Ngariung Bareng Rotinsulu dan Khitanan Massal Warnai HUT ke-91, Klinik Utama Rotinsulu Garut Diresmikan

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 13 Februari 2026 - 12:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com 13 februari 2026 — Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial mewarnai kegiatan Ngariung Bareng Rotinsulu dan khitanan massal dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-91 Rumah Sakit Paru Rotinsulu. Momentum tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan prasasti sebagai simbol penguatan operasional Klinik Utama Rotinsulu Garut.

 

Kegiatan yang berlangsung hangat ini menjadi ajang silaturahmi antara jajaran manajemen rumah sakit, tenaga kesehatan, pemerintah daerah, serta masyarakat. Dalam suasana penuh kebersamaan, Rotinsulu menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan kesehatan terbaik, khususnya dalam penanganan penyakit paru dan layanan kesehatan umum.

Sebanyak 30 anak dari berbagai wilayah di Kabupaten Garut mengikuti khitanan massal gratis sebagai bagian dari bakti sosial HUT ke-91. Seluruh peserta mendapatkan layanan medis tanpa dipungut biaya, dengan pendampingan tenaga kesehatan profesional. Para orang tua mengaku sangat terbantu, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan ekonomi.

 

Direktur RSP Rotinsulu, dr. Andi Basuki Prima Birawa, Sp.S(K), MARS, menyampaikan bahwa di usia ke-91 tahun, rumah sakit yang dikenal sebagai rujukan pelayanan kesehatan paru tersebut terus bertransformasi dan memperluas jangkauan layanan.

Baca Juga :  Legenda Persib Nyangnyang Herdiana Wafat Saat Bermain Bola

 

“Momentum HUT ke-91 ini bukan sekadar perayaan, tetapi refleksi perjalanan panjang pengabdian kami kepada masyarakat. Dengan diresmikannya Klinik Utama Rotinsulu Garut, kami berharap pelayanan kesehatan yang berkualitas semakin mudah diakses oleh masyarakat Garut dan sekitarnya,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan, meski Klinik Utama Rotinsulu Garut belum lama berkiprah, progres pengembangannya menunjukkan hasil positif. Secara pribadi ia bergabung sejak 2020, sementara penguatan pelayanan di Garut berjalan lebih intensif sejak 2023.

 

Keberadaan layanan kesehatan paru di Garut dinilai memiliki urgensi tinggi. Pasalnya, kasus penyakit paru, termasuk tuberkulosis (TBC), di Garut tergolong tinggi dan menjadi perhatian serius. Program penanggulangan TBC pun saat ini menjadi prioritas nasional.

 

“Penanggulangan TBC menjadi concern yang sangat nyata. Kami ingin hadir membantu pemerintah dalam upaya eradikasi TBC melalui layanan yang komprehensif dan terjangkau,” katanya.

 

Terkait pengembangan fasilitas, manajemen menegaskan bahwa peningkatan status Klinik Utama menjadi rumah sakit harus mengikuti regulasi yang berlaku, termasuk pemenuhan sistem rujukan dan standar berbasis kompetensi. Ke depan, peluang penambahan layanan rawat inap juga terbuka, dengan catatan seluruh persyaratan administratif dan teknis, seperti instalasi pengolahan air limbah (IPAL), dapat terpenuhi.

Baca Juga :  PPDI dan APDESI Gelar Aksi dan Audiensi di DPRD Garut, Tuntut Penguatan Peran dan Kesejahteraan Desa

 

Dari sisi pembiayaan, seluruh layanan penyakit, termasuk TBC, dapat diakses melalui BPJS Kesehatan. Pihak manajemen memastikan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan optimal, meskipun diakui masih terdapat sejumlah kendala administratif yang terus dibenahi.

 

Saat ini, Klinik Utama Rotinsulu Garut berfokus pada layanan penyakit paru, namun tetap melayani pasien umum. Selain spesialis penyakit dalam, manajemen juga merencanakan penambahan layanan spesialis anak guna memperluas cakupan pelayanan medis.

 

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Garut turut melakukan penandatanganan prasasti sebagai simbol penguatan operasional Klinik Utama Rotinsulu Garut. Dengan menempati gedung baru yang lebih representatif, manajemen berharap pelayanan kesehatan dapat semakin optimal dan menjangkau lebih banyak masyarakat di Kabupaten Garut dan sekitarnya.

 

Kegiatan Ngariung Bareng Rotinsulu ditutup dengan doa bersama, disertai harapan agar Rotinsulu senantiasa menjadi institusi kesehatan yang terpercaya, inovatif, dan terus berkontribusi bagi pembangunan sektor kesehatan di Indonesia. (Hilman)

Berita Terkait

Suyudi Ario Seto Resmi Jadi Kapolri, Estafet Kepemimpinan Polri Berganti
Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar
DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita
ABAG Desak Tramadol Ditangani Serius, Ayi Suryana Tegaskan DPRD Kawal Lewat Fungsi Pengawasan dan Telusuri Pemasok
Ketua PA GMNI Bung Kalam Ucapkan Selamat kepada Abdusy Syakur Amin, Dorong Golkar Garut Jadi Partai Modern dan Transformatif
Strategi Baru Dongkrak PAD, Bapenda Garut Hadirkan Split Payment dan Libatkan Konsumen Lewat Inovasi UAS
Dorong Pertumbuhan CASA, BRI BO Cibadak Beri Penghargaan kepada Dua Agen BRILink
Gerilya Para Pemburu Kursi Sekda Garut: Manuver Senyap Kandidat Pengganti Nurdin Yana Mulai Terendus
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:50 WIB

Suyudi Ario Seto Resmi Jadi Kapolri, Estafet Kepemimpinan Polri Berganti

Senin, 21 September 2026 - 22:39 WIB

Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar

Senin, 21 September 2026 - 22:34 WIB

DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita

Senin, 21 September 2026 - 22:04 WIB

ABAG Desak Tramadol Ditangani Serius, Ayi Suryana Tegaskan DPRD Kawal Lewat Fungsi Pengawasan dan Telusuri Pemasok

Jumat, 18 September 2026 - 20:49 WIB

Strategi Baru Dongkrak PAD, Bapenda Garut Hadirkan Split Payment dan Libatkan Konsumen Lewat Inovasi UAS

Berita Terbaru