan akuntabilitas yang harus dimiliki lembaganya,” kata Purwa.»
Rekam Jejak Calon Tak Boleh Diabaikan
HMI meminta Pansel tidak terjebak pada pemenuhan persyaratan administratif semata. Rekam jejak, integritas, kapasitas kepemimpinan, kompetensi, serta komitmen calon terhadap tata kelola zakat yang baik harus menjadi pertimbangan utama.
Menurut Purwa, masyarakat berhak mendapatkan figur pimpinan BAZNAS yang bukan hanya memenuhi syarat secara administratif, tetapi juga memiliki kapasitas dan rekam jejak yang dapat dipertanggungjawabkan.
«“Kami berharap Pansel tidak berhenti pada pertanyaan apakah calon memenuhi persyaratan administratif. Lebih jauh, harus dilihat rekam jejak, integritas, kapasitas, dan komitmennya terhadap tata kelola BAZNAS yang transparan dan profesional,” ujarnya.»
HMI juga meminta seluruh peserta memperoleh perlakuan yang sama selama proses seleksi. Tidak boleh ada perlakuan istimewa terhadap calon tertentu, termasuk apabila terdapat kendala teknis dalam proses pendaftaran maupun penggunaan sistem informasi.
Jangan Ada Intervensi Politik
Peringatan paling keras disampaikan HMI terkait potensi intervensi kepentingan.
HMI menegaskan proses seleksi pimpinan BAZNAS harus steril dari kepentingan politik praktis maupun kepentingan kelompok tertentu.
«“BAZNAS adalah lembaga yang mengelola amanah umat. Karena itu, jangan sampai proses seleksi justru dipengaruhi kepentingan politik atau kelompok. Pansel harus berdiri di atas kepentingan publik dan aturan yang berlaku,” tegas Purwa.»
HMI juga mendorong adanya pakta integritas bagi calon pimpinan sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi, akuntabilitas, profesionalitas, serta pencegahan konflik kepentingan.
HMI Siap Kawal Sampai Penetapan
HMI Cabang Garut memastikan pengawalan terhadap proses seleksi bukan ditujukan untuk menjatuhkan individu maupun lembaga tertentu. Sebaliknya, langkah tersebut merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial agar proses seleksi menghasilkan pimpinan terbaik bagi BAZNAS Garut.
«“Kami tidak sedang mencari siapa yang harus menang atau siapa yang harus kalah. Yang kami perjuangkan adalah proses yang fair dan menghasilkan pimpinan terbaik bagi BAZNAS Garut. Ukurannya sederhana: integritas, kapasitas, rekam jejak, dan keberpihakan terhadap kepentingan umat,” pungkas Purwa.»
HMI Cabang Garut bersama elemen pemuda dan masyarakat menyatakan akan terus mengawal tahapan seleksi hingga penetapan pimpinan BAZNAS Kabupaten Garut periode 2026–2031.
HMI berharap proses tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kembali kepercayaan publik terhadap BAZNAS Garut sekaligus memastikan lembaga pengelola zakat tersebut dipimpin figur yang amanah, profesional, independen, dan mampu menghadirkan tata kelola zakat yang semakin transparan serta berdampak nyata bagi masyarakat.
Penulis : Hilman
Editor : Redaksi Nusaharianmedia









