GMBI Distrik Garut Peringati Harlah ke-24 dengan Sholawat Kebangsaan dan Aksi Sosial

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 28 Maret 2026 - 20:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com 28 Maret 2026 – Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (LSM GMBI) Distrik Garut memperingati hari lahir (harlah) ke-24 dengan menggelar rangkaian kegiatan di Sekretariat LSM GMBI, Jalan Patriot No. 07, Kabupaten Garut. Kegiatan tersebut diisi dengan sholawat kebangsaan serta santunan kepada anak yatim sebagai wujud kepedulian sosial organisasi.

 

Ketua DPD LSM GMBI Kabupaten Garut, Ganda Permana, S.H., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, khususnya rekan-rekan media yang telah hadir dan mengikuti rangkaian kegiatan harlah.

 

“Pertama-tama saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada rekan-rekan media yang telah hadir. Di usia ke-24 ini, LSM GMBI terus berkomitmen menjalankan visi dan misi dalam mengangkat serta memperjuangkan masyarakat kecil yang membutuhkan pendampingan,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan, peringatan harlah tahun ini digelar berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jika biasanya dipusatkan secara nasional di satu lokasi, kini kegiatan dilaksanakan secara serentak di masing-masing daerah dengan konsep hybrid.

 

“Sejak pukul 08.00 WIB, kegiatan dipandu langsung oleh Dewan Pimpinan Pusat melalui apel akbar hybrid yang diikuti seluruh wilayah di Indonesia. Ini merupakan bagian dari adaptasi di era digitalisasi,” jelasnya.

 

Lebih lanjut, Ganda memaparkan perjalanan panjang GMBI di Kabupaten Garut sejak berdiri pada 2002. Berbagai bentuk pendampingan telah dilakukan, mulai dari advokasi masyarakat hingga sektor ekonomi.

 

“Sejak awal berdiri, kami telah mendampingi masyarakat dalam berbagai persoalan, seperti ganti rugi pembangunan jalan lintas selatan Jawa Barat, pendampingan petani dalam memperoleh hak garap lahan, hingga akses legalitas pengelolaan lahan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Operasi Pekat Selama Ramadhan, Aparat Gabungan Tertibkan Tempat Hiburan dan Sita Puluhan Botol Miras

 

Ia juga menjelaskan bahwa GMBI lahir pada 18 Maret 2002 dan dideklarasikan pada 28 Maret di tahun yang sama. Menurutnya, perjalanan organisasi tidak terlepas dari nilai-nilai spiritual dan perjuangan sosial.

 

“GMBI lahir bukan hanya sebagai organisasi sosial kontrol atau pendampingan, tetapi juga sebagai wadah dakwah. Tugas utama kami adalah menegakkan amar ma’ruf nahi munkar serta membela masyarakat yang tertindas dan terzalimi,” jelasnya.

 

Ganda menegaskan, kebesaran sebuah organisasi tidak hanya diukur dari jumlah anggota atau kekuatan fisik, melainkan dari kepercayaan masyarakat.

 

“Sebesar apa pun kita, jika tidak ada pengakuan dari masyarakat, kita tidak akan menjadi besar. Hari ini, kehadiran para tokoh dan masyarakat menjadi bukti bahwa GMBI mendapat tempat dan kepercayaan,” katanya.

 

Ia juga memaparkan filosofi lambang tiga panah GMBI yang memiliki makna ketajaman dalam berbagai aspek.

 

“Panah hijau melambangkan ketajaman dalam tulisan yang dilandasi kejujuran, panah merah ketajaman dalam ucapan, dan panah biru ketajaman dalam gerakan yang menyatu dengan rakyat,” paparnya.

 

Selain itu, GMBI juga aktif dalam pendampingan di berbagai bidang, seperti kesehatan, pendidikan, serta membantu masyarakat menghadapi persoalan perbankan. Bahkan, pihaknya telah mengikuti pelatihan literasi keuangan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Baca Juga :  Puncak Semarak 17 Agustus di RW 06 Cidahu: Jalan Santai, Hadiah Emas, dan Kreasi Seni Anak

 

“Ke depan, kami siap mendampingi masyarakat yang memiliki persoalan dengan perbankan maupun akses keuangan lainnya,” tambahnya.

 

Terkait dinamika sosial dan politik di Kabupaten Garut, Ganda menegaskan bahwa sikap organisasi tetap mengacu pada arahan Dewan Pimpinan Pusat sebagai bagian dari mekanisme organisasi yang terstruktur.

 

“Ada enam program utama di GMBI, di antaranya konsolidasi organisasi dan sosial politik yang menjadi kewenangan pusat. Untuk Kabupaten Garut, saat ini kami masih menunggu arahan pusat,” jelasnya.

 

Meski demikian, ia mengakui secara pribadi memiliki sejumlah catatan terhadap kinerja pemerintahan daerah. Namun, sikap resmi organisasi tidak dapat diputuskan secara parsial di tingkat daerah.

 

“Kami memiliki dewan pakar, dewan pembina, dan dewan kehormatan. Setiap sikap politik harus melalui kajian dan keputusan bersama di tingkat pusat,” tegasnya.

 

Ia pun membuka ruang bagi masyarakat Garut untuk menyampaikan aspirasi dan berdiskusi bersama GMBI jika terdapat keresahan terhadap kebijakan pemerintah.

 

“Silakan masyarakat datang dan berdiskusi. Karena pada dasarnya masyarakat adalah pemilik daerah ini, dan kami siap menjadi bagian dari penyambung aspirasi,” pungkasnya.

 

Peringatan harlah ke-24 ini diharapkan tidak hanya menjadi momentum refleksi perjalanan organisasi, tetapi juga memperkuat komitmen LSM GMBI dalam menjalankan peran sosial, keagamaan, dan kemasyarakatan di tengah masyarakat, khususnya di Kabupaten Garut. (Hil)

Penulis : Hilman

Editor : Tim Nusaharianmedia

Berita Terkait

Berawal dari Bekas Luka di Leher, Aksi Bejat Oknum Guru Ponpes di Garut Akhirnya Terbongkar, BBHAR Dampingi Pelaporan
DPD PAKSI Garut Resmi Dilantik, Dorong Penyuluhan Hukum ke Masyarakat Desa
Bansos Garut Jadi Sorotan: Rumah Nyaris Roboh Tak Dapat Bantuan, Pemilik Mobil Justru Terdaftar Penerima
DKKG Garut Gelar Festival Pembudayaan Olah Raga Tradisional, Perkuat Pelestarian Budaya Lokal
Bidang ESDM PB HMI Gaungkan Pentingnya Geothermal untuk Masa Depan Energi Indonesia
Parkir Liar Jadi Sorotan, Dishub Garut Optimalkan Penataan dan Penegakan Aturan Tahun 2026
Paripurna DPRD Jabar, Yusuf Erwinsyah Pertanyakan Sejarah Milangkala Tatar Sunda dan Program Pendidikan Elitis
DPPKBPPPA Garut Perkuat Edukasi Perlindungan Anak demi Wujudkan Generasi Sehat dan Berkarakter
Berita ini 70 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:44 WIB

Berawal dari Bekas Luka di Leher, Aksi Bejat Oknum Guru Ponpes di Garut Akhirnya Terbongkar, BBHAR Dampingi Pelaporan

Jumat, 15 Mei 2026 - 22:32 WIB

DPD PAKSI Garut Resmi Dilantik, Dorong Penyuluhan Hukum ke Masyarakat Desa

Jumat, 15 Mei 2026 - 09:43 WIB

Bansos Garut Jadi Sorotan: Rumah Nyaris Roboh Tak Dapat Bantuan, Pemilik Mobil Justru Terdaftar Penerima

Kamis, 14 Mei 2026 - 01:41 WIB

Bidang ESDM PB HMI Gaungkan Pentingnya Geothermal untuk Masa Depan Energi Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:41 WIB

Parkir Liar Jadi Sorotan, Dishub Garut Optimalkan Penataan dan Penegakan Aturan Tahun 2026

Berita Terbaru

Uncategorized

Panen Jagung Kuartal II Digelar, Ayi Suryana Apresiasi Kapolres Garut

Sabtu, 16 Mei 2026 - 21:11 WIB

Uncategorized

Pemkab dan Kadin Garut Kolaborasi Percepat Legalitas UMKM

Jumat, 15 Mei 2026 - 19:36 WIB