Paripurna Istimewa HJG ke-213, Gubernur Jawabarat Dedi Mulyadi Tekankan Integrasi Tata Ruang dan Pariwisata Berbasis Budaya

- Jurnalis

Rabu, 18 Februari 2026 - 22:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com  – Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka Hari Jadi Garut (HJG) ke-213 digelar khidmat di Gedung Paripurna DPRD Kabupaten Garut, Selasa (18/2/2026). Sidang istimewa tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi, Bupati dan Wakil Bupati Garut, seluruh anggota DPRD, jajaran SKPD, Forkopimda, serta tamu undangan istimewa lainnya.

 

Momentum 213 tahun Kabupaten Garut ini menjadi ajang refleksi perjalanan panjang daerah yang dikenal dengan kekayaan alam dan budayanya tersebut. Dalam suasana penuh khidmat, pimpinan sidang menegaskan bahwa usia yang semakin matang harus diiringi dengan tata kelola pemerintahan yang lebih terintegrasi dan berpihak kepada kesejahteraan masyarakat.

 

Gubernur Soroti Tata Ruang dan Kelestarian Alam

Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi, menekankan pentingnya penataan ruang yang jelas dan berbasis kearifan lokal. Ia mengingatkan bahwa gunung, lengkob, gawir, hingga lebak memiliki batas dan fungsi yang harus dijaga.

 

“Lamun teu diwujudkan ku tata ruang, gunung batasanana dimana, lengkob batasanana dimana, gawir batasanana dimana, lebak batasanana dimana. Mun teu ditata, bakal beak ku kebon sayur jeung kapitalisasi,” tegasnya.

 

Menurutnya, eksploitasi dan kapitalisasi tanpa kendali hanya akan melahirkan ketimpangan dan kerusakan lingkungan, yang pada akhirnya memicu bencana seperti banjir bandang dan longsor.

Baca Juga :  "Retaknya Benteng Moral di Garut: Seruan Darurat untuk Kemanusiaan"

 

Ia juga menyoroti fenomena masyarakat Jawa Barat yang sukses mengembangkan pertanian hortikultura hingga ke luar daerah, namun potensi yang sama belum sepenuhnya terkelola optimal di daerah sendiri, termasuk di Garut.

Integrasi Pendidikan, Industri dan Pariwisata

Kang Dedi mengusulkan konsep integrasi antara pendidikan, industri, dan kebutuhan daerah. Sekolah-sekolah, menurutnya, harus terhubung langsung dengan dunia industri agar siswa memiliki pengalaman praktik dan peluang kerja nyata.

 

“Industri terintegrasi dengan sekolah. Siswa datang ke pabrik, praktik lapangan, hingga menjadi calon karyawan. Itu yang disebut integrasi,” ujarnya.

 

Selain itu, ia mendorong pembangunan infrastruktur yang berkualitas dan konektivitas yang baik antara Garut dengan Bandung maupun Jakarta. Infrastruktur, katanya, harus rapi, bersih, tidak macet, serta memiliki jalur alternatif yang tertata.

 

Pariwisata sebagai Kekuatan Ekonomi Berkelanjutan

Dalam pandangannya, sektor pariwisata harus menjadi tulang punggung ekonomi Garut tanpa merusak alam. Ia menilai, menjaga gunung, pantai, dan ekosistem justru menjadi investasi jangka panjang yang nilainya bisa bertahan seumur hidup.

 

Ia mencontohkan daerah penghasil pariwisata seperti Kabupaten Badung di Bali yang mampu meraih Pendapatan Asli Daerah (PAD) tinggi tanpa eksploitasi tambang.

 

“Gunung dijaga, diwisatakan, seumur hidup pariwisata hidup. Hotel dan restoran memberi pajak langsung ke kas daerah. Itu ekosistem yang sehat,” jelasnya.

Baca Juga :  Di Tengah Krisis Pendidikan, Video Karaoke Diduga ASN Disdik Viral, GMNI Garut Desak Bupati Bertindak Tegas

 

Garut yang memiliki potensi seperti Pantai Santolo dan Pantai Karangpapak dinilai memiliki peluang besar jika ditata secara terpadu dan berbasis budaya lokal.

 

Bangun dari Desa, Jaga Adat dan Tradisi

Gubernur juga menekankan percepatan pembangunan yang berangkat dari desa, dengan pembagian kewenangan yang jelas antara desa, kabupaten, dan provinsi. Ia mendorong agar adat istiadat dan tradisi Sunda tetap menjadi fondasi pembangunan.

 

“Kami adat istiadat, kami tradisi, kami ngejaga jeung ngariksa lemah cai. Itu filosofi utama. Agama ngajarkeun rahmatan lil ‘alamin, menjaga ekosistem,” ungkapnya

Ia menegaskan bahwa pembangunan harus selaras dengan nilai budaya dan keberlanjutan lingkungan, sehingga Garut tidak hanya berkembang secara ekonomi, tetapi juga tetap lestari dan bermartabat.

 

Refleksi 213 Tahun Garut

Paripurna Istimewa HJG ke-213 ini menjadi momentum penting untuk menyatukan visi antara pemerintah kabupaten dan provinsi dalam membangun Garut yang tertata, terintegrasi, dan berdaya saing.

 

Dengan semangat kolaborasi, diharapkan Garut mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai daerah yang kaya budaya, subur alamnya, dan kuat semangat gotong royongnya. (Hil)

Berita Terkait

Bertemu Komunitas Adat Garut dan Jawa Barat, Menteri LH Jumhur Hidayat Dianugerahi Gelar “Sinatria Jaga Riksa Nusantara”
Suyudi Ario Seto Resmi Jadi Kapolri, Estafet Kepemimpinan Polri Berganti
Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar
DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita
ABAG Desak Tramadol Ditangani Serius, Ayi Suryana Tegaskan DPRD Kawal Lewat Fungsi Pengawasan dan Telusuri Pemasok
Ketua PA GMNI Bung Kalam Ucapkan Selamat kepada Abdusy Syakur Amin, Dorong Golkar Garut Jadi Partai Modern dan Transformatif
Strategi Baru Dongkrak PAD, Bapenda Garut Hadirkan Split Payment dan Libatkan Konsumen Lewat Inovasi UAS
Dorong Pertumbuhan CASA, BRI BO Cibadak Beri Penghargaan kepada Dua Agen BRILink
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:28 WIB

Bertemu Komunitas Adat Garut dan Jawa Barat, Menteri LH Jumhur Hidayat Dianugerahi Gelar “Sinatria Jaga Riksa Nusantara”

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:50 WIB

Suyudi Ario Seto Resmi Jadi Kapolri, Estafet Kepemimpinan Polri Berganti

Senin, 21 September 2026 - 22:39 WIB

Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar

Senin, 21 September 2026 - 22:34 WIB

DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita

Senin, 21 September 2026 - 18:33 WIB

Ketua PA GMNI Bung Kalam Ucapkan Selamat kepada Abdusy Syakur Amin, Dorong Golkar Garut Jadi Partai Modern dan Transformatif

Berita Terbaru