Nusaharianmedia.Com — Seorang pria bernama Alvin Arsenio Putra Asal Wanaraja dilaporkan belum kembali setelah meminjam sepeda motor dengan alasan mengambil tas. Peristiwa tersebut terjadi di lingkungan proyek bangunan tempat yang bersangkutan bekerja sebagai tukang bangunan, dengan korban Ade berprofesi sebagai petugas keamanan (security). Hingga saat ini, kendaraan yang dipinjam belum dikembalikan.
Peristiwa itu diketahui terjadi pada hari kamis pagi jam 07.35 diarea proyek bangunan, ketika Alvin meminta izin kepada korban untuk meminjam sepeda motor dengan dalih hendak mengambil tas yang tertinggal. Korban Ade Asal Banyuresmi tanpa rasa curiga. Namun, setelah ditunggu dalam waktu yang cukup lama, Alvin tidak kunjung kembali ke lokasi.
Sepeda motor yang dipinjam merupakan jenis Beat dengan nomor polisi Z 2181 DBK, produksi dari perusahaan otomotif Honda. Kendaraan tersebut sehari-hari digunakan korban untuk aktivitas kerja dan mobilitas keluarga.
Menurut keterangan korban, awalnya tidak ada tanda-tanda mencurigakan. “Dia hanya bilang mau ambil tas sebentar. Karena masih satu lingkungan kerja dan sering berinteraksi, saya tidak menaruh curiga,” ujarnya saat dimintai keterangan. Namun, setelah beberapa jam berlalu tanpa kabar, korban mulai berupaya menghubungi Alvin melalui telepon seluler. Upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena nomor yang bersangkutan tidak aktif.
Rekan-rekan pekerja lain di lokasi proyek mengaku terkejut atas kejadian tersebut. Beberapa di antaranya menyatakan tidak mengetahui keberadaan Alvin setelah meninggalkan lokasi dengan sepeda motor korban. Hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum kembali ke tempat kerja dan tidak memberikan klarifikasi kepada pihak korban maupun pengelola proyek.
Korban menyampaikan bahwa kejadian ini telah dilaporkan kepada pihak berwenang untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum yang berlaku. Laporan tersebut dibuat guna memberikan kepastian hukum serta membuka kemungkinan pelacakan kendaraan. Pihak kepolisian setempat menerima laporan terkait dugaan penggelapan atau penipuan tersebut dan menyatakan masih melakukan penyelidikan awal.
Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tetap waspada dalam setiap transaksi atau peminjaman barang, termasuk di lingkungan kerja. Aparat kepolisian mengimbau siapa pun yang mengetahui keberadaan terlapor atau melihat kendaraan dengan ciri-ciri tersebut agar segera melapor kepada pihak berwenang.
Hingga saat ini, proses penyelidikan masih berlangsung. Pihak kepolisian menyatakan akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut setelah memperoleh hasil pemeriksaan tambahan dan data pendukung lainnya.









