Abenk Marco Soroti Ketegasan Bupati Garut : PKL Harus Ditertibkan Tanpa Tebang Pilih

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 13 Maret 2025 - 12:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut,Nusaharianmedia.com – Seniman asal Garut, Abenk Marco, menanggapi pernyataan Bupati Garut, Syakur Amien, terkait inspeksi mendadak (sidak) terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Pengkolan.

Dalam unggahan di Instagram, Abenk menegaskan bahwa jika PKL dianggap mengganggu ketertiban atau mencederai estetika kota, maka penertiban harus dilakukan secara adil, tanpa pandang bulu.

Ia mempertanyakan mengapa perhatian hanya tertuju pada PKL di titik tertentu, sementara di depan kantor Pemda Garut justru semakin semrawut dan menyebabkan kemacetan setiap hari.

“Kalau memang bagian dari etalase kota, kenapa dibiarkan begitu saja?” tulisnya. Pada Kamis,(13/03/2025).

Lebih lanjut, Abenk juga mengkritik kinerja Satpol PP yang hingga kini belum melakukan tindakan apa pun terhadap keberadaan PKL di depan kantor mereka sendiri. Ia pun menduga adanya kemungkinan pungutan atau biaya sewa bagi para pedagang di area Pemda.

Pernyataan Abenk Marco ini mendapat banyak respons dari netizen, yang mayoritas mendukung sikap kritisnya terhadap kebijakan pemerintah daerah. “Kalau mau ditertibkan, jangan tebang pilih,” tegasnya, sembari menunggu langkah konkret dari Bupati Garut dan Satpol PP untuk menegakkan aturan secara adil. (Eldy)

Baca Juga :  Komisi II DPRD Garut Terima Audiensi LIBAS, Absennya Bupati Garut Picu Sorotan atas Dugaan Kebocoran PAD Galian C dan Persoalan Lingkungan

Berita Terkait

Kebersamaan dan Gotong Royong Jadi Semangat Uus Saripudin untuk Membangun Mekarjaya
Dugaan Penipuan Dana Hibah Rp1,69 Miliar Dilaporkan ke Polres Garut, ASN Bapenda Jadi Terlapor
Empat Anak Menanti Tempat Tinggal Aman, Rumah Ibu An-An di Cibodas Butuh Perhatian Serius
Yudha Puja Turnawan Tinjau Kondisi Ibu An-An, Warga dengan Penghasilan 25 Ribu sehari Tinggal di Rumah Tak Layak Huni.
Purna Tugas Bukan Akhir Pengabdian, Terima Kasih Nurdin Yana atas Dedikasi untuk Garut
RDTR Garut: Ketika Kepastian Hukum Tata Ruang Terus Tertunda
Dugaan Kerugian hingga Rp3 Miliar, Kuasa Hukum Pelapor Lakukan Langkah di Polres Garut
Infrastruktur Jalan Jadi Prioritas, GAPENSI dan Pemkab Garut Bersinergi untuk Pembangunan Infrastruktur Daerah
Berita ini 92 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 12:40 WIB

Kebersamaan dan Gotong Royong Jadi Semangat Uus Saripudin untuk Membangun Mekarjaya

Kamis, 5 November 2026 - 23:22 WIB

Dugaan Penipuan Dana Hibah Rp1,69 Miliar Dilaporkan ke Polres Garut, ASN Bapenda Jadi Terlapor

Kamis, 5 November 2026 - 18:05 WIB

Empat Anak Menanti Tempat Tinggal Aman, Rumah Ibu An-An di Cibodas Butuh Perhatian Serius

Kamis, 5 November 2026 - 15:18 WIB

Yudha Puja Turnawan Tinjau Kondisi Ibu An-An, Warga dengan Penghasilan 25 Ribu sehari Tinggal di Rumah Tak Layak Huni.

Minggu, 1 November 2026 - 21:35 WIB

Purna Tugas Bukan Akhir Pengabdian, Terima Kasih Nurdin Yana atas Dedikasi untuk Garut

Berita Terbaru