Kolaborasi DPRD dan Perumda Tirta Intan Garut dalam Upaya Nyata Atasi Kemiskinan Ekstrem Lewat Bantuan Sosial

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 15 April 2026 - 12:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com  15 April 2026 – Upaya penanggulangan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Garut terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Sinergi antara DPRD Kabupaten Garut dan Perumda Air Minum Tirta Intan Garut menjadi salah satu contoh nyata dalam penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.

Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan, mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam membantu warga kurang mampu, khususnya di Kelurahan Jayawaras, Kecamatan Tarogong Kidul.

Melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), Perumda Tirta Intan Garut menyalurkan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) senilai Rp6 juta kepada Ibu Nopi Megawati, warga Kampung Astana Hilir RT 001/RW 008.

Bantuan tersebut ditujukan untuk memperbaiki kondisi rumah agar lebih layak huni, mengingat penerima termasuk dalam kelompok masyarakat rentan.

Selain itu, bantuan sembako juga disalurkan oleh Dinas Sosial (Dinsos) dan Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Garut guna mendukung pemenuhan kebutuhan dasar penerima manfaat.

Kegiatan penyerahan bantuan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, kecamatan, hingga kelurahan. Kolaborasi tersebut mencerminkan pendekatan terpadu dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga :  PKB Garut Gelar Musancab Serentak, Imas Aan Ubudiah Tekankan Penguatan Struktur dan Soliditas Kader Kecamatan

“Bantuan ini merupakan bagian dari upaya bersama dalam mempercepat penanganan kemiskinan ekstrem. Kami berharap intervensi seperti ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan,” ujar Yudha.

Ia menjelaskan, program tersebut merupakan implementasi dari Peraturan Daerah Kabupaten Garut Nomor 11 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial, yang membuka peluang pendanaan dari berbagai sumber, seperti APBD, CSR perusahaan, hingga partisipasi masyarakat.

Menurutnya, Ibu Nopi termasuk dalam kategori wanita rawan sosial ekonomi sekaligus Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) yang berada pada desil 1 atau kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah. Ia juga belum menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH).

Ke depan, Yudha berharap penerima manfaat dapat memperoleh tambahan bantuan, termasuk program bantuan Rp2 juta per kepala keluarga sebagai bagian dari agenda pemerintah daerah.

Sementara itu, Direktur Utama Perumda Tirta Intan Garut, H. Dadan Hidayatulloh, menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari usulan DPRD dalam pembahasan RKPJ.

Baca Juga :  Polres Garut Jalin Silaturahmi dan Bagikan Al-Qur'an Ke Pondok Pesantren

“Kami berkomitmen menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan, terutama bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Kondisi Ibu Nopi menjadi perhatian karena harus menghidupi anak-anaknya yang masih bersekolah,” ujarnya.

Di sisi lain, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Kabupaten Garut menyampaikan bahwa pemerintah daerah saat ini fokus pada penanganan masyarakat kategori desil 1 yang jumlahnya mencapai lebih dari 300 ribu jiwa.

“Kelompok ini sangat rentan terhadap kemiskinan ekstrem, sehingga diperlukan kolaborasi semua pihak, tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan fiskal daerah,” katanya.

Pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, masyarakat, akademisi, dan media pun terus diperkuat. Selain itu, Dinas Sosial juga meningkatkan akurasi data masyarakat miskin hingga tingkat RT dengan melibatkan tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK) dan pendamping PKH.

Dengan kolaborasi lintas sektor dan dukungan data yang akurat, diharapkan upaya penanganan kemiskinan di Kabupaten Garut dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Penulis : Hilman

Editor : Tim Nusaharianmedia

Berita Terkait

Momentum Hari Kartini, Ketua ARABI Garut Dorong Perempuan Berperan Aktif di Era Modern
Kejurda Voli U-18 Garut Sukses Digelar, Etalase Talenta Muda Jawa Barat Menuju Level Nasional
Regulasi Pusat Jadi Penghambat, Perubahan Status PPPK di Garut Belum Terwujud; FAGAR Desak Kesejahteraan Guru
Peringati Hari Kartini, DPC PDI Perjuangan Garut Resmikan Kantor Baru dan Perkuat Agenda Pemberdayaan Perempuan
Proyek Klinik Diduga Langgar Aturan dan Tata Ruang, Aktivis Desak Pemkab Garut Bertindak Tegas
Pemdes Bojong Gelar Gotong Royong, Bukti Nyata Kebersamaan dan Kepedulian Lingkungan
Akselerasi Program Nasional, Hilman, S.E. Pimpin APPMBGI Garut Siapkan Ekosistem Dapur Makan Bergizi Gratis
DPRD Garut Terima Audiensi FAGAR, Siap Carikan Solusi bagi Status dan Kesejahteraan Guru Honorer
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 13:27 WIB

Momentum Hari Kartini, Ketua ARABI Garut Dorong Perempuan Berperan Aktif di Era Modern

Selasa, 21 April 2026 - 07:09 WIB

Kejurda Voli U-18 Garut Sukses Digelar, Etalase Talenta Muda Jawa Barat Menuju Level Nasional

Senin, 20 April 2026 - 17:38 WIB

Regulasi Pusat Jadi Penghambat, Perubahan Status PPPK di Garut Belum Terwujud; FAGAR Desak Kesejahteraan Guru

Senin, 20 April 2026 - 16:06 WIB

Peringati Hari Kartini, DPC PDI Perjuangan Garut Resmikan Kantor Baru dan Perkuat Agenda Pemberdayaan Perempuan

Minggu, 19 April 2026 - 16:26 WIB

Proyek Klinik Diduga Langgar Aturan dan Tata Ruang, Aktivis Desak Pemkab Garut Bertindak Tegas

Berita Terbaru