Ratusan Ojol Datangi Polsek Cibatu, Desak Penindakan Tegas Usai Dugaan Pengeroyokan di Stasiun Cibatu

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 24 Januari 2026 - 21:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com – Seorang pengemudi ojek online (ojol) diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah ojek pangkalan (opang) di kawasan Stasiun Kereta Api Cibatu, Kabupaten Garut, sabtu (24/01/2026), sekitar pukul 14.00 WIB. Insiden tersebut memicu solidaritas ratusan pengemudi ojol yang mendatangi Polsek Cibatu dan sempat bergerak ke area stasiun.

 

Ketua Yayasan Pengemudi Ojek Online Garut, Maki, menjelaskan bahwa peristiwa bermula saat korban menerima pesanan penumpang di area Stasiun Cibatu. Menyadari lokasi tersebut merupakan zona yang tidak diperbolehkan untuk penjemputan ojol, korban disebut berniat memberikan informasi dan mengedukasi penumpang agar berpindah ke titik yang diizinkan.

Namun situasi berubah ketika penumpang langsung naik ke kendaraan ojol. Tidak lama kemudian, sejumlah opang yang berada di sekitar lokasi mendatangi korban dan melakukan interogasi. Suasana yang awalnya berupa komunikasi disebut berkembang menjadi tegang hingga berujung pada dugaan tindakan pengeroyokan.

Baca Juga :  Respons Keluhan Masyarakat Polsek Banyuresmi Lakukan Penertiban Knalpot Kendaraan R2 Tak Sesuai Spesifik

 

“Pengemudi ojol tersebut dihentikan, diinterogasi, lalu diduga dikeroyok oleh beberapa orang. Korban sempat berusaha menyelamatkan diri dan mengalami luka-luka,” ujar Maki saat ditemui di depan Mapolsek Cibatu.

 

Akibat kejadian tersebut, korban harus menjalani perawatan medis di RSU dr. Slamet Garut guna keperluan visum. Pihak pengemudi ojol juga telah melaporkan peristiwa itu secara resmi ke Polres Garut agar diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

 

Informasi dugaan pengeroyokan tersebut dengan cepat menyebar melalui grup percakapan komunitas ojol. Merespons hal itu, ratusan pengemudi ojol dari berbagai wilayah mendatangi Polsek Cibatu untuk menyampaikan laporan sekaligus meminta aparat kepolisian bertindak tegas.

 

Selain mendatangi kantor polisi, massa ojol juga sempat bergerak menuju kawasan Stasiun Cibatu sebagai bentuk solidaritas terhadap korban. Kehadiran ratusan pengemudi ojol sempat menarik perhatian warga sekitar dan pengguna jasa kereta api.

Baca Juga :  Satkar Ulama Garut Manfaatkan Harlah ke-56 untuk Konsolidasi dan Penguatan Basis Golkar Menuju 2029

Kapolsek Cibatu AKP Amirudin Latif membenarkan adanya kedatangan ratusan pengemudi ojol ke Mapolsek. Ia menyebut insiden tersebut dipicu oleh kesalahpahaman dan terjadi di area Stasiun Kereta Api Cibatu.

 

“Kami sudah melakukan komunikasi dengan para ketua dari masing-masing pihak agar situasi tetap kondusif,” ujar AKP Amirudin.

 

Pihak kepolisian memastikan terus memantau perkembangan kasus tersebut serta mengedepankan langkah mediasi guna mencegah konflik lanjutan dan menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat di wilayah Cibatu.

 

Sementara itu, Maki berharap kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari dan mendorong adanya komunikasi serta kerja sama yang lebih baik antara pengemudi ojol dan ojek pangkalan.

 

“Kami ingin tidak ada lagi gesekan. Ojol dan opang sama-sama mencari nafkah untuk keluarga. Sinergi jauh lebih baik daripada konflik,” pungkasnya. (Hilman)

Berita Terkait

Peduli Korban Kebakaran Banyuresmi, Yudha Puja Turnawan Dorong Sinergi CSR, Kemensos, dan Masyarakat untuk Pemulihan Rumah
Forum Lintas OPD Bahas Optimalisasi Aset, Bapenda Garut Tekankan Aset Daerah Harus Bernilai Ekonomi dan Berdampak bagi Masyarakat
Etika dan Kedisiplinan ASN Disorot Saat Apel Rutin, Sejumlah Pegawai Terpantau Asyik Mengobrol dan Bermain Ponsel
Satu Bumi, Satu Tindakan: Garut Gelar Puncak Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dengan Beragam Aksi Nyata, DLH Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Warga Atasi Krisis Sampah
Dugaan Kewajiban Lingkungan PT UNI Cibatu Jadi Sorotan, Forum Pemerhati Lingkungan Desak Transparansi RTH dan Dokumen Lingkungan
Ketua LIBAS Tedi Sutardi Geram, Desak Penindakan Tegas atas Dugaan Pelanggaran Lingkungan di Garut: Jangan Hanya Formalitas dan Mengejar Popularitas
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Garut Dadan Wandiansyah Dukung Instruksi Partai, Fokus Perjuangkan Program Kerakyatan
Garut Bersiap Sambut Festival Qasidah se-Jawa Barat 2026, Ketua DPD LASQI Tegaskan Wadah Silaturahmi Seniman Islami dan Ajang Pelestarian Seni Budaya Islam
Berita ini 157 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:43 WIB

Peduli Korban Kebakaran Banyuresmi, Yudha Puja Turnawan Dorong Sinergi CSR, Kemensos, dan Masyarakat untuk Pemulihan Rumah

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:27 WIB

Etika dan Kedisiplinan ASN Disorot Saat Apel Rutin, Sejumlah Pegawai Terpantau Asyik Mengobrol dan Bermain Ponsel

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:31 WIB

Satu Bumi, Satu Tindakan: Garut Gelar Puncak Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dengan Beragam Aksi Nyata, DLH Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Warga Atasi Krisis Sampah

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:55 WIB

Dugaan Kewajiban Lingkungan PT UNI Cibatu Jadi Sorotan, Forum Pemerhati Lingkungan Desak Transparansi RTH dan Dokumen Lingkungan

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:40 WIB

Ketua LIBAS Tedi Sutardi Geram, Desak Penindakan Tegas atas Dugaan Pelanggaran Lingkungan di Garut: Jangan Hanya Formalitas dan Mengejar Popularitas

Berita Terbaru

Uncategorized

West Java Take Over di Garut Meledak, Disambut Hangat Pecinta Kopi

Rabu, 10 Jun 2026 - 21:27 WIB