SPPG Pasirkiamis Diduga Lalai terhadap Standar Keselamatan, Masyarakat Pertanyakan Pengawasan Produksi

- Jurnalis

Senin, 6 April 2026 - 21:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com — Dugaan kelalaian terhadap standar keselamatan dan kesehatan dalam proses produksi makanan mencuat di SPPG Pasirkiamis, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut. Sejumlah warga mempertanyakan bagaimana makanan yang diduga tidak memenuhi kelayakan konsumsi dapat diproduksi dan didistribusikan tanpa melalui pemeriksaan yang memadai.

Permasalahan ini menjadi sorotan setelah muncul laporan dari masyarakat terkait kualitas makanan yang berbau dinilai berpotensi membahayakan kesehatan. Sebelum makanan diberikan kepada konsumen, seharusnya telah dilakukan serangkaian uji kelayakan sesuai standar keamanan pangan yang berlaku.

“Seharusnya ada pengecekan terlebih dahulu, baik dari segi kebersihan, bahan baku, maupun proses produksinya. Ini menyangkut kesehatan banyak orang,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya,

Baca Juga :  Pasca Banjir, Polsek Banyuresmi Siaga Mitigasi Bencana dengan Pengecekan Luapan Air Bendung Cibes

“kasus seperti ini umumnya disebabkan oleh beberapa faktor, kurangnya pelatihan tenaga pengolah makanan, minimnya pengawasan rutin, serta tidak diterapkannya standar operasional prosedur (SOP) secara konsisten.

Namun, dugaan pelanggaran yang terjadi memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas sistem pengawasan tersebut. Warga menduga adanya kelalaian dalam tahapan kontrol kualitas sehingga makanan yang tidak layak konsumsi tetap lolos ke tahap distribusi.

“Jika benar terjadi pelanggaran, maka ini menunjukkan adanya kelemahan dalam sistem pengendalian mutu. Setiap tahap produksi seharusnya memiliki kontrol yang ketat,”

Baca Juga :  Aroma Tak Sedap pada Menu Ayam, SPPG Pasir Kiamis Disorot Murid

Satgas BGN setempat juga diharapkan segera melakukan investigasi untuk memastikan apakah telah terjadi pelanggaran terhadap standar keamanan pangan. Jika terbukti, maka langkah penindakan dan evaluasi menyeluruh perlu dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terulang.

” Kegagalan dalam menjaga kualitas tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga dapat menurunkan kepercayaan publik terhadap layanan yang diberikan.

Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah konkret, baik melalui audit kelayakan fasilitas, maupun pemberian sanksi jika ditemukan pelanggaran. Hal ini penting guna memastikan bahwa setiap makanan yang diproduksi dan didistribusikan benar-benar aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat.

Berita Terkait

Temukan Lansia Desil 2 Belum Tersentuh Bansos, Ketua DPRD Garut Aris Munandar dan Yudha Puja Turnawan Minta Dinsos Evaluasi Total Pendataan Kemiskinan
Muda Bergerak, Ketua DPD KNPI Garut Agil Syahrizal Tegaskan KNPI Impact sebagai Wadah Aksi Nyata Pemuda Jadi Ruang Kolaborasi Nyata Pemuda untuk Menjaga Lingkungan
Dorong Semangat Belajar, Ketua Yayasan As-Saefulloh Garut Bagikan Seragam Gratis dan Santunan Duafa
*Kementan dan IFAD Evaluasi Keberhasilan Program UPLAND, Garut Jadi Percontohan Pengembangan Kentang*
*Fenomena 12.000 Pencari Kerja di Garut: Alarm Transformasi Vokasi Daerah*
*Ayi Suryana Temui Abenk Marco, Bahas Duplikasi Gerakan Ketahanan Pangan Mandiri di Garut*
PM Gatra Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Ibu Ratu Ratna Zita, Istri H. Atjeng Muchtar Muhyidien
Pelayanan Prima bank bjb KC Garut Permudah Pembukaan Rekening, Nasabah Apresiasi Pendampingan Customer Service
Berita ini 53 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 15:48 WIB

Temukan Lansia Desil 2 Belum Tersentuh Bansos, Ketua DPRD Garut Aris Munandar dan Yudha Puja Turnawan Minta Dinsos Evaluasi Total Pendataan Kemiskinan

Minggu, 19 Juli 2026 - 15:25 WIB

Muda Bergerak, Ketua DPD KNPI Garut Agil Syahrizal Tegaskan KNPI Impact sebagai Wadah Aksi Nyata Pemuda Jadi Ruang Kolaborasi Nyata Pemuda untuk Menjaga Lingkungan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 20:05 WIB

Dorong Semangat Belajar, Ketua Yayasan As-Saefulloh Garut Bagikan Seragam Gratis dan Santunan Duafa

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:05 WIB

*Kementan dan IFAD Evaluasi Keberhasilan Program UPLAND, Garut Jadi Percontohan Pengembangan Kentang*

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:33 WIB

*Fenomena 12.000 Pencari Kerja di Garut: Alarm Transformasi Vokasi Daerah*

Berita Terbaru