Nusaharianmedia.com — Bayongbong Gemericik air Sungai Cimanuk adalah musik kehidupan bagi warga Garut, namun keberlangsungannya kini bergantung pada jemari generasi muda. Menyadari hal ini, Sekolah Sungai Cimanuk (SSC) menggelar peringatan World Water Day 2026 dengan pesan mendalam: kelestarian harus dipupuk sejak dini.
Iwan Riswandi, Sekretaris Dinas Pendidikan Garut, menyebut langkah SSC sebagai investasi karakter. Ia bermimpi melihat generasi muda yang memiliki “kecerdasan ekologis”. Baginya, pemahaman tentang air yang bijak harus dimulai sebelum anak-anak mengenal dunia lebih jauh, melalui pendidikan formal yang aplikatif.
Camat Bayongbong, Jeje Jenal Abidin, menambahkan bahwa menanam pohon adalah bentuk rasa syukur paling nyata bagi masyarakat agraris. Sementara itu, Mulyono Kadafi selaku Direktur SSC, menjelaskan pemilihan Lapang Harum Madu sebagai lokasi kegiatan. Tempat ini bukan sekadar lapangan, melainkan simbol harapan tempat ribuan bibit pohon keras disiapkan untuk menyembuhkan lahan-lahan kritis.
Peringatan ini diakhiri dengan sebuah komitmen kolektif. Bahwa di setiap tetes air yang kita gunakan hari ini, ada hak generasi mendatang yang harus dijaga melalui penghijauan yang konsisten.









