Proyek Klinik Diduga Langgar Aturan dan Tata Ruang, Aktivis Desak Pemkab Garut Bertindak Tegas

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 19 April 2026 - 16:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com 19 April 2026 – Pembangunan sebuah klinik di Jalan KH Anwar Musaddad, Kabupaten Garut, menuai sorotan tajam dari berbagai kalangan, khususnya aktivis lingkungan hidup. Proyek yang saat ini tengah berjalan tersebut diduga belum mengantongi izin lengkap, meskipun aktivitas pembangunan di lapangan terlihat berlangsung cukup intensif.

 

Berdasarkan pantauan di lokasi, alat berat jenis beko terus beroperasi, sementara sejumlah pekerja tampak aktif melakukan pengerjaan lahan. Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius dari publik terkait mekanisme pengawasan serta kepatuhan terhadap regulasi. Pasalnya, secara normatif, setiap kegiatan pembangunan wajib mengantongi perizinan lengkap sebelum dimulai.

 

Kekhawatiran semakin menguat setelah muncul dugaan bahwa lokasi pembangunan berada di kawasan Lahan Sawah Dilindungi (LSD). Jika hal ini terbukti, proyek tersebut tidak hanya berpotensi melanggar aturan administratif, tetapi juga dapat dikategorikan sebagai pelanggaran serius terhadap perlindungan lahan pertanian strategis.

 

Perwakilan Forum Lingkungan Hidup (FLH) Garut mengungkapkan bahwa hingga saat ini proses perizinan pembangunan klinik tersebut belum rampung. Hal ini diperkuat oleh keterangan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta Komisi II DPRD Kabupaten Garut yang menyatakan bahwa dokumen perizinan masih dalam tahap proses dan belum sepenuhnya tuntas.

Baca Juga :  Golkar Jabar Gelar Pendidikan Politik Berbasis Data, Perkuat Dukungan Asta Cita dan Target Kemenangan 2029

 

Aktivis Ruang Rakyat Garut, Eldy, menyampaikan kritik keras terhadap kondisi tersebut. Ia menilai aktivitas pembangunan yang tetap berjalan di tengah belum lengkapnya izin merupakan bentuk pengabaian terhadap aturan hukum yang berlaku.

 

“Tidak boleh ada toleransi terhadap pelanggaran seperti ini. Jika izin belum lengkap, maka aktivitas pembangunan harus dihentikan sementara. Ini bukan hanya soal prosedur, tetapi menyangkut kepastian hukum dan perlindungan terhadap lahan pertanian yang menjadi sumber kehidupan masyarakat,” tegasnya.

 

Lebih lanjut, Eldy juga menyinggung adanya potensi praktik tidak sehat dalam proses perizinan. Ia mengingatkan bahwa jika pembangunan terus dibiarkan tanpa dasar hukum yang jelas, hal tersebut dapat menimbulkan dugaan keterlibatan oknum tertentu.

 

“Kalau dibiarkan, ini bisa menjadi preseden buruk dalam penegakan hukum di daerah. Jangan sampai muncul persepsi publik bahwa ada ‘main mata’ antara pengembang dan pihak-pihak tertentu,” ujarnya.

 

Secara regulatif, perlindungan lahan pertanian telah diatur dalam berbagai peraturan perundang-undangan, di antaranya Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 tentang Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2019 tentang Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, serta Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja. Regulasi tersebut secara tegas membatasi alih fungsi lahan sawah dan memberikan sanksi bagi pihak yang melanggar ketentuan tata ruang.

Baca Juga :  Setelah Viral di Media Online, BAZNAS Garut Turun Tangan Bantu Pak Yaman, Guru Honorer Difabel Bergaji Rp90 Ribu

 

Apabila terbukti melanggar, proyek pembangunan klinik ini berpotensi masuk dalam kategori pelanggaran serius karena menyangkut perubahan fungsi lahan produktif yang memiliki peran penting dalam ketahanan pangan.

 

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengembang belum memberikan keterangan resmi terkait polemik yang berkembang. Sementara itu, tekanan dari publik dan aktivis terus meningkat, mendesak Pemerintah Kabupaten Garut untuk segera mengambil langkah tegas, termasuk menghentikan sementara aktivitas pembangunan hingga seluruh aspek perizinan dipastikan lengkap dan sesuai ketentuan.

 

Publik kini menanti ketegasan pemerintah daerah dalam menegakkan aturan, sekaligus memastikan bahwa pembangunan tetap sejalan dengan prinsip keberlanjutan dan kepentingan masyarakat luas. (Hil)

Penulis : Hilman

Editor : Tim nusaharianmedia

Berita Terkait

Peduli Korban Kebakaran Banyuresmi, Yudha Puja Turnawan Dorong Sinergi CSR, Kemensos, dan Masyarakat untuk Pemulihan Rumah
Forum Lintas OPD Bahas Optimalisasi Aset, Bapenda Garut Tekankan Aset Daerah Harus Bernilai Ekonomi dan Berdampak bagi Masyarakat
Etika dan Kedisiplinan ASN Disorot Saat Apel Rutin, Sejumlah Pegawai Terpantau Asyik Mengobrol dan Bermain Ponsel
Satu Bumi, Satu Tindakan: Garut Gelar Puncak Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dengan Beragam Aksi Nyata, DLH Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Warga Atasi Krisis Sampah
Dugaan Kewajiban Lingkungan PT UNI Cibatu Jadi Sorotan, Forum Pemerhati Lingkungan Desak Transparansi RTH dan Dokumen Lingkungan
Ketua LIBAS Tedi Sutardi Geram, Desak Penindakan Tegas atas Dugaan Pelanggaran Lingkungan di Garut: Jangan Hanya Formalitas dan Mengejar Popularitas
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Garut Dadan Wandiansyah Dukung Instruksi Partai, Fokus Perjuangkan Program Kerakyatan
Garut Bersiap Sambut Festival Qasidah se-Jawa Barat 2026, Ketua DPD LASQI Tegaskan Wadah Silaturahmi Seniman Islami dan Ajang Pelestarian Seni Budaya Islam
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:43 WIB

Peduli Korban Kebakaran Banyuresmi, Yudha Puja Turnawan Dorong Sinergi CSR, Kemensos, dan Masyarakat untuk Pemulihan Rumah

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:27 WIB

Etika dan Kedisiplinan ASN Disorot Saat Apel Rutin, Sejumlah Pegawai Terpantau Asyik Mengobrol dan Bermain Ponsel

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:31 WIB

Satu Bumi, Satu Tindakan: Garut Gelar Puncak Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dengan Beragam Aksi Nyata, DLH Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Warga Atasi Krisis Sampah

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:55 WIB

Dugaan Kewajiban Lingkungan PT UNI Cibatu Jadi Sorotan, Forum Pemerhati Lingkungan Desak Transparansi RTH dan Dokumen Lingkungan

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:40 WIB

Ketua LIBAS Tedi Sutardi Geram, Desak Penindakan Tegas atas Dugaan Pelanggaran Lingkungan di Garut: Jangan Hanya Formalitas dan Mengejar Popularitas

Berita Terbaru

Uncategorized

West Java Take Over di Garut Meledak, Disambut Hangat Pecinta Kopi

Rabu, 10 Jun 2026 - 21:27 WIB