Nusaharianmedia.com — Upaya pencarian terhadap korban yang diduga hanyut di aliran Sungai Cimanuk akhirnya membuahkan hasil. Setelah dilakukan pencarian intensif selama tiga hari berturut-turut, tim gabungan yang terdiri dari Polsek Karangpawitan Polres Garut, Basarnas, BPBD Kabupaten Garut, relawan, serta dibantu masyarakat setempat berhasil menemukan korban di wilayah Cinunuk, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut, pada Rabu, 7 Januari 2026.
Sebelumnya, proses pencarian telah dilakukan sejak laporan awal diterima oleh pihak kepolisian. Hingga hari kedua pencarian, korban belum ditemukan meskipun upaya penyisiran terus dilakukan di sejumlah titik aliran Sungai Cimanuk. Tim SAR gabungan secara konsisten melakukan pencarian dengan metode penyisiran darat dan air, menyasar lokasi-lokasi yang dinilai berpotensi menjadi tempat korban tersangkut atau terbawa arus.

Fokus pencarian diarahkan pada area pusaran air, bantaran sungai yang relatif tenang, serta titik-titik dengan kontur sungai yang memungkinkan korban berhenti terbawa arus. Selain itu, petugas juga melakukan pemantauan visual secara menyeluruh di sepanjang aliran sungai, baik dari sisi kiri maupun kanan bantaran, guna memperbesar peluang ditemukannya korban.
Kapolsek Karangpawitan, AKBP Moh. Duhri, S.H., M.M., menyampaikan bahwa demi mempercepat proses pencarian, tim di lapangan dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok memiliki tugas dan wilayah pencarian masing-masing, baik melalui jalur air menggunakan perahu karet maupun melalui jalur darat dengan menyusuri bantaran sungai.
Menurutnya, pencarian dilakukan secara terkoordinasi dan berkesinambungan dengan tetap mengedepankan keselamatan seluruh personel. Kondisi Sungai Cimanuk yang memiliki arus cukup deras serta banyaknya material di dasar sungai, seperti bebatuan dan ranting pohon, menjadi tantangan tersendiri bagi tim pencari. Meski demikian, semangat dan komitmen seluruh personel tidak surut dalam upaya menemukan korban.
Pada hari ketiga pencarian, tim kembali melanjutkan penyisiran sejak pagi hari. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil ketika korban ditemukan di aliran Sungai Cimanuk wilayah Cinunuk, Kecamatan Wanaraja, sekitar pukul 10.00 WIB. Lokasi penemuan berada beberapa kilometer dari titik awal korban dilaporkan hanyut.
Setelah korban ditemukan, petugas langsung melakukan langkah-langkah penanganan sesuai prosedur. Pihak kepolisian segera menginformasikan kepada keluarga korban terkait hasil pencarian tersebut. Selain itu, laporan juga disampaikan kepada pemerintah desa setempat sebagai bagian dari administrasi dan koordinasi lintas sektor. Untuk proses evakuasi, petugas menghubungi Puskesmas Karangpawitan guna menyiapkan ambulans agar korban dapat segera dibawa dan ditangani lebih lanjut.

Selama proses pencarian berlangsung, pihak kepolisian juga secara aktif mengimbau masyarakat yang beraktivitas di sekitar bantaran Sungai Cimanuk agar tetap waspada. Masyarakat diminta segera melapor kepada petugas apabila menemukan tanda-tanda yang mengarah pada keberadaan korban, sehingga informasi tersebut dapat segera ditindaklanjuti oleh tim di lapangan.
Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian secara resmi dinyatakan selesai. Keberhasilan ini tidak terlepas dari sinergi dan kerja sama yang solid antara kepolisian, Tim SAR gabungan, instansi terkait, relawan, serta partisipasi aktif masyarakat. Kolaborasi tersebut menjadi faktor penting dalam mempercepat proses pencarian di tengah kondisi alam yang cukup menantang.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat akan potensi bahaya di sekitar aliran sungai, khususnya Sungai Cimanuk yang dikenal memiliki arus deras di sejumlah titik. Pihak kepolisian mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai dan menghindari tindakan yang berisiko terhadap keselamatan diri.
Diharapkan, kejadian ini dapat meningkatkan kesadaran bersama akan pentingnya kewaspadaan serta kepatuhan terhadap imbauan keselamatan, sehingga peristiwa serupa dapat diminimalkan di masa mendatang.









