Audiensi Bersama GAPERMAS, Komisi II DPRD Kabupaten Garut Akan Kawal Ketat Distribusi Pupuk Bersubsidi

- Jurnalis

Senin, 23 Februari 2026 - 15:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com – Komisi II DPRD Kabupaten Garut menerima audiensi dari Dewan Pimpinan Pusat Generasi Pemberdayaan Masyarakat (GAPERMAS) terkait dugaan kelangkaan pupuk bersubsidi di sejumlah wilayah Kabupaten Garut, Senin (23/2/2026). Audiensi tersebut merupakan tindak lanjut atas surat permohonan yang sebelumnya dilayangkan GAPERMAS pada 2 Januari dan 22 Januari 2026.

 

Pertemuan yang digelar di ruang rapat Komisi II itu turut dihadiri perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Garut serta perwakilan PT Pupuk Indonesia. Dalam forum tersebut, GAPERMAS memaparkan sejumlah temuan lapangan mengenai keterbatasan stok pupuk di tingkat kios, dugaan distribusi yang tidak merata, hingga indikasi penjualan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Ketua Komisi II DPRD Garut, Suprih Rozikin, SH., MH., menegaskan bahwa persoalan pupuk bersubsidi merupakan isu strategis yang berkaitan langsung dengan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di daerah.

 

“Pupuk adalah kebutuhan dasar petani. Jika distribusinya tersendat, tidak tepat sasaran, atau bahkan terjadi pelanggaran harga, tentu dampaknya sangat besar terhadap produktivitas pertanian dan stabilitas pangan daerah. Komisi II tidak akan tinggal diam. Kami akan mengawal persoalan ini sampai tuntas,” tegasnya.

 

Ia menambahkan, DPRD memiliki fungsi pengawasan yang melekat, sehingga pengawalan distribusi pupuk bersubsidi harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan.

 

“Kami ingin memastikan bahwa alokasi pupuk yang sudah ditetapkan pemerintah benar-benar sampai kepada petani sesuai RDKK dan sesuai HET. Jangan sampai ada permainan di lapangan yang merugikan masyarakat kecil,” tambahnya.

Baca Juga :  Musrenbang Provinsi Jawa Barat 2026, H. Aceng Malki Tegaskan Ketimpangan Pembangunan di Garut Tak Bisa Dibiarkan

 

Sebagai langkah konkret, Komisi II bersama Dinas Pertanian dan PT Pupuk Indonesia berencana melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik distribusi, mulai dari distributor hingga kios pengecer, guna mengecek ketersediaan stok dan kepatuhan terhadap harga.

 

Sementara itu, Sekretaris Komisi II DPRD Garut, H. Riki M. Sidik, S.Sos., menekankan pentingnya pengawasan menyeluruh dan transparan dalam tata kelola pupuk bersubsidi.

 

“Kami akan telusuri secara komprehensif. Apakah ini murni persoalan distribusi, kendala administratif, atau ada oknum yang sengaja memainkan situasi. Jika ditemukan pelanggaran, termasuk penjualan di atas HET, maka harus ada tindakan tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

 

Ia juga menegaskan bahwa pengawasan tidak boleh berhenti pada satu titik.

“Pengawasan harus dilakukan dari hulu ke hilir. Mulai dari distributor, agen, hingga kios. Jangan sampai petani menjadi korban akibat lemahnya kontrol. Komisi II siap merekomendasikan langkah tegas, termasuk sanksi administratif, apabila terbukti ada pelanggaran,” tegasnya.

 

Dalam audiensi tersebut, Ketua GAPERMAS Asep Mulyana menyampaikan bahwa kelangkaan pupuk bersubsidi terjadi di sejumlah wilayah, di antaranya Kecamatan Yudang, Bayongbong, dan Samarang. Ia mempertanyakan terjadinya kelangkaan tersebut, mengingat kuota pupuk dan luas lahan penerima telah ditetapkan melalui mekanisme Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

Baca Juga :  Semarak Maulid Nabi, RW 08 Intan Regency Gelar Khitan Kadeudeuh bagi 25 Anak sebagai Wujud Kepedulian Warga

 

“Kuota sudah jelas, data penerima sudah ada. Lalu kenapa masih terjadi kelangkaan? Ini yang perlu ditelusuri secara terbuka dan transparan,” ujarnya.

 

GAPERMAS juga menyoroti dugaan penjualan pupuk di atas HET, yakni Rp1.800 per kilogram untuk urea dan Rp1.840 per kilogram untuk NPK. Mereka meminta agar pengawasan diperketat serta pelanggaran ditindak tegas, sebagaimana pernah terjadi pada 2024 ketika izin distributor dicabut akibat pelanggaran harga.

 

Menanggapi hal tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten Garut menyatakan komitmennya untuk meningkatkan koordinasi dengan distributor dan kios resmi, serta memperketat pengawasan terhadap RDKK agar pupuk tersalurkan tepat sasaran.

 

Perwakilan PT Pupuk Indonesia menjelaskan bahwa secara nasional distribusi pupuk bersubsidi telah diatur sesuai kuota pemerintah. Namun demikian, pihaknya membuka ruang evaluasi apabila ditemukan hambatan teknis maupun administratif di tingkat daerah.

 

Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal sinergi antara legislatif, eksekutif, dan penyedia pupuk dalam menyelesaikan persoalan kelangkaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Garut. Komisi II DPRD Garut menegaskan komitmennya untuk segera menjadwalkan sidak dalam waktu dekat guna memastikan kondisi riil di lapangan.

 

Dengan pengawasan bersama dan langkah konkret yang terukur, diharapkan distribusi pupuk bersubsidi di Kabupaten Garut dapat kembali normal, sehingga para petani dapat menjalankan musim tanam secara optimal demi menjaga ketahanan pangan daerah. (Hilman)

Berita Terkait

Adang Minta Kepastian Hukum atas Laporan yang Disampaikan
BRI Peduli Dorong Pemerataan Infrastruktur, Jalan Gang di Tasikmalaya Dibetonisasi
BRI Peduli Rampungkan Jalan Beton dan Penataan Lingkungan di Empat Wilayah Garut
Ade Burhanudin Soroti Pengelolaan PKBM, Anggaran Literasi Jadi Usulan
NGABLU Part 9 di Garut, Komunitas Mobil Yaris Bakpau Usung Semangat “Ngasuh Bareng Keluarga” di Kawasan Wisata Gunung Guntur
Forum TJSLP Dinilai Penting untuk Salurkan CSR bagi Warga Garut yang Tertimpa Musibah
Bukan Hanya Saat Pemilu, Kader PDI Perjuangan Hadir Bantu Warga Korban Kebakaran
Lola Nelria Oktavia Tegaskan Komitmen Perkuat NasDem Garut dan Kesejahteraan Masyarakat
Berita ini 173 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:17 WIB

Adang Minta Kepastian Hukum atas Laporan yang Disampaikan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:13 WIB

BRI Peduli Dorong Pemerataan Infrastruktur, Jalan Gang di Tasikmalaya Dibetonisasi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:24 WIB

BRI Peduli Rampungkan Jalan Beton dan Penataan Lingkungan di Empat Wilayah Garut

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Ade Burhanudin Soroti Pengelolaan PKBM, Anggaran Literasi Jadi Usulan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:41 WIB

NGABLU Part 9 di Garut, Komunitas Mobil Yaris Bakpau Usung Semangat “Ngasuh Bareng Keluarga” di Kawasan Wisata Gunung Guntur

Berita Terbaru

Hukum & Kriminal

Adang Minta Kepastian Hukum atas Laporan yang Disampaikan

Sabtu, 24 Okt 2026 - 16:17 WIB