Kelangkaan Gas 3 Kg di Garut Bukan Sekadar Masalah, Ini Kegagalan Pengawasan Jelang Idul Fitri

- Jurnalis

Jumat, 20 Maret 2026 - 16:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com – Kelangkaan gas LPG 3 kilogram bersubsidi di Garut Kota bukan lagi sekadar persoalan distribusi biasa, melainkan cerminan lemahnya pengawasan dan ketidaktegasan pemerintah dalam mengelola kebutuhan dasar rakyat. Menjelang Idul Fitri, kondisi ini justru semakin parah dan memicu kemarahan masyarakat, khususnya para ibu rumah tangga.

Eni Jubaedah, warga Sukadana, Garut Kota, mengaku harus berulang kali berkeliling hanya untuk mendapatkan satu tabung gas. Ironisnya, di saat rakyat kesulitan, gas justru tersedia di pengecer dengan harga selangit, mencapai Rp28.000 hingga Rp30.000 per tabung jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Ini bukan lagi langka, tapi seperti dipermainkan. Di warung ada, tapi mahal. Pemerintah ke mana?” keluhnya dengan nada geram.

Baca Juga :  Polres Garut Gelar Dzikir dan Doa Bersama Sambut HUT Bhayangkara Ke-79

Fenomena ini menimbulkan kecurigaan kuat adanya praktik kotor dalam rantai distribusi, mulai dari penimbunan hingga permainan harga oleh oknum yang memanfaatkan situasi. Jika benar terjadi, maka ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap rakyat kecil yang seharusnya dilindungi oleh kebijakan subsidi.

Lebih parah lagi, kondisi ini terus berulang setiap tahun tanpa solusi konkret. Pemerintah seolah gagal belajar dari persoalan yang sama, membiarkan rakyat terus menjadi korban dari sistem distribusi yang amburadul.

Menjelang Idul Fitri, kebutuhan rumah tangga meningkat tajam. Gas LPG 3 kg bukan barang mewah, melainkan kebutuhan pokok. Ketika akses terhadapnya dipersulit dan harganya dimainkan, maka yang terjadi adalah tekanan langsung terhadap kehidupan masyarakat kecil.

Baca Juga :  Ketua KONI Subhan Rohmansyah Resmi Membuka Kejuaraan, Atlet Muda Siap Bertanding Di POPDA–Porprov

Pemerintah daerah dan instansi terkait tidak boleh lagi hanya sebatas imbauan. Harus ada langkah tegas dan terukur: sidak menyeluruh, penindakan tanpa kompromi terhadap penimbun, serta jaminan distribusi yang benar-benar tepat sasaran.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka wajar jika kepercayaan publik kian runtuh. Rakyat tidak butuh janji, mereka butuh kehadiran negara yang nyata terutama dalam menjamin kebutuhan dasar di momen penting seperti Idul Fitri.

Berita Terkait

Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar
DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita
ABAG Desak Tramadol Ditangani Serius, Ayi Suryana Tegaskan DPRD Kawal Lewat Fungsi Pengawasan dan Telusuri Pemasok
Ketua PA GMNI Bung Kalam Ucapkan Selamat kepada Abdusy Syakur Amin, Dorong Golkar Garut Jadi Partai Modern dan Transformatif
Strategi Baru Dongkrak PAD, Bapenda Garut Hadirkan Split Payment dan Libatkan Konsumen Lewat Inovasi UAS
Dorong Pertumbuhan CASA, BRI BO Cibadak Beri Penghargaan kepada Dua Agen BRILink
Gerilya Para Pemburu Kursi Sekda Garut: Manuver Senyap Kandidat Pengganti Nurdin Yana Mulai Terendus
Inovasi Garut Mulai Dilirik Daerah Lain, Split Payment Bapenda Jadi Perhatian Komisi III DPRD Kota Tangerang
Berita ini 35 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:39 WIB

Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar

Senin, 21 September 2026 - 22:34 WIB

DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita

Senin, 21 September 2026 - 22:04 WIB

ABAG Desak Tramadol Ditangani Serius, Ayi Suryana Tegaskan DPRD Kawal Lewat Fungsi Pengawasan dan Telusuri Pemasok

Senin, 21 September 2026 - 18:33 WIB

Ketua PA GMNI Bung Kalam Ucapkan Selamat kepada Abdusy Syakur Amin, Dorong Golkar Garut Jadi Partai Modern dan Transformatif

Jumat, 18 September 2026 - 20:49 WIB

Strategi Baru Dongkrak PAD, Bapenda Garut Hadirkan Split Payment dan Libatkan Konsumen Lewat Inovasi UAS

Berita Terbaru