Dari Debu Hingga Binantang: Menggali Hakikat Manusia dan Alam Semesta

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 4 Mei 2025 - 10:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Oleh Presiden RRG, Eldy Supriadi)

Garut Opini, Nusaharianmedia.com – Pernahkah kita berhenti sejenak dan merenungkan, dari mana asal-usul kita? Kita lahir dari debu, tanah yang hina dan sederhana. Sebuah proses yang dimulai dari materi yang kecil dan lemah, lalu berkembang menjadi makhluk yang mampu berpikir, berbuat, dan menembus batas-batas langit.

Ketika kita menyadari asal-usul ini, hati kita seakan tersentuh. Betapa kecilnya diri ini di tengah luasnya alam semesta. Tetapi, dari debu itu pula Allah SWT meniupkan ruh dan kemampuan luar biasa — akal, hati, dan potensi untuk menjelajahi seluruh ciptaan-Nya.

Alam semesta ini begitu megah dan penuh rahasia. Galaksi-galaksi yang berjuta-juta jumlahnya beredar dalam keteraturan yang menakjubkan. Bintang-bintang yang bersinar indah, planet-planet yang beredar sesuai hukum Allah, semuanya adalah ayat-ayat kauniyah yang mengajak manusia untuk bertafakur.

Sebagai manusia, kita adalah bagian kecil dari karya besar Allah itu. Tetapi, kita juga diberikan kelebihan: akal dan hati. Dengan keduanya, kita mampu memahami hakikat diri dan menembus batas-batas kehidupan.

Ilmu pengetahuan dan wahyu adalah dua cahaya yang saling melengkapi. Ilmu memberi kita jawaban “bagaimana” alam bekerja, sedangkan wahyu memberi jawaban “mengapa” dan “untuk apa” kita diciptakan. Keduanya adalah jalan menuju pemahaman hakikat manusia yang sesungguhnya.

Jangan pernah merasa kecil dan lemah. Karena dari debu, kita mampu melangkah menuju keindahan langit dan keagungan alam semesta. Kita mampu menjadi insan yang berguna, penuh makna, dan selalu dekat kepada Allah, Sang Pencipta.

Mari kita terus belajar dan menginternalisasi sifat-sifat Allah melalui Asmaul Husna. Dengan menyebut dan merenungkan nama-nama-Nya yang indah, hati kita akan selalu merasa tenang dan penuh kekuatan. Kita akan sadar bahwa segala kekuatan dan keberkahan berasal dari Allah, Sang Pemilik Segala Keindahan dan Kekuatan.

Dari debu yang hina, kita mampu menjelajah langit dan menembus batas-batas kehidupan. Yang penting, hati kita selalu terikat dan dekat kepada Allah. Karena, sesungguhnya, Dia-lah sumber kekuatan, kedamaian, dan keberkahan sejati.

Semoga kita selalu diberikan kekuatan dan keimanan untuk terus menapaki perjalanan panjang dari debu menuju bintang, dan menjadi insan yang selalu ingat akan hakikat diri dan kebesaran Allah.

Aamiin.

Baca Juga :  Ciptakan Kedamaian di Bulan Suci Ramadhan, Kades Cigadog Dedi Rudiana Imbau Warga Jauhi Fitnah

Berita Terkait

Idul Fitri 1447 H, Ketua DPC PPKHI Garut Tekankan Persaudaraan dan Kepedulian Sosial
Kurangi Kemacetan Mudik Lebaran, Dedi Mulyadi Salurkan Kompensasi Rp1,4 Juta untuk Kusir Delman dan Tukang Becak di Garut
PMII Soroti 430 Dapur MBG di Garut, Desak Transparansi dan Audit Rantai Pasok, Singgung Dugaan “Penguasa Dapur”
“Kritik Tajam Anton Suratto di Balik Penjemputan Septi: Edukasi Massif Adalah Benteng Terakhir Rakyat Kecil”
Program PTSL 2026 Dikebut, GMNI Garut: Jangan Tutupi Masalah Lama dengan Target 23 Ribu Sertifikat
Audiensi Bersama GAPERMAS, Komisi II DPRD Kabupaten Garut Akan Kawal Ketat Distribusi Pupuk Bersubsidi
Kolaborasi Lintas Sektor, Anggota DPRD Garut Yudha Puja Turnawan Pastikan CSR Bank BJB dan BPR Garut Siap Bangun Rumah Layak bagi Hani,
SPPG Sindanggalih Karangpawitan Resmi Beroperasi, Siap Layani 2.750 Penerima Manfaat Program MBG
Berita ini 8 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 21 Maret 2026 - 03:52 WIB

Idul Fitri 1447 H, Ketua DPC PPKHI Garut Tekankan Persaudaraan dan Kepedulian Sosial

Minggu, 15 Maret 2026 - 01:00 WIB

Kurangi Kemacetan Mudik Lebaran, Dedi Mulyadi Salurkan Kompensasi Rp1,4 Juta untuk Kusir Delman dan Tukang Becak di Garut

Kamis, 12 Maret 2026 - 19:17 WIB

PMII Soroti 430 Dapur MBG di Garut, Desak Transparansi dan Audit Rantai Pasok, Singgung Dugaan “Penguasa Dapur”

Sabtu, 7 Maret 2026 - 11:42 WIB

“Kritik Tajam Anton Suratto di Balik Penjemputan Septi: Edukasi Massif Adalah Benteng Terakhir Rakyat Kecil”

Jumat, 27 Februari 2026 - 20:29 WIB

Program PTSL 2026 Dikebut, GMNI Garut: Jangan Tutupi Masalah Lama dengan Target 23 Ribu Sertifikat

Berita Terbaru