Pondok Pesantren Nurul Huda Malati Buka Penerimaan Santri Baru Tahun Ajaran 2026/2027

- Jurnalis

Jumat, 20 Maret 2026 - 08:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com — Di tengah arus perkembangan zaman yang bergerak cepat, kebutuhan akan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kekuatan spiritual dan akhlak yang mulia, menjadi semakin mendesak.

Perubahan global yang dinamis kerap menuntut kecanggihan, namun di sisi lain berpotensi menggeser nilai-nilai fundamental yang menjadi dasar kehidupan beragama dan bermasyarakat.

Menjawab tantangan tersebut, Pondok Pesantren Nurul Huda Malati terus meneguhkan perannya, bukan sekadar sebagai lembaga pendidikan formal, melainkan sebagai bagian dari mata rantai perjuangan ulama dalam menjaga nilai-nilai keislaman, membina umat, serta mempersiapkan generasi masa depan yang tangguh dan berintegritas.

Berangkat dari komitmen tersebut, pihak pesantren secara resmi membuka Sistem Penerimaan Santri Baru (SPMB) untuk Tahun Ajaran 2026/2027. Proses ini tidak hanya diposisikan sebagai kegiatan administratif semata, melainkan sebagai upaya strategis dan terencana dalam mencetak generasi yang siap berkontribusi di tingkat lokal, nasional, hingga global.

Dalam pelaksanaannya, Pondok Pesantren Nurul Huda Malati mengusung sistem pendidikan yang terintegrasi. Kurikulum yang diterapkan menggabungkan pendidikan agama dengan kompetensi modern yang relevan dengan kebutuhan zaman. Selain itu, pesantren juga menjalin koneksi global melalui kerja sama dengan industri serta Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Jepang, sebagai bentuk pembekalan santri menghadapi dunia kerja internasional.

Pembinaan karakter dan kepemimpinan juga menjadi fokus utama, yang diwujudkan melalui program Latihan Dasar Kepemimpinan Santri (LDKS) serta organisasi internal santri. Dari sisi manajemen, pesantren menerapkan standar pengelolaan modern berbasis internasional, yakni (ISO 9001:2015) guna menjamin mutu pendidikan yang berkelanjutan.

Baca Juga :  Satu Bumi, Satu Tindakan: Garut Gelar Puncak Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dengan Beragam Aksi Nyata, DLH Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Warga Atasi Krisis Sampah

Upaya penguatan juga dilakukan melalui pengembangan kurikulum berbasis nilai, ilmu, dan keterampilan, disertai dengan peningkatan kepercayaan publik melalui pengelolaan reputasi digital yang terarah. Di samping itu, pembangunan infrastruktur terus dilakukan secara berkelanjutan, didukung oleh sinergi lintas sektor serta peran aktif pesantren dalam kegiatan sosial dan dakwah di tengah masyarakat.

Untuk Tahun Ajaran 2026/2027, kuota penerimaan santri telah ditetapkan sebagai berikut: 60 santri untuk SMP Ansor, 200 santri untuk SMP Mukim, 30 santri untuk SMK Ansor, dan 60 santri untuk SMK Mukim. Adapun jenjang pendidikan yang tersedia meliputi TK Plus, SMP Plus, dan SMK Plus.

Pendaftaran dibuka dalam dua tahap, yakni Early Registration yang dimulai sebelum masa resmi, serta Official Enrollment yang dijadwalkan berlangsung setelah bulan Syawal. Persyaratan umum yang harus dipenuhi oleh calon santri antara lain fotokopi Kartu Keluarga dan Akta Kelahiran, legalisir ijazah terakhir, pas foto ukuran 3×4 sebanyak dua lembar, serta surat keterangan sehat.

Secara geografis, Pondok Pesantren Nurul Huda Malati berlokasi di Kampung Malati, Desa Padaasih, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Lingkungan pesantren yang sejuk dan asri, serta jauh dari hiruk-pikuk perkotaan, dinilai menjadi salah satu faktor pendukung dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif dan mendalam, khususnya dalam penguatan nilai-nilai keagamaan.

Baca Juga :  Jumat Berkah, Kanit Turjawali Ipda Ade Sulaiman Berbagi 50 Porsi Makanan untuk Gojek dan Warga

Dari lingkungan yang sederhana tersebut, pesantren berupaya menghadirkan pendidikan berbasis nilai yang mampu melahirkan generasi dengan akar keilmuan yang kuat, namun tetap memiliki wawasan luas dalam menghadapi tantangan global. Pihak pesantren meyakini bahwa kontribusi besar bagi peradaban kerap lahir dari tempat-tempat yang dibangun dengan keikhlasan, kedisiplinan, dan semangat pengabdian.

Lebih dari sekadar institusi pendidikan, pesantren diposisikan sebagai tempat pembentukan karakter, penjagaan nilai, serta ruang pembinaan calon pemimpin masa depan umat. Oleh karena itu, pihak pengelola juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk alim ulama, tokoh masyarakat, dan umat Islam secara luas, untuk memberikan dukungan serta doa agar ikhtiar ini memberikan manfaat berkelanjutan bagi agama, bangsa, dan kemanusiaan.

Informasi lebih lanjut terkait pendaftaran dapat diakses melalui laman resmi: https://nurulhudamalati.netlify.app atau melalui kontak Ustaz Ahmad Tanjil di nomor 0852-0016-0046 serta bagian informasi di nomor 0822-5873-9084.

Sebagai penutup, pesantren mengusung semangat “Minad dho’fi ila quwwah, wa minash shughri ila ‘azhmatil atsar,” yang berarti dari keterbatasan menuju kekuatan, dan dari hal kecil menuju dampak yang besar. Prinsip tersebut diharapkan menjadi landasan dalam setiap langkah pengembangan pendidikan di Pondok Pesantren Nurul Huda Malati. (Wan)

Berita Terkait

Suyudi Ario Seto Resmi Jadi Kapolri, Estafet Kepemimpinan Polri Berganti
Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar
DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita
ABAG Desak Tramadol Ditangani Serius, Ayi Suryana Tegaskan DPRD Kawal Lewat Fungsi Pengawasan dan Telusuri Pemasok
Ketua PA GMNI Bung Kalam Ucapkan Selamat kepada Abdusy Syakur Amin, Dorong Golkar Garut Jadi Partai Modern dan Transformatif
Strategi Baru Dongkrak PAD, Bapenda Garut Hadirkan Split Payment dan Libatkan Konsumen Lewat Inovasi UAS
Dorong Pertumbuhan CASA, BRI BO Cibadak Beri Penghargaan kepada Dua Agen BRILink
Gerilya Para Pemburu Kursi Sekda Garut: Manuver Senyap Kandidat Pengganti Nurdin Yana Mulai Terendus
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:50 WIB

Suyudi Ario Seto Resmi Jadi Kapolri, Estafet Kepemimpinan Polri Berganti

Senin, 21 September 2026 - 22:39 WIB

Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar

Senin, 21 September 2026 - 22:34 WIB

DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita

Senin, 21 September 2026 - 22:04 WIB

ABAG Desak Tramadol Ditangani Serius, Ayi Suryana Tegaskan DPRD Kawal Lewat Fungsi Pengawasan dan Telusuri Pemasok

Jumat, 18 September 2026 - 20:49 WIB

Strategi Baru Dongkrak PAD, Bapenda Garut Hadirkan Split Payment dan Libatkan Konsumen Lewat Inovasi UAS

Berita Terbaru