Yudha Puja Turnawan Hadir Menyerap Suara Rakyat: Dari Budaya Lokal Hingga Air Bersih, Semua Jadi Prioritas

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 7 Juli 2025 - 19:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut,Nusaharianmedia.com – Di tengah geliat aspirasi warga yang menggema dari akar rumput, Anggota DPRD Garut dari Fraksi PDIP, Yudha Puja Turnawan, kembali turun langsung menyapa masyarakat. Dalam agenda reses yang digelar Senin, 7 Juli 2025, di Aula Desa Langensari, Kecamatan Tarogong Kidul, ratusan warga dari 12 RW berkumpul menyuarakan harapan, keluhan, dan gagasan pembangunan di hadapan perwakilan berbagai dinas dan instansi daerah.

Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Desa Langensari, Uus Sudahman, ini tidak hanya menjadi ajang formal penyampaian aspirasi, namun juga mencerminkan semangat partisipasi warga yang tinggi.

Turut hadir dalam forum tersebut sejumlah pejabat dari Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, DPMPD, PUPR, Dinas Sosial, serta Dinas Kebudayaan. Camat Tarogong Kidul, Rahmat Alamsyah, juga hadir memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat.

Aspirasi yang Tumbuh dari Kehidupan Sehari-hari

Warga menyampaikan sejumlah persoalan yang selama ini membelit kehidupan mereka. Komunitas pencak silat mengajukan permintaan dukungan pelestarian budaya, mulai dari penyediaan fasilitas latihan hingga pembinaan generasi muda.

Di sisi lain, keluhan mendalam datang dari warga RW 01 Komplek Amerta mengenai krisis air bersih yang belum juga tertangani oleh PDAM. Kekurangan pasokan air yang makin parah saat musim kemarau menjadi sorotan utama yang mereka harapkan segera ditangani secara nyata, bukan hanya janji semata.

Keluhan lain datang dari RW 07 terkait buruknya kondisi drainase dan keterbatasan lahan pemakaman. Mereka bahkan telah melakukan swadaya rutin demi mengantisipasi krisis lahan kubur yang terus menyempit.

Jawaban Tegas Wakil Rakyat

Yudha Puja Turnawan merespons setiap keluhan dengan komitmen yang kuat. Ia menegaskan bahwa seluruh aspirasi telah dicatat dan akan diperjuangkan melalui proses penganggaran di DPRD Garut.

“Saya hadir di sini bukan hanya untuk mendengar, tapi untuk membawa suara panjenengan semua ke ruang pengambilan keputusan. InsyaAllah saya akan kawal hingga terealisasi,” tegasnya.

Ia pun mengapresiasi keterlibatan warga dalam menyampaikan masukan langsung dan menekankan bahwa demokrasi partisipatif harus terus dikuatkan, bukan hanya saat pemilu, tapi juga dalam kehidupan keseharian.
Yudha menambahkan bahwa semua masukan juga telah dicatat oleh Kabid Litbang, Iman, yang turut hadir sebagai bagian dari tim teknis pendataan.

Reses Bukan Sekadar Kewajiban

Bagi Yudha, reses adalah napas dari tugas wakil rakyat bukan seremoni, melainkan ruang mendengar, mencatat, dan memperjuangkan. Ia percaya bahwa kebijakan terbaik lahir dari suara rakyat yang hidup, bukan dari ruang rapat yang steril dari realita.

“Kalau kita mau pembangunan yang adil dan merata, maka rakyat harus dilibatkan sejak awal. Maka dari itu saya hadir, untuk membawa denyut kehidupan warga menjadi arah pembangunan,” pungkasnya.

Reses kali ini bukan hanya merekatkan kembali relasi antara wakil rakyat dan konstituennya, namun juga memperlihatkan bagaimana komitmen nyata bisa dirajut lewat kehadiran, kepekaan, dan perjuangan yang konsisten. (Red)
Baca Juga :  Kolaborasi BJB–Dinkes Garut Gelar Cek Kesehatan Gratis, Targetkan Pemeriksaan Rutin bagi Pensiunan PNS

Berita Terkait

Dari SP-1 ke Meja Hijau: Sengketa Aset Teras Cimanuk Kian Panas, Syam Yousef Gugat Pemkab Garut
Krisis Kualitas MBG di Garut Satu Pekan dua Insiden : SPPG Pasirkiamis dan Banjarwangi Picu Alarm Keras, Pengawasan Dipertanyakan
SPPG Pasirkiamis Diduga Lalai terhadap Standar Keselamatan, Masyarakat Pertanyakan Pengawasan Produksi
Aktivis Muda Aka Sudrajat Soroti Kualitas, Makanan” Kinerja Satgas BGN Banjarwangi Dipertanyakan
20 DPC GMNI Jabar Solid, Dorong Kebangkitan DPD di Momentum 72 Tahun Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia
PDI Perjuangan Garut Usulkan PERDA Pelestarian Pengetahuan Tradisional untuk Perlindungan Kawasan Sumber Mata Air dan Tata Kelola Aliran Air
DPD KNPI Garut Agil Syahrizal: GMNI Harus Jadi Motor Lahirnya Generasi Kritis dan Pro-Rakyat
Sekjen PDI Perjuangan Ingatkan Pemkab Garut: Hindari Penempatan Jabatan Berdasarkan Selera dalam Reformasi Birokrasi
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 13:13 WIB

Dari SP-1 ke Meja Hijau: Sengketa Aset Teras Cimanuk Kian Panas, Syam Yousef Gugat Pemkab Garut

Senin, 6 April 2026 - 22:09 WIB

Krisis Kualitas MBG di Garut Satu Pekan dua Insiden : SPPG Pasirkiamis dan Banjarwangi Picu Alarm Keras, Pengawasan Dipertanyakan

Senin, 6 April 2026 - 21:11 WIB

SPPG Pasirkiamis Diduga Lalai terhadap Standar Keselamatan, Masyarakat Pertanyakan Pengawasan Produksi

Senin, 6 April 2026 - 14:24 WIB

Aktivis Muda Aka Sudrajat Soroti Kualitas, Makanan” Kinerja Satgas BGN Banjarwangi Dipertanyakan

Minggu, 5 April 2026 - 19:29 WIB

PDI Perjuangan Garut Usulkan PERDA Pelestarian Pengetahuan Tradisional untuk Perlindungan Kawasan Sumber Mata Air dan Tata Kelola Aliran Air

Berita Terbaru

Pendidikan

Aroma Tak Sedap pada Menu Ayam, SPPG Pasir Kiamis Disorot Murid

Minggu, 5 Apr 2026 - 22:25 WIB