Aroma Tak Sedap pada Menu Ayam, SPPG Pasir Kiamis Disorot Murid

- Jurnalis

Minggu, 5 April 2026 - 22:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com – Sejumlah siswa dari beberapa sekolah di bawah Yayasan Al-Bukhori Bahrul Ulumuddin mengajukan komplain terkait temuan ayam dalam ompreng makan siang yang diduga berbau. Keluhan tersebut muncul setelah menu didistribusikan ke sejumlah satuan pendidikan pada siang hari.

Pihak SPPG Pasirwangi Pasir Kiamis langsung merespons laporan tersebut dengan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Mereka mengakui bahwa sebagian ayam mengalami penurunan kualitas sehingga menimbulkan ketidaknyamanan bagi para penerima manfaat.

Sejumlah guru dan murid juga menyoroti keterlambatan distribusi ompreng yang tiba pada siang hari, sehingga siswa harus menunggu lebih lama dari jadwal makan. Kondisi ini dinilai tidak profesional dan dinilai berpotensi memengaruhi kualitas makanan yang seharusnya disajikan dalam keadaan segar.

Dalam keterangan resminya, SPPG menjelaskan bahwa perubahan kualitas pada ayam diduga terjadi akibat waktu penyimpanan (holding time) yang terlalu lama. Pengiriman di siang hari membuat bahan makanan berada terlalu lama pada suhu yang tidak ideal sehingga kualitasnya menurun.

Baca Juga : 

Pihak dapur menambahkan bahwa keterlambatan produksi dan distribusi dipicu oleh meningkatnya jumlah penerima manfaat program makan siang. Saat ini jumlah penerima manfaat mencapai 2.861 orang, sehingga proses produksi membutuhkan waktu lebih panjang untuk memastikan seluruh porsi selesai dengan baik.

“Kami menyadari bahwa kejadian ini merupakan kelalaian dari pihak dapur. Untuk itu, kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh penerima manfaat,” tulis pihak SPPG dalam pernyataan resminya.

SPPG juga meminta agar permohonan maaf tersebut disampaikan kepada semua pihak yang terdampak, termasuk siswa, guru, tenaga kependidikan, penerima manfaat posyandu, hingga para kader di lapangan yang mendukung pelaksanaan program.

Baca Juga :  Orang Tua Siswa Protes Rencana Perpisahan TK Digelar di Hotel, Minta Disdik Garut Turun Tangan

Pihak pengelola dapur menyatakan bahwa insiden ini menjadi momentum evaluasi penting dalam sistem operasional mereka. Perbaikan akan dilakukan, mulai dari manajemen waktu produksi, penjadwalan ulang distribusi agar dilakukan lebih pagi, hingga peningkatan standar kontrol kualitas bahan makanan.

Komitmen tersebut disampaikan sebagai upaya menjaga kepercayaan sekolah dan masyarakat terhadap layanan dapur SPPG. Mereka berharap langkah evaluatif ini dapat meningkatkan kualitas penyajian makanan di masa mendatang serta mencegah insiden serupa terulang kembali.

Dalam penutup pernyataannya, SPPG mengucapkan terima kasih atas kritik dan perhatian dari berbagai pihak. Mereka menegaskan bahwa peningkatan mutu pelayanan akan terus menjadi prioritas demi memastikan kenyamanan dan keamanan konsumsi bagi seluruh penerima manfaat program makan siang.

Berita Terkait

*Ketua Forwagas: Produk Jurnalistik Tak Bisa Langsung Dipidanakan, Sengketa Pers Ada Mekanismenya*
DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita
ABAG Desak Tramadol Ditangani Serius, Ayi Suryana Tegaskan DPRD Kawal Lewat Fungsi Pengawasan dan Telusuri Pemasok
Kepala Sekolah Definitif Minim, Disdik Garut Didesak Bertindak: Transparansi Mekanisme Seleksi dan Peran Pengawas Dipertanyakan
234SC Garut Bertransformasi Jadi Ormas, Okke M. Hadist: Siap Kawal Pemerintahan dan Perjuangkan Kepentingan Masyarakat
Lebakagung Juara Liga Desa Garut 2026 usai Menang Dramatis 3-2 atas Sukawargi, Camat Karangpawitan Dorong Pembinaan Atlet Muda Berkelanjutan
Budaya Sunda Bagian dari Jati Diri, H. Aten Munajat Dorong Pelestarian, Penggerak Ekonomi, dan Peningkatan Kesejahteraan Seniman
Konfercab III, Kalamullah Apandi Resmi Pimpin PA GMNI Garut, Targetkan Organisasi Solid, Melek Teknologi dan Aktif Advokasi Sosial
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 19:30 WIB

*Ketua Forwagas: Produk Jurnalistik Tak Bisa Langsung Dipidanakan, Sengketa Pers Ada Mekanismenya*

Senin, 21 September 2026 - 22:34 WIB

DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita

Senin, 21 September 2026 - 22:04 WIB

ABAG Desak Tramadol Ditangani Serius, Ayi Suryana Tegaskan DPRD Kawal Lewat Fungsi Pengawasan dan Telusuri Pemasok

Selasa, 15 September 2026 - 12:32 WIB

Kepala Sekolah Definitif Minim, Disdik Garut Didesak Bertindak: Transparansi Mekanisme Seleksi dan Peran Pengawas Dipertanyakan

Minggu, 13 September 2026 - 19:20 WIB

234SC Garut Bertransformasi Jadi Ormas, Okke M. Hadist: Siap Kawal Pemerintahan dan Perjuangkan Kepentingan Masyarakat

Berita Terbaru