Nusaharianmedia.com | 27 Februari 2026 — Wakil Bupati Garut, Luthfianisa Putri Karlina, meninjau langsung kesiapan Bazar Ramadan di Garut Plaza, Kamis (27/2/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia juga membahas rencana pengalihan Pedagang Kaki Lima (PKL) agar lebih tertata dan tidak lagi berjualan di badan jalan.
Kegiatan ini turut didampingi Asisten Daerah II Bidang Perekonomian dan Pembangunan serta jajaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut.
Dalam peninjauan itu, Wakil Bupati berkeliling ke sejumlah tenant, berdialog dengan pedagang dan pengelola plaza, serta menyoroti pentingnya kebersihan, penataan ruang, dan peningkatan kualitas pelayanan. Hal tersebut dinilai penting untuk menciptakan suasana belanja yang nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan.

Menurutnya, Garut Plaza memiliki posisi strategis sebagai pusat aktivitas ekonomi di jantung kota. Karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah daerah, pengelola, dan pelaku usaha guna meningkatkan daya saing di tengah dinamika ekonomi dan perkembangan sektor ritel.
“Aspek kenyamanan, keamanan, dan inovasi promosi harus terus diperkuat. Garut Plaza bukan hanya pusat belanja, tetapi juga bisa menjadi etalase produk lokal serta ruang interaksi masyarakat,” ujarnya.
Fokus Pengalihan PKL dan Optimalisasi Lantai Dua
Wakil Bupati menjelaskan, kunjungan tersebut sekaligus memastikan kesiapan lokasi dalam menyambut Ramadan dan Idulfitri. Salah satu fokus utama adalah pengalihan PKL dari sepanjang Jalan Ahmad Yani ke area yang lebih tertata di dalam plaza.
“Melihat persiapan bazar Ramadan, terutama untuk pengalihan PKL supaya tidak berjualan di Jalan Ahmad Yani. Saat ini memang belum terlalu ramai, jadi kita akan membicarakan langkah-langkah untuk meramaikan,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya strategi agar aktivitas perdagangan tidak hanya terpusat di lantai satu, tetapi turut menghidupkan lantai dua Garut Plaza. Salah satu opsi yang tengah dibahas adalah penyelenggaraan berbagai event untuk menarik minat pengunjung.
“Kalau lantai satu sudah mulai ramai, tinggal bagaimana caranya supaya lantai dua juga ikut hidup. Kita bisa menggelar event-event yang menarik,” tambahnya.
Terkait kapasitas, ia menyebut ruang yang tersedia di Garut Plaza sejatinya belum terisi penuh. Karena itu, pemerintah daerah ingin memaksimalkan fasilitas yang ada sebelum mencari alternatif lokasi lain.
“Sebenarnya yang ini saja belum penuh, jadi belum bisa dikatakan tidak tertampung. Banyak atau tidaknya PKL juga tergantung ketegasan pemerintah. Apalagi tidak semuanya pedagang berasal dari Garut, jadi kita ingin dimaksimalkan dulu di sini,” jelasnya.
Ia menegaskan, penataan PKL bukan semata bentuk penertiban, melainkan upaya mengembalikan fungsi jalan sebagaimana mestinya serta menjaga keselamatan bersama.
“Kita bukan tegas semata kepada pedagang, tetapi jalan itu digunakan banyak orang. Kita juga memikirkan keselamatan mereka. Harapannya pedagang bisa kembali berjualan di pasar, bukan di jalan,” tegasnya.
Untuk kawasan Pengkolan dan Ahmad Yani, pemerintah berharap para pedagang yang telah diarahkan ke Garut Plaza dapat mematuhi kebijakan tersebut demi terciptanya ketertiban dan kenyamanan kota selama Ramadan.
Menjelang Lebaran, Wakil Bupati juga mengingatkan pedagang agar bijak memanfaatkan momentum peningkatan daya beli masyarakat.
“Selamat menyambut rezeki karena biasanya menjelang Lebaran ada peningkatan minat belanja. Namun jangan salah membaca pasar. Barang yang dijual harus sesuai dengan minat pembeli,” pungkasnya.
APPSI Apresiasi Dukungan Pemerintah
Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Garut Plaza, Aris Nuramdan, mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Garut di tengah kondisi ekonomi yang dinilai sedang lesu.
“Alhamdulillah, ini bentuk dukungan pemerintah yang tidak tinggal diam melihat situasi ekonomi yang sedang ‘ngap-ngapan’. Ibu Wakil juga berbelanja langsung di Garut Plaza. Itu menjadi penyemangat bagi kami,” ujarnya.
Menurut Aris, kehadiran Wakil Bupati bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan suntikan moral bagi pedagang yang terdampak sepinya pembeli. Ia menyebut, pihaknya bersama pemerintah telah menyepakati sejumlah kerja sama strategis, mulai dari dukungan promosi, penataan kawasan, hingga akses permodalan.
“Alhamdulillah, sekarang tinggal tahap eksekusi. Mudah-mudahan berjalan sesuai harapan tanpa kendala,” katanya optimistis.
Rangkaian Event Ramadan
Dalam rangka menyemarakkan Ramadan dan mendorong perputaran ekonomi, Garut Plaza menyiapkan berbagai agenda. Kegiatan diawali dengan Bazaar Ramadan yang telah resmi dibuka Wakil Bupati.
Selanjutnya akan digelar Rampes Ramadan Festival dengan agenda fashion show tingkat SD, SMP, SMA hingga SKPD. Pada 9–12 Maret mendatang, akan dilaksanakan Festival Bedug yang diikuti perwakilan kecamatan se-Kabupaten Garut.
Selain itu, program “Wira Hebat” juga akan digelar, menghadirkan coaching clinic, kurasi produk, serta pemaparan materi guna meningkatkan kapasitas pelaku usaha.
Aris berharap dukungan pemerintah daerah terus berlanjut agar Garut Plaza semakin berkembang sebagai pusat ekonomi rakyat.
“Kami ingin Garut Plaza bukan hanya pusat perbelanjaan, tetapi juga pusat aktivitas masyarakat. Ke depan, direncanakan hadir layanan publik seperti Disdukcapil, Samsat keliling, SIM keliling, hingga cek kesehatan gratis di area plaza,” pungkasnya. (Hil)









