Sapa Warga Berbasis Budaya, H. Aten Munajat Dorong Pelestarian Seni Tradisional Sunda

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 25 Maret 2026 - 15:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com 25 Maret 2026 – Upaya mempererat hubungan antara wakil rakyat dan masyarakat terus dilakukan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Aten Munajat, dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), melalui kegiatan bertajuk Sapa Warga Berbasis Budaya yang digelar di Lapang Pangatikan.

Kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus ruang dialog langsung antara masyarakat dan wakil rakyat. Dengan mengusung pendekatan budaya, acara dikemas lebih dekat dengan kearifan lokal yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat.

Dalam suasana santai dan terbuka, warga tampak antusias menghadiri kegiatan tersebut. Mereka memanfaatkan momen ini untuk menyaksikan berbagai pertunjukan seni tradisional, mulai dari jaipong, rampak kendang, pencak silat, hingga reog.

H. Aten Munajat menegaskan bahwa pendekatan berbasis budaya merupakan cara efektif untuk membangun komunikasi yang lebih hangat dan tidak berjarak antara pemerintah dan masyarakat.

“Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin hadir bukan hanya sebagai pejabat, tetapi sebagai bagian dari masyarakat itu sendiri. Aspirasi warga adalah dasar dari setiap kebijakan yang kita perjuangkan,” ujarnya.

Baca Juga :  Agus Supriyadi Klarifikasi Isu Murka: Ini Soal Hak Lahan, Bukan Penolakan Investasi

Ia juga menekankan bahwa kegiatan ini tidak hanya memperkuat hubungan sosial, tetapi sekaligus menjadi upaya menjaga dan mengembangkan warisan budaya lokal.

Menurutnya, budaya Sunda harus terus dilestarikan sebagai bagian dari identitas masyarakat Jawa Barat. Ia menyebut sejumlah kesenian tradisional seperti jaipong, reog, dan pencak silat sebagai warisan yang tidak boleh hilang di tengah arus modernisasi.

“Mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan. Saya ingin budaya-budaya Sunda tetap dilestarikan. Ini bagian dari jati diri kita yang harus dijaga,” kata Aten.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa seni tradisional tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga memiliki nilai edukasi dan mampu membangun karakter masyarakat. Selain itu, kegiatan budaya dinilai efektif dalam memperkuat kebersamaan sosial.

Aten juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, komunitas budaya, dan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan seni tradisional. Ia menilai negara-negara maju umumnya memiliki masyarakat yang kuat dalam mempertahankan identitas budayanya.

Baca Juga :  Ratusan Karyawan Perumda Tirta Intan Garut Meriahkan HUT RI dengan Jalan Sehat

Tak hanya itu, ia mengaitkan kegiatan budaya dengan aspek kesehatan sosial. Menurutnya, masyarakat yang aktif dalam kegiatan budaya cenderung memiliki kondisi mental dan sosial yang lebih baik.

“Budaya juga bagian dari kesehatan masyarakat. Kebersamaan yang terbangun dari aktivitas budaya berdampak positif bagi kehidupan sosial,” tambahnya.

Kegiatan Sapa Warga Berbasis Budaya pun mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Berbagai pertunjukan seni tradisional yang ditampilkan menjadi bukti bahwa budaya lokal masih hidup dan dicintai.

Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara masyarakat dan pemerintah semakin solid, sehingga pembangunan daerah dapat berjalan lebih tepat sasaran dan berkelanjutan. Selain itu, pelestarian budaya Sunda diharapkan tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar terjaga dan terus berkembang di tengah kehidupan masyarakat modern. (Hilman)

Penulis : Hilman

Editor : Tim Nusaharianmedia

Berita Terkait

Agus Joy Resmi Nahkodai Kadin Garut, Siap Wujudkan Garut Hebat dan Jadikan Dunia Usaha Motor Penggerak Ekonomi
Kolaborasi Disdukcapil Garut–Dinsos Jabar Jemput Bola Layani Adminduk Penyandang Disabilitas di Cisurupan
Anggota DPRD Jabar H. Aceng Malki Kecam Keras Pelecehan Santriwati di Pesantren Jawa Tengah, Desak Penegakan Hukum Tegas dan Perlindungan Korban
Kasus Potong Rambut Siswi SMKN 2 Garut, DPPKBPPPA Berikan Pendampingan Psikologis dan Trauma Healing
Orang Tua Siswa Protes Rencana Perpisahan TK Digelar di Hotel, Minta Disdik Garut Turun Tangan
FKDT Garut Buka Suara soal Dugaan Pungli, Biaya di Atas Rp25 Ribu Disebut Hasil Musyawarah Wali Murid
PJU Jalan Guntur Padam, Aktivis prodem Dadang Celi kritisi Kinerja Dishub Garut
Kajian Hukum Pencalonan Ketua DPD Golkar Garut: Diskresi Dinilai Konstitusional, Namun Picu Perdebatan Internal
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 01:18 WIB

Agus Joy Resmi Nahkodai Kadin Garut, Siap Wujudkan Garut Hebat dan Jadikan Dunia Usaha Motor Penggerak Ekonomi

Jumat, 8 Mei 2026 - 20:33 WIB

Kolaborasi Disdukcapil Garut–Dinsos Jabar Jemput Bola Layani Adminduk Penyandang Disabilitas di Cisurupan

Jumat, 8 Mei 2026 - 12:39 WIB

Anggota DPRD Jabar H. Aceng Malki Kecam Keras Pelecehan Santriwati di Pesantren Jawa Tengah, Desak Penegakan Hukum Tegas dan Perlindungan Korban

Kamis, 7 Mei 2026 - 22:01 WIB

Kasus Potong Rambut Siswi SMKN 2 Garut, DPPKBPPPA Berikan Pendampingan Psikologis dan Trauma Healing

Kamis, 7 Mei 2026 - 16:08 WIB

Orang Tua Siswa Protes Rencana Perpisahan TK Digelar di Hotel, Minta Disdik Garut Turun Tangan

Berita Terbaru