STIKes Karsa Husada Garut Luncurkan Gerakan GBR: Karnoto Siap Bangun Budaya Bersih,Sehat dan Religius Lewat Kolaborasi

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 4 Juli 2025 - 18:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut,Nusaharianmedia.com – Dalam upaya membentuk karakter mahasiswa yang peduli lingkungan, sehat secara jasmani dan rohani, serta memiliki kesadaran kolektif terhadap kebersihan, STIKes Karsa Husada Garut resmi meluncurkan Gerakan Bersih dan Rapih (GBR) pada Jum’at, 4 Juli 2025. Peluncuran ini berlangsung meriah di halaman Kampus 2 STIKes dan dihadiri oleh jajaran pimpinan kampus, mahasiswa, serta tokoh pemerintahan daerah.

Acara ini diresmikan langsung oleh Wakil Bupati Garut, drg. Hj. Luthfianisa Putri Karlina, M.BA., yang turut memberikan apresiasi atas lahirnya program berbasis karakter tersebut. Dalam peluncuran tersebut, Karnoto, S.Kep., M.Si., dilantik secara resmi sebagai Ketua GBR oleh Ketua STIKes, H. Engkus Kusnadi, S.Kep., M.Kes.

Karnoto: GBR Bukan Sekadar Gerakan, Tapi Sistem Terstruktur

Dalam sambutannya, Karnoto menyampaikan bahwa Gerakan Bersih dan Rapih (GBR) merupakan bagian dari kesadaran kolektif sivitas akademika STIKes untuk menjalani gaya hidup bersih, sehat, dan religius secara berkelanjutan.

“GBR adalah wujud nyata komitmen kampus untuk membentuk kebiasaan hidup yang baik. Ini bukan kegiatan sesaat, tetapi sebuah sistem yang akan dijalankan harian, mingguan, bulanan hingga tahunan, dengan manajemen terstruktur dan SOP yang jelas,” ujar Karnoto di hadapan peserta.

Ia menambahkan bahwa GBR tidak hanya dijalankan di lingkungan internal STIKes, tetapi juga akan disinergikan dengan berbagai pihak eksternal. “Kami ingin menjalin kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, MUI, hingga LSM, agar gerakan ini turut mendukung program strategis pemerintah daerah,” tambahnya.

Wakil Bupati Garut: Kesadaran Lingkungan Harus Dimulai dari Diri Sendiri

Wakil Bupati Garut, Luthfianisa Putri Karlina, dalam sambutannya menegaskan bahwa Garut saat ini menghadapi tantangan lingkungan yang sangat serius. Ia menyoroti meningkatnya kasus banjir dan longsor yang terjadi akibat buruknya sistem pengelolaan sampah dan kurangnya kesadaran masyarakat.

“Garut itu kalau hujan dua hari saja langsung banjir. Bahkan belum lama ini lebih dari 40 titik terendam dan beberapa daerah longsor hingga ada korban jiwa. Ini sangat memprihatinkan,” tegas Teh Putri.

Menurutnya, akar persoalan bukan hanya pada infrastruktur yang belum merata, tetapi juga perilaku masyarakat yang masih belum memiliki kesadaran menjaga lingkungan. Ia mencontohkan kasus tempat sampah yang rusak karena komponennya dicuri atau tidak digunakan sebagaimana mestinya.

“Percuma tempat sampah disiapkan di mana-mana, kalau besinya dibongkar dan tutupnya diambil. Ini bukan soal anggaran lagi, tapi soal kesadaran kolektif. Investasi terbesar hari ini adalah kesadaran,” ujarnya.

Teh Putri juga membagikan pengalamannya dalam mengelola sampah rumah tangga, termasuk memisahkan sampah organik dan anorganik, membuat kompos, serta membudidayakan maggot sebagai pakan lele di rumahnya.

“Kalau semua warga memulai dari rumah, pekerjaan Dinas Lingkungan Hidup akan jauh lebih ringan. Dan ini bisa dimulai dari mahasiswa,” tambahnya.

Pendidikan Karakter Jadi Landasan GBR

Ketua STIKes Karsa Husada Garut, H. Engkus Kusnadi, S.Kep., M.Kes., menjelaskan bahwa GBR merupakan bagian dari visi institusinya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesehatan fisik, mental yang kuat, dan kepedulian sosial yang tinggi.

“Kami ingin mahasiswa kami menjadi role model di masyarakat. Pintar saja tidak cukup, mereka harus peduli lingkungan, sehat secara fisik, dan religius,” kata Engkus.

Untuk mendukung implementasi GBR, pihak kampus akan melakukan penyesuaian jadwal kuliah setiap hari Jumat. Mahasiswa akan didorong untuk mengikuti rangkaian kegiatan seperti olahraga pagi, pembersihan lingkungan (opsih), dan aktivitas keagamaan sebelum mengikuti perkuliahan setelah salat Jumat.

Yayasan Dukung GBR Sebagai Masa Emas Pembentukan Karakter

Ketua Pembina Yayasan Dharma Husada Insani Garut, Dr. H. Hadiat, MA., menyambut positif inisiatif GBR dan menyebutnya sebagai bagian dari proses pembentukan karakter mahasiswa di masa transisi menuju dunia profesional.

“Mahasiswa berada di masa ‘golden period kedua’. Masa ini penting untuk menanamkan nilai-nilai hidup bersih, disiplin, spiritual, dan kepedulian sosial. Kalau kita ingin seperti negara maju, kita harus mulai dari pembangunan karakter,” tegas Hadiat.

Di sisi lain, dia berharap agar GBR tidak menjadi kegiatan seremonial belaka, tetapi benar-benar menjadi budaya yang melekat dalam kehidupan mahasiswa dan civitas akademika STIKes.

Menuju Kampus Hijau dan Religius

Dengan diluncurkannya Gerakan Bersih dan Rapih, STIKes Karsa Husada Garut menetapkan arah baru dalam menyatukan aspek pendidikan, kebersihan, kesehatan, dan spiritualitas. Program ini diharapkan mampu mencetak lulusan yang tak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan etika lingkungan.

Karnoto menutup dengan harapan bahwa GBR bisa menjadi inspirasi bagi institusi pendidikan lain di Kabupaten Garut, bahkan di tingkat nasional.

“Kami tidak ingin gerakan ini berhenti di kampus. Kami ingin GBR menyebar menjadi budaya hidup masyarakat Garut secara keseluruhan,” pungkasnya. (Red)
Baca Juga :  Asep Rahmat: Bimtek Gerindra Jadi Momentum Perkuat Loyalitas dan Kepedulian Terhadap Rakyat

Berita Terkait

Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar
DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita
ABAG Desak Tramadol Ditangani Serius, Ayi Suryana Tegaskan DPRD Kawal Lewat Fungsi Pengawasan dan Telusuri Pemasok
Ketua PA GMNI Bung Kalam Ucapkan Selamat kepada Abdusy Syakur Amin, Dorong Golkar Garut Jadi Partai Modern dan Transformatif
Strategi Baru Dongkrak PAD, Bapenda Garut Hadirkan Split Payment dan Libatkan Konsumen Lewat Inovasi UAS
Dorong Pertumbuhan CASA, BRI BO Cibadak Beri Penghargaan kepada Dua Agen BRILink
Gerilya Para Pemburu Kursi Sekda Garut: Manuver Senyap Kandidat Pengganti Nurdin Yana Mulai Terendus
Inovasi Garut Mulai Dilirik Daerah Lain, Split Payment Bapenda Jadi Perhatian Komisi III DPRD Kota Tangerang
Berita ini 72 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:39 WIB

Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar

Senin, 21 September 2026 - 22:34 WIB

DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita

Senin, 21 September 2026 - 22:04 WIB

ABAG Desak Tramadol Ditangani Serius, Ayi Suryana Tegaskan DPRD Kawal Lewat Fungsi Pengawasan dan Telusuri Pemasok

Senin, 21 September 2026 - 18:33 WIB

Ketua PA GMNI Bung Kalam Ucapkan Selamat kepada Abdusy Syakur Amin, Dorong Golkar Garut Jadi Partai Modern dan Transformatif

Jumat, 18 September 2026 - 20:49 WIB

Strategi Baru Dongkrak PAD, Bapenda Garut Hadirkan Split Payment dan Libatkan Konsumen Lewat Inovasi UAS

Berita Terbaru