Nusaharianmedia.com 03 September 2026 – Ketua cabang olahraga (cabor) drum band Kabupaten Garut, Agus Indra Arisandi, melayangkan protes keras terkait adanya pungutan parkir terhadap atlet yang tengah menjalani latihan.
Menurut Agus, praktik pungutan tersebut dinilai tidak tepat karena kegiatan latihan merupakan bagian dari pembinaan atlet daerah yang seharusnya mendapat dukungan penuh, bukan justru dibebani biaya tambahan.
Ia menegaskan, para atlet drum band yang berlatih bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan membawa nama daerah dalam berbagai ajang kompetisi. Oleh karena itu, fasilitas latihan mestinya diberikan kemudahan, termasuk pembebasan dari pungutan parkir.
“Kami sangat menyayangkan adanya pungutan parkir kepada atlet yang sedang latihan. Ini jelas memberatkan dan tidak mencerminkan dukungan terhadap pembinaan olahraga,” ujarnya.
Agus juga meminta pihak pengelola lokasi latihan maupun instansi terkait untuk segera mengevaluasi kebijakan tersebut. Ia berharap ada solusi konkret agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
Selain itu, ia menekankan pentingnya perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan atlet, mulai dari fasilitas, sarana latihan, hingga kenyamanan selama proses pembinaan berlangsung.
Para atlet, lanjutnya, membutuhkan lingkungan yang kondusif agar bisa fokus berlatih dan meningkatkan prestasi. Gangguan seperti pungutan parkir dinilai bisa menurunkan semangat dan konsentrasi mereka.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola parkir terkait alasan diberlakukannya pungutan terhadap atlet yang sedang latihan.
Kasus ini pun menjadi sorotan, mengingat pembinaan olahraga daerah sangat bergantung pada sinergi antara pengurus cabor, pemerintah, serta pihak pengelola fasilitas umum.









