“Kritik Tajam Anton Suratto di Balik Penjemputan Septi: Edukasi Massif Adalah Benteng Terakhir Rakyat Kecil”

- Jurnalis

Sabtu, 7 Maret 2026 - 11:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com – Suasana haru menyelimuti kepulangan Septi, warga asal Garut yang sempat terjebak dalam pusaran sindikat pekerjaan ilegal di Kamboja. Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat sekaligus Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, turun tangan langsung memastikan kepulangan warganya agar bisa merayakan Idulfitri di kampung halaman.

Kepedulian Anton bukan sekadar formalitas politik. Bersama kader Demokrat, ia menjemput Septi yang tiba dalam kondisi psikis dan fisik yang terguncang. Septi merupakan korban janji manis pekerjaan di luar negeri yang berujung pada kenyataan pahit: terlunta-lunta tanpa upah, bahkan untuk sekadar makan.

“Tadi kami sudah menjemput Mas Septi. Hati saya trenyuh melihatnya, dia sangat sedih. Di sana kondisinya luar biasa sulit, makan susah, uang pun sudah habis tak bersisa,” ungkap Anton dengan nada bicara yang dalam dan penuh empati.

Baca Juga :  Polsek Cibalong Razia Miras di Desa Maroko 28 Botol Diamankan

Langkah Kemanusiaan di Balik Diplomasi
Proses kepulangan Septi merupakan kerja kolaboratif. Anton mengapresiasi peran kader di lapangan, termasuk Pak Bajuri, yang bergerak cepat memfasilitasi jalur kepulangan dari Kamboja. Bagi Anton, menyelamatkan satu nyawa warga Jawa Barat adalah prioritas yang melampaui tugas birokrasi.

Namun, di balik aksi humanis tersebut, Anton melontarkan kritik tajam dan peringatan keras terkait maraknya perdagangan orang (TPPO) bermodus tawaran kerja. Ia menyoroti celah penggunaan visa turis yang sering kali menjadi “pintu masuk” maut bagi para pencari kerja.

“Ini harus jadi pelajaran pahit bagi kita semua. Jangan mudah tergiur. Kalau tawaran resmi, keberangkatan pasti rombongan dan visanya adalah visa pekerja, bukan visa turis. Kita harus lebih peka,” tegasnya.

Baca Juga :  Jelang Purna Tugas, Sekda Garut Nurdin Yana Tegaskan Seleksi Terbuka Jabatan Sekda Digelar Juli 2026

Edukasi Sebagai Benteng Terakhir
Meski tidak sepenuhnya menyalahkan pemerintah karena modus visa wisata yang sulit terdeteksi, Anton mendesak adanya penguatan sosialisasi hingga ke tingkat desa. Menurutnya, edukasi massif adalah benteng terakhir agar warga tidak lagi terjebak dalam skema penipuan serupa.

“Yang paling penting adalah kewaspadaan masyarakat. Kami di Demokrat akan terus mengawal kasus-kasus seperti ini, namun pencegahan jauh lebih utama. Jangan sampai ada ‘Septi-Septi’ lain yang harus mengalami trauma ini,” pungkas Anton.

Kini, Septi telah kembali ke pangkuan keluarga di Garut. Berkat langkah nyata Anton Suratto dan tim, Idulfitri tahun ini bagi Septi bukan lagi tentang ketakutan di negeri orang, melainkan tentang syukur dan hangatnya kumpul keluarga

Berita Terkait

Cegah Cyberbullying, DPPKBPPPA Garut Gaungkan Bela Negara Digital dan Peran Orang Tua
Perkuat Perlindungan Anak, DPPKBPPPA Garut Edukasi Siswa SMP soal Bahaya Bullying dan Bijak Bermedia Sosial
Febbie A. Zam Zami Soroti Melemahnya Otoritas Kepakaran di Tengah Banjir Informasi Digital
Aliansi Mahasiswa Soroti Kekosongan Dirut PDAM Tirtawening, Desak Seleksi Transparan
Satkar Ulama Garut Resmi Dilantik, Tegaskan Komitmen Pengabdian dan Persatuan Umat
Alih Fungsi Lahan Tak Terkendali dan Minim RTH, Industri Leles Terancam Krisis Lingkungan
HMI Cabang Garut Serahkan Dua Policy Brief Strategis kepada Bupati, Soroti BUMD dan TJSLP
Paripurna LKPJ 2025, Fraksi Golkar Tekankan Pentingnya Pengelolaan Media Sosial dan Jaga Komunikasi 
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 21:33 WIB

Cegah Cyberbullying, DPPKBPPPA Garut Gaungkan Bela Negara Digital dan Peran Orang Tua

Kamis, 30 April 2026 - 21:23 WIB

Perkuat Perlindungan Anak, DPPKBPPPA Garut Edukasi Siswa SMP soal Bahaya Bullying dan Bijak Bermedia Sosial

Kamis, 30 April 2026 - 20:16 WIB

Febbie A. Zam Zami Soroti Melemahnya Otoritas Kepakaran di Tengah Banjir Informasi Digital

Kamis, 30 April 2026 - 00:04 WIB

Aliansi Mahasiswa Soroti Kekosongan Dirut PDAM Tirtawening, Desak Seleksi Transparan

Selasa, 28 April 2026 - 22:05 WIB

Alih Fungsi Lahan Tak Terkendali dan Minim RTH, Industri Leles Terancam Krisis Lingkungan

Berita Terbaru