Lonjakan Harga LPG 3 Kg di Garut, Bupati Soroti Masalah Distribusi dan Oknum di Lapangan

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 26 Maret 2026 - 15:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com 26 Maret 2026 — Lonjakan harga LPG 3 kilogram atau yang dikenal sebagai “gas melon” di sejumlah wilayah Kabupaten Garut memicu keresahan masyarakat dan menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Kondisi ini dinilai tidak hanya berdampak pada rumah tangga, tetapi juga pelaku usaha kecil yang bergantung pada gas bersubsidi untuk aktivitas sehari-hari.

 

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menegaskan bahwa tingginya harga LPG 3 kg bukan disebabkan oleh kelangkaan pasokan dari Pertamina. Ia memastikan bahwa suplai gas dari tingkat pusat hingga distributor berada dalam kondisi aman dan relatif stabil.

 

“Pasokan aman. Persoalan sebenarnya berada pada distribusi yang tidak ideal dan perilaku sebagian oknum yang memanfaatkan situasi,” ujarnya.

 

Namun demikian, fakta di lapangan menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara ketersediaan stok dengan harga yang harus dibayar masyarakat. Di sejumlah pengecer, LPG 3 kg dijual dengan harga berkisar Rp25.000 hingga Rp30.000 per tabung, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Baca Juga :  Estafet Kepemimpinan PKS Garut: Yusuf Musyaffa Resmi Nahkodai DPD PKS 2025–2030

 

Bupati mengungkapkan, salah satu persoalan utama terletak pada dugaan praktik pembelian dalam jumlah besar di tingkat pangkalan oleh pihak tertentu. Hal ini menyebabkan distribusi tidak merata dan stok cepat habis sebelum sampai kepada masyarakat yang berhak, khususnya rumah tangga miskin sebagai penerima subsidi.

 

“Kondisi ini membuka ruang bagi praktik spekulasi harga di tingkat pengecer. Ketika barang langka di lapangan, harga otomatis naik dan masyarakat yang dirugikan,” tambahnya.

 

Ia juga menyoroti lemahnya pengawasan dalam rantai distribusi sebagai faktor yang memperparah situasi. Menurutnya, tanpa pengendalian yang ketat, distribusi LPG 3 kg sangat rentan disalahgunakan oleh oknum yang mencari keuntungan pribadi.

 

Sebagai langkah penanganan, Pemerintah Kabupaten Garut bergerak cepat dengan memperkuat koordinasi bersama Dinas Perdagangan Kabupaten Garut, Hiswana Migas, serta pihak Pertamina guna memastikan distribusi berjalan sesuai ketentuan.

Baca Juga :  Perkuat Perlindungan Generasi Muda, Kapolres Garut Bersinergi dengan DPRD Dorong Penguatan Regulasi Jam Malam Anak

 

Selain itu, pemerintah daerah akan meningkatkan intensitas pengawasan di lapangan, termasuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pangkalan dan pengecer di berbagai wilayah. Pengawasan rutin juga direncanakan hingga ke tingkat kecamatan dan desa untuk memastikan penyaluran tepat sasaran.

 

Bupati menegaskan bahwa LPG 3 kg merupakan komoditas bersubsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat kecil. Oleh karena itu, setiap bentuk penyimpangan dalam distribusinya tidak akan ditoleransi dan akan ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku.

 

Dengan berbagai langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Garut berharap harga LPG 3 kg dapat kembali stabil, distribusi berjalan lebih tertib, serta masyarakat tidak lagi terbebani oleh harga yang melampaui ketentuan pemerintah.

Editor : Tim nusaharianmedia

Berita Terkait

Suyudi Ario Seto Resmi Jadi Kapolri, Estafet Kepemimpinan Polri Berganti
Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar
DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita
ABAG Desak Tramadol Ditangani Serius, Ayi Suryana Tegaskan DPRD Kawal Lewat Fungsi Pengawasan dan Telusuri Pemasok
Ketua PA GMNI Bung Kalam Ucapkan Selamat kepada Abdusy Syakur Amin, Dorong Golkar Garut Jadi Partai Modern dan Transformatif
Strategi Baru Dongkrak PAD, Bapenda Garut Hadirkan Split Payment dan Libatkan Konsumen Lewat Inovasi UAS
Dorong Pertumbuhan CASA, BRI BO Cibadak Beri Penghargaan kepada Dua Agen BRILink
Gerilya Para Pemburu Kursi Sekda Garut: Manuver Senyap Kandidat Pengganti Nurdin Yana Mulai Terendus
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:50 WIB

Suyudi Ario Seto Resmi Jadi Kapolri, Estafet Kepemimpinan Polri Berganti

Senin, 21 September 2026 - 22:39 WIB

Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar

Senin, 21 September 2026 - 22:34 WIB

DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita

Senin, 21 September 2026 - 22:04 WIB

ABAG Desak Tramadol Ditangani Serius, Ayi Suryana Tegaskan DPRD Kawal Lewat Fungsi Pengawasan dan Telusuri Pemasok

Jumat, 18 September 2026 - 20:49 WIB

Strategi Baru Dongkrak PAD, Bapenda Garut Hadirkan Split Payment dan Libatkan Konsumen Lewat Inovasi UAS

Berita Terbaru