Koalisi Mahasiswa Garut Gelar Aksi, Tegaskan Evaluasi Kinerja dan Transparansi Hukum

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 5 Maret 2026 - 18:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com 05 Maret 2026 – Koalisi Mahasiswa Kabupaten Garut menggelar aksi unjuk rasa di Alun-alun Garut sebagai bentuk evaluasi terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Garut dalam satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Garut. Aksi tersebut diikuti puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dan diwarnai dengan orasi serta pertunjukan teatrikal.

Dalam aksi simbolik itu, mahasiswa menggambarkan Bupati, Wakil Bupati, dan Ketua DPRD Garut seolah-olah “diadili oleh rakyat” atas berbagai persoalan daerah yang dinilai belum terselesaikan. Teatrikal tersebut menjadi gambaran kekecewaan mahasiswa terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan penegakan hukum di Kabupaten Garut.

Pernyataan Ketua BEM

Ketua BEM yang tergabung dalam Koalisi Mahasiswa Garut menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan atas minimnya ruang dialog antara pemerintah daerah dan mahasiswa.

Ia menyampaikan bahwa satu tahun masa kepemimpinan seharusnya sudah menunjukkan arah kebijakan yang jelas dan berdampak langsung bagi masyarakat.

“Satu tahun memimpin bukan lagi masa percobaan, melainkan masa pengabdian. Seharusnya sudah terlihat arah kebijakan dan dampaknya,” ujarnya dalam orasi.

Baca Juga :  Bukan Sekadar Surat Edaran, Ketua DPRD Garut Aris Munandar Dorong Perbup Jam Malam Anak demi Perlindungan Anak

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Garut belum maksimal dalam menyikapi berbagai persoalan mendasar, mulai dari ketimpangan sosial, tingginya angka kemiskinan ekstrem, hingga masih banyaknya rumah tidak layak huni yang belum tertangani secara serius.

Ketua BEM juga menyoroti gaya komunikasi pemerintah daerah yang dinilai lebih aktif di media sosial dibanding membuka ruang diskusi langsung dengan masyarakat maupun kalangan akademisi.

Orasi Mahasiswa: Soroti Sosial dan Penegakan Hukum

Dalam orasi yang disampaikan secara bergantian oleh perwakilan mahasiswa lintas kampus, massa aksi secara tegas menuntut evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Bupati dan Wakil Bupati Garut. Mereka menilai kebijakan yang dijalankan belum sepenuhnya berpihak pada masyarakat kecil.

Mahasiswa juga mendesak transparansi dan kejelasan penegakan hukum atas meninggalnya tiga warga dalam rangkaian pesta pernikahan Wakil Bupati Garut dengan putra Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Mereka menilai hingga saat ini belum ada penjelasan terbuka mengenai pihak yang paling bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.

“Kami menilai kinerjanya stagnan dan lebih banyak tampil di media sosial,” ujar salah satu orator.

Baca Juga :  FARGAM Kritik Arah Kebijakan: Garut Hebat Dinilai Kehilangan Peta Jalan

Dalam orasi lainnya, mahasiswa menegaskan bahwa gerakan ini merupakan bagian dari tanggung jawab moral sebagai agen kontrol sosial.

Mereka mengingatkan pemerintah daerah agar tidak menutup ruang dialog karena hal tersebut berpotensi memicu aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar.

“Satu tahun adalah waktu yang cukup untuk melihat arah dan capaian kebijakan. Kami hadir untuk memberikan catatan, bukan sekadar kritik, tetapi juga solusi,” tegas koordinator lapangan aksi.

Refleksi dan Penegasan Sikap

Menjelang akhir kegiatan, massa aksi menggelar refleksi dengan menyalakan lilin serta melakukan tabur bunga sebagai bentuk penghormatan atas insiden yang menyebabkan tiga warga meninggal dunia. Momen tersebut sekaligus menjadi simbol perenungan atas berbagai persoalan daerah yang dinilai belum terselesaikan.

Koalisi Mahasiswa Garut menegaskan bahwa aksi ini merupakan langkah konkret untuk mendorong pemerintahan yang lebih transparan, responsif, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat luas. Mereka berharap evaluasi yang disampaikan dapat menjadi bahan perbaikan bagi Pemerintah Kabupaten Garut ke depan. (Hil)

Berita Terkait

Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar
DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita
ABAG Desak Tramadol Ditangani Serius, Ayi Suryana Tegaskan DPRD Kawal Lewat Fungsi Pengawasan dan Telusuri Pemasok
Ketua PA GMNI Bung Kalam Ucapkan Selamat kepada Abdusy Syakur Amin, Dorong Golkar Garut Jadi Partai Modern dan Transformatif
Strategi Baru Dongkrak PAD, Bapenda Garut Hadirkan Split Payment dan Libatkan Konsumen Lewat Inovasi UAS
Dorong Pertumbuhan CASA, BRI BO Cibadak Beri Penghargaan kepada Dua Agen BRILink
Gerilya Para Pemburu Kursi Sekda Garut: Manuver Senyap Kandidat Pengganti Nurdin Yana Mulai Terendus
Inovasi Garut Mulai Dilirik Daerah Lain, Split Payment Bapenda Jadi Perhatian Komisi III DPRD Kota Tangerang
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:39 WIB

Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar

Senin, 21 September 2026 - 22:34 WIB

DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita

Senin, 21 September 2026 - 22:04 WIB

ABAG Desak Tramadol Ditangani Serius, Ayi Suryana Tegaskan DPRD Kawal Lewat Fungsi Pengawasan dan Telusuri Pemasok

Senin, 21 September 2026 - 18:33 WIB

Ketua PA GMNI Bung Kalam Ucapkan Selamat kepada Abdusy Syakur Amin, Dorong Golkar Garut Jadi Partai Modern dan Transformatif

Jumat, 18 September 2026 - 20:49 WIB

Strategi Baru Dongkrak PAD, Bapenda Garut Hadirkan Split Payment dan Libatkan Konsumen Lewat Inovasi UAS

Berita Terbaru