Tragedi Miras Oplosan di Bogor : Empat Orang Meninggal Dunia, Satu Orang dalam Keadaan Kritis

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 10 Februari 2025 - 16:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor,Nusaharianmedia.com – Kasus pesta minuman keras oplosan kembali memakan korban. Kali ini, insiden tragis terjadi di Jalan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, pada Jumat (07/02/2025). Dari delapan orang yang terlibat, empat orang meninggal dunia, satu masih dalam kondisi kritis, sementara tiga lainnya mengalami sakit.

Korban yang meninggal adalah Idris (63), Ridwan (68), Yudhi (36), dan Hendroyono (46). Keempatnya mengalami gejala muntah-muntah dan sesak napas sebelum akhirnya meninggal. Mereka diketahui bekerja di steam pencucian motor dan sebagai penjual burung.

Menurut Ketua RT setempat, Fahrudin, keempat korban sering berkumpul di lokasi steam tersebut. “Mereka memang biasa nongkrong di sini. Tapi kejadian minum mirasnya saya tidak tahu,” ujarnya.

Minuman Oplosan Berisi Arak Ginseng dan Energi Drink

Kapolsek Bogor Tengah, Kompol Agustinus Manurung, mengungkapkan bahwa miras yang dikonsumsi merupakan campuran arak ginseng (aseng) dengan minuman energi. “Totalnya ada sepuluh plastik miras yang mereka minum,” kata Agustinus.

Para korban membeli miras secara bertahap, mulai dari tiga plastik, lalu dilanjutkan dengan tujuh plastik tambahan. Minuman tersebut mereka campur dalam teko sebelum diminum bersama sejak pukul 19.00 WIB.

Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, AKP Aji Riznaldi Nugroho, mengatakan bahwa seluruh korban sempat mengalami sesak napas, muntah-muntah, hingga buang air besar sebelum akhirnya meninggal. “Penyebab kematian masih menunggu hasil pemeriksaan medis,” katanya. Senin, (10/02/2025).

Saat ini, polisi sedang mendalami kasus ini, termasuk memeriksa penjual miras yang diduga memasok minuman berbahaya tersebut.

Kasus Serupa di Cianjur, Delapan Orang Tewas

Sebelumnya, tragedi serupa terjadi di Desa Kademangan, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur. Sebanyak delapan orang meninggal setelah mengonsumsi alkohol murni berkadar 96 persen yang dibeli melalui marketplace.

Kasat Narkoba Polres Cianjur, AKP Septian Pratama, mengungkapkan bahwa korban awalnya berjumlah 12 orang. “Dari 12 orang yang mengonsumsi alkohol tersebut, delapan meninggal dunia, sementara empat lainnya masih dirawat,” ujarnya.

Polisi memastikan bahwa kasus di Cianjur berbeda dari miras oplosan di Bogor. Para korban di Cianjur meracik sendiri alkohol murni yang sebenarnya tidak layak dikonsumsi.

Kasus ini kembali menjadi peringatan keras akan bahaya konsumsi miras oplosan dan alkohol ilegal yang terus memakan korban jiwa. (Dani.M)

Baca Juga :  Kopi Karirot : Mempunyai Ciri Khas Kenikmatan Tersendiri dari Lereng Pegunungan Papandayan

Berita Terkait

Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar
DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita
ABAG Desak Tramadol Ditangani Serius, Ayi Suryana Tegaskan DPRD Kawal Lewat Fungsi Pengawasan dan Telusuri Pemasok
Ketua PA GMNI Bung Kalam Ucapkan Selamat kepada Abdusy Syakur Amin, Dorong Golkar Garut Jadi Partai Modern dan Transformatif
Strategi Baru Dongkrak PAD, Bapenda Garut Hadirkan Split Payment dan Libatkan Konsumen Lewat Inovasi UAS
Dorong Pertumbuhan CASA, BRI BO Cibadak Beri Penghargaan kepada Dua Agen BRILink
Gerilya Para Pemburu Kursi Sekda Garut: Manuver Senyap Kandidat Pengganti Nurdin Yana Mulai Terendus
Inovasi Garut Mulai Dilirik Daerah Lain, Split Payment Bapenda Jadi Perhatian Komisi III DPRD Kota Tangerang
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:39 WIB

Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar

Senin, 21 September 2026 - 22:34 WIB

DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita

Senin, 21 September 2026 - 22:04 WIB

ABAG Desak Tramadol Ditangani Serius, Ayi Suryana Tegaskan DPRD Kawal Lewat Fungsi Pengawasan dan Telusuri Pemasok

Senin, 21 September 2026 - 18:33 WIB

Ketua PA GMNI Bung Kalam Ucapkan Selamat kepada Abdusy Syakur Amin, Dorong Golkar Garut Jadi Partai Modern dan Transformatif

Jumat, 18 September 2026 - 20:49 WIB

Strategi Baru Dongkrak PAD, Bapenda Garut Hadirkan Split Payment dan Libatkan Konsumen Lewat Inovasi UAS

Berita Terbaru