LIBAS Peringatkan : Garut dalam Status Darurat Sampah, Kebijakan Lingkungan Mendesak Diperbaiki

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 22 Januari 2025 - 10:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut, Nusaharianmedia.com – Persoalan sampah di Kabupaten Garut, Jawa Barat, kini memasuki fase darurat. Ketua Lingkungan Anak Bangsa (LIBAS), Tedi Sutardi, menyoroti rendahnya capaian pengelolaan sampah yang baru mencapai 35 persen sebagai ancaman serius bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat.

“Perkembangan jumlah penduduk dan pola konsumsi yang semakin kompleks memperparah situasi ini. Sayangnya, pengelolaan sampah belum maksimal,” ujar Tedi, Rabu (22/01/2025).

Tedi juga mengkritisi isu mengenai Garut yang disebut-sebut menerima sampah dari Kota Bandung. Kebijakan ini, menurutnya, tidak hanya memperberat beban lingkungan tetapi juga berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.

“Jika benar adanya, kebijakan tersebut harus dihentikan. Pemerintah wajib fokus pada peningkatan pengelolaan sampah lokal, bukan malah menambah volumenya,” tegas Tedi.

Ia mendesak pemerintah daerah, termasuk DLH dan Pj Bupati, untuk segera mengambil tindakan konkret dalam mengatasi persoalan ini. LIBAS menilai, solusi yang berpihak pada keberlanjutan lingkungan menjadi langkah mendesak demi kesejahteraan masyarakat Garut.

“Kebijakan lingkungan yang tepat adalah kunci untuk menjaga kesehatan masyarakat dan kualitas hidup warga. Ini tanggung jawab kita bersama,” imbuhnya.

Krisis sampah ini menjadi alarm bagi pemerintah dan masyarakat untuk segera bersinergi dalam menyelamatkan Garut dari ancaman degradasi lingkungan. (DIX)

Baca Juga :  Polsek Cibalong Monitoring Pengunjung di Objek Wisata Pantai Karang Paranje Selama OPS Ketupat Lodaya 2025

Berita Terkait

HUT ke-53 PDI Perjuangan di Garut: Doa Bersama, Potong Tumpeng, dan Penegasan Arah Politik Penyeimbang
Anak Sekolah Jadi Korban Keterlambatan Berulang, Dapur SPPG Bojong Banjarwangi Didesak Dievaluasi
Ketua KADIN Garut Bantah Mukab Rekonsiliasi, Tegaskan Kepengurusan Resmi dan Nyatakan Mukab Versi Lain Tidak Sah
Ayam Akhir Zaman (AAZ) Konsisten Hadirkan Fried Chicken Lokal Terjangkau di Berbagai Titik Garut
Limbah Kulit Sukaregang Disulap Jadi Pupuk, Owner Mandraguna Jawab Keluhan Warga Sungai Garut
Menuju Pertanian Berkelanjutan Nasional, PT Mandraguna Pusaka Indonesia Terima Kunjungan Gus Bendot Dorong Pertanian Organik Ramah Lingkungan
Pemkab Garut Abai! Bangunan Sekolah Lapuk Dibiarkan, Siswa MI Darul Hikmah Bertaruh Nyawa Belajar di Tenda Darurat
Isak Tangis di Depan Sekolah Terkunci: Pemkab Garut Dinilai Abai, Pendidikan YBHM Jadi Korban Sengketa Wakaf
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 18:44 WIB

HUT ke-53 PDI Perjuangan di Garut: Doa Bersama, Potong Tumpeng, dan Penegasan Arah Politik Penyeimbang

Selasa, 13 Januari 2026 - 19:58 WIB

Anak Sekolah Jadi Korban Keterlambatan Berulang, Dapur SPPG Bojong Banjarwangi Didesak Dievaluasi

Selasa, 13 Januari 2026 - 18:08 WIB

Ketua KADIN Garut Bantah Mukab Rekonsiliasi, Tegaskan Kepengurusan Resmi dan Nyatakan Mukab Versi Lain Tidak Sah

Selasa, 13 Januari 2026 - 16:43 WIB

Ayam Akhir Zaman (AAZ) Konsisten Hadirkan Fried Chicken Lokal Terjangkau di Berbagai Titik Garut

Selasa, 13 Januari 2026 - 16:26 WIB

Limbah Kulit Sukaregang Disulap Jadi Pupuk, Owner Mandraguna Jawab Keluhan Warga Sungai Garut

Berita Terbaru